Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Pengertian, Ciri, Cara Hidup, Reproduksi, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Halo sobat Artikel Belajar , kali ini kita akan membahas materi biologi mengenai " Tumbuhan Lumut". Tumbuhan (Plantae) merupakan organisme eukariotik (memiliki membran inti sel); multiseluler (bersel banyak); memiliki akar, batang, dan daun; memiliki dinding sel yang mengandung selulosa; pada umumnya memiliki klorofil a dan b sehingga dapat melakukan fotosintesis serta dapat menyimpan cadangan makanan. Namun beberapa jenis tumbuhan ada yang tidak berklorofil, sehingga tidak melakukan fotosintesis. Berdasarkan ada atau tidak adanya pembuluh angkut, tumbuhan dibedakan atas dua macam, yaitu sebagai berikut. Tumbuhan tidak berpembuluh ( non-tracheophyta)  yang meliputi  tumbuhan lumut (Bryophyta). Tumbuhan berpembuluh ( tracheophyta)  yang meliputi  tumbuhan paku (Pteridophyta)  dan  tumbuhan berbiji (Spermatozoid). Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Pengertian, Ciri, Cara Hidup, Reproduksi, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut. Pengertian Tumbuhan Lumut Bryophyta (Yuna

6 Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Usaha Pelestariannya

Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Usaha Pelestariannya - Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia; terdiri atas 18.110 pulau (LAPAN-2003) yang tersebar dan Sabang sampai Merauke. Lebih dari 10.000 diantaranya merupakan pulau-pulau kecil. Pulau-pulau tersebut memiliki keadaan alam yang berbeda-beda dan menampilkan kekhususan kehidupan di dalamnya. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman flora, fauna, dan mikroorganisme yang tinggi. Namun dalam segudang kekayaan alam Indonesia masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pelestarian dan ekploitasi yang berlebihan terhadap keanekaragaman hayati. Dengan demikian kita perlu menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati. A. Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati Menghilangnya keanekaragaman hayati di suatu wilayah dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut. 1. Hilangnya Habitat Daftar Merah IUCN ( International Union for Conservation of Nature ) menunjukkan bahwa hilangnya habitat yang diaki

Keanekaragaman Hayati Indonesia Flora dan Fauna beserta Penyebarannya

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia; terdiri atas 18.110 pulau (LAPAN-2003) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. LEbih dari 10.000 diantaranya merupakan pulau-pulau kecil. Pulau-pulau tersebut memiliki keadaan alam yang berbeda-beda dan menampilkan kekhususan kehidupan di dalamnya. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman flora, fauna, dan mikroorganisme yang tinggi. A. Kekayaan Flora, Fauna, dan Mikroorganisme di Indonesia Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas, selain Brasil dan Zaire, karena memiliki kekayaan flora, fauna, dan mikroorganisme yang sangat banyak. Menurut  Indonesia Center for Biotechnology  (ICBB, meskipun luas daratan Indonesia hanya 1,3% dari total luas daratan di dunia, tetapi banyak spesies di dunia yang hidup di Indonesia. Indonesia menempati ranking pertama di dunia dalam kekayaan spesies mamalia (646 spesies, 36% endemik). Ranking pertama untuk kupu-kupu besar dan berwarna-warni ( swallowtail butterflies

Tipe-Tipe Ekosistem beserta Contoh dan Gambarnya (Perairan dan Darat)

Tipe-Tipe Ekosistem beserta Contoh dan Gambarnya (Perairan dan Darat) - Lingkungan abiotik dan komunitas yang hidup di dalamnya akan menentukan tipe (bentuk) ekosistem. Berdasarkan tempatnya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu ekosistem perairan (akuatik) dan ekosistem darat (terestrial). Tipe-Tipe Ekosistem Berikut akan dijelaskan tentang tipe-tipe ekosistem, ekosistem darat, bioma tundra, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis, bioma savana, padang rumput, bioma gurun, bioma hutan gugur, ekosistem perairan, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, lentik, lotik, daerah fotik, afotik, zona litoral, profundal, ekosistem bahari, ekosistem laut dalam, ekosistem laut dangkal, daerah pasang surut. A. Ekosistem Perairan (Akuatik) Ekosistem perairan adalah ekosistem yang komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas air. Makhluk hidup (komponen abiotik) dalam ekosistem perairan dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu sebagai berikut. Plankton , terdiri atas fitoplankton dan

Keanekaragaman Hayati Tingkat (Gen, Jenis, Ekosistem) beserta Gambar dan Contoh

Keanekaragaman hayati yang terdapat di suatu wilayah berbeda-beda. Keanekaragaman hayati sangat diperlukan untuk kelestarian hidup organisme dan berlangsungnya daur materi (aliran energi). Namun demikian, kualitas dan kuantitas keanekaragaman hayati di suatu wilayah dapat menurun atau bahkan dapat menghilang.   Keanekaragaman hayati dapat dijaga kelestariannya serta dapat dipulihkan kembali. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati? Bagaimanakah keanekaragaman hayati di wilayah Indonesia? Pada materi ini, Artikel Belajar akan membahas pengertian keanekaragaman hayati, tingkat keanekaragaman hayati, keanekaragaman hayati, dan usaha-usaha pelestariannya. Tingkat Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati  atau  biodivitas  ( biodiversity) adalah variasi organisme hidup pada tiga tingkatan, yaitu tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Menurut Soerjani (1996), keanekaragaman hayati menyangkut keunikan suatu spesies dan genetik di mana makhluk hidup tersebut berada. Disebut unik kare

Klasifikasi Jamur : Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuteromycota (Beserta Ciri,Contoh)

Klasifikasi Jamur - Para ahli mikologi memperkirakan terdapat sekitar 1,5 juta spesies jamur di seluruh dunia. Jamur yang sudah berhasil diidentifikasi berjumlah lebih dari 100.000 spesies. Ahli taksonomi mengelompokkan berbagai jenis jamur dalam satu kingdom Fungi. Kingdom Fungi dibagi menjadi 4 divisi berdasarkan cara reproduksi secara generatif (seksual), yaitu  Zygomycota  (menghasilkan zigospora),  Ascomycota  (menghasilkan askopora),  Basidiomycota  (menghasilkan basidiospora),    dan  Deuteromycota  (belum diketahui cara reproduksi  seksualnya). Zigospora, askopora, dan basidiopsora merupakan spora tak berflagela. Jamur yang menghasilkan spora aktif berflagela (zoopsora) dikelompokkan dalam kingdom Protista, pada filum Myxomycota (jamur lendir) dan Oomycota (jamur air). Namun sebagian ahli taksonomu memasukkan Myxomycota  dan Oomycota ke dalam kingdom Fungi pada divisi  Chytridiomycota dengan alasan memiliki struktur molekuler protein dengan urutan asam nukleat yang hampir sam