Atletik Lompat Tinggi (Pengertian,Teknik , Berbagai Gaya,dan Aturan)

Pada materi pelajaran Atletik ini kompetisi dasar yang harus kita terapkan adalah melalui pembelajaran atletik, siswa memahami tentang lompat tinggi gaya straddle, mempraktikan lompat tinggi gaya Straddle.

Lompat Tinggi

Lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang bertumpu pada kekuatan otot perut dan otot kaki. Jika ingin melakukan lompatan yang tinggi, Anda harus berlatih sungguh-sungguh agar mencapai target ketinggian yang diinginkan. Dalam melakukan olahraga ini membutuhkan urutan teknik yang benar dan bertahap supaya mendapatkan lompatan yang maksimal.

Lompat Tinggi Gaya Straddle

     Lompat tinggi adalah salah satu keterampilan untuk melewati mistar yang berada di kedua tiangnya. Tujuan dari lompat tinggi adalah mendapatkan lompatan yang setinggi mungkin. Ketinggian lompatan yang dicapai oleh seorang pelompat bergantung dari kemampuan dan persiapan bertanding dari masing-masing atlet.

1. Berbagai Gaya dalam Lompat Tinggi

    Dalam lompat tinggi terdapat berbagai macam gaya yaitu sebagai berikut.

a. Gaya Fosbury Flop

     Gaya fosbury flop diperkenalkan oleh Dick Fosbury pada tahun 1968. Dalam gaya fosbury flop, awalan harus dilakukan dengan cepat dan menikung atau agak melingkar. Saat menolakkan kaki harus kuat dibantu dengan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, tolakan harus dilakukan di sebelah kiri mistar. PAda waktu menolakkan kaki bersamaan dengan kedua tangan ke atas di samping kepala, badan melompat ke atas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.

b. Gaya Gunting (Scissors)

    Gaya gunting disebut juga gaya swenney. Pada saat melakukan gaya ini, atlet lompat mengambil awalan dari tengah. Bila melakukan tumpuan menggunakan kaki kiri pada saat akan melompat, ia mendarat dengan kaki kiri lagi. saat di udara, badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, dan sikap badan menghadap kembali ke posisi awalan tadi.

c. Gaya Guling Sisi ( Western Roll

      Gaya ini bisa dikatakan menyerupai gaya gunting. Apabila kaki kiri digunakan sebagai tumpuan, mendarat pun dilakukan dengan kaki kiri lagi. Sementara itu, bila kaki kanan yang dijadikan tumpuan, mendarat pun menggunakan kaki kanan. Perbedaannya terlihat daari teknik awalan. Gaya gunting mengambil awalan dari tengah, sedangkan gaya guling sisi dari samping.

d. Gaya Guling (Straddle)

     Dalam gaya guling ini, pelompat melakukan awalan dari samping antara 3, 5, 7, atau 9 langkah, bergantung ketinggian yang diperlukan. Satu hal yang penting, saat mengambil awalan langkahnya ganjil. Gunakan kaki kanan atau kiri untuk menumpu, smentara kaki lainnya untuk mengayun ke depan.

2. Teknik Lompat Tinggi Gaya Straddle

    Pada materi ini kita akan membahas tentang lompat tinggi gaya straddle. Setiap gaya dalam lompat tinggi memiliki teknik yang berbeda-beda. Teknik dasar lompat tinggi gaya Straddle adalah sebagai berikut.

a. Awalan
     Awalan harus dilakukan dengan cepat dan menikung dengan langkah sekitar 3, 5, 7, atau 9 langkah. Tujuan dari awalan ini adalah sebagai berikut.

  1. Mempersiapkan diri untuk melakukan tolakan melalui irama awalan
  2. Mempersiapkan diri untuk memperoleh sudut lepas landas.
  3. Menciptakan arah gerak horizontal diubah ke dalam kecepatan vertikal.
b. Tolakan
     Tolakan menggunakan salah satu kaki yang terkuat. Apabila tolakannya menggunakan kaki kanan, awalan dilakukan di sebelah sisi kiri mistar. Tujuan dari melakukan tolakan adalah sebagai berikut.
  1. Mengembangkan kecepatan menolak pada sudut lintasan berat badan yang optimal.
  2. Memperoleh saat-saat untuk memutar yang diperlukan pada tahap melewati mistar.
  3. Mengubah arah gerak horizontal menjadi arah vertikal.
c. Sikap Badan di Atas Mistar
     Saat mencapai tinggi maksimal, badan diputar ke kiri penuh dengan kepala mendahului melewati mistar, perut dan dada menghadap ke bawah. Kaki tumpuan yang semula tergantung, ditarik dalam sikap kangkang. Pada saat ini kaki kanan sudah turun dan tangan sudah bersiap-siap membantu mendarat. Pada saat punggung berada di atas mistar, punggung berbentuk seperti busur yang melenting, tujuannya adalah sebagai berikut.
  1. Membawa bagian tubuh melewati mistar dengan nyaman.
  2. Membawa titik berat badan sedikit mungkin dengan mistar tanpa menyentuh atau menjatuhkan.
  3. Menciptakan agar pendaratan dilakukan dengan baik dan selamat.
d. Mendarat
    Sikap mendarat adalah sikap jatuh setelah melewati palang. Adapun cara yang baik dalam melakukan pendaratan adalah sebagai berikut.
Jika pendaratan terbuat dari matras, posisi jatuh adalah sisi bahu dan punggung terlebih dahulu.
Jika pendaratan dilakukan di atas pasir,yang mendarat lebih dahulu adalah kaki. Ayun kaki kanan kemudian berguling ke depan, bertumpu pada pundak bahun kanan.

3. Peraturan dalam Lompat Tinggi

  • Lompatan akan dianggap tidak sah jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat.
  • Menjatuhkan palang sewaktu membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak bisa melompat.
  • Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali berturu-turut akan keluar dari pertandingan.
  • Seorang peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat meneruskan lagi mengikuti peraturan.
  • Ketinggian diukur secara menegak dari atas tanah hingga bagian tengah di sebelah atas palang.

4. Diskualifikasi

    Seorang pelompat dinyatakan gagal jika melakukan hal-hal antara lain sebagai berikut.
  • Menumpu dengan dua kaki.
  • Dipanggil lebih dari 3 kali atau lebih dari 2 menit tidak hadir.
  • Menyentuh tanah atau daerah pendaratan tanpa melalui mistar lompat.
  • Menolak dari luar ujung balom tumpuan, baik sebelum maupun sesudah garis perpanjangan garis tumpuan .
  • Mendarat dengan melakukan gerakan salto.

No Responses

Add a Comment