Keanekaragaman Hayati Tingkat (Gen, Jenis, Ekosistem) beserta Gambar dan Contoh

Di IPA 17 views

Keanekaragaman hayati yang terdapat di suatu wilayah berbeda-beda. Keanekaragaman hayati sangat diperlukan untuk kelestarian hidup organisme dan berlangsungnya daur materi (aliran energi). Namun demikian, kualitas dan kuantitas keanekaragaman hayati di suatu wilayah dapat menurun atau bahkan dapat menghilang.   Keanekaragaman hayati dapat dijaga kelestariannya serta dapat dipulihkan kembali. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati? Bagaimanakah keanekaragaman hayati di wilayah Indonesia? Pada materi ini, Artikel Belajar akan membahas pengertian keanekaragaman hayati, tingkat keanekaragaman hayati, keanekaragaman hayati, dan usaha-usaha pelestariannya.

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati atau biodivitas  (biodiversity) adalah variasi organisme hidup pada tiga tingkatan, yaitu tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Menurut Soerjani (1996), keanekaragaman hayati menyangkut keunikan suatu spesies dan genetik di mana makhluk hidup tersebut berada. Disebut unik karena spesies hidup di suatu habitat yang khusus atau makanan yang dimakannya sangat khas. Contohnya komodo (Varanus komodoensis) hanya ada di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili, Motang, Gili Dasami, dan Padar, panda (Ailuropoda melanoleuca) yang hidup di China yang memakan daun bambu, dan koala (Phascolarctos cinereus) yang hidup di Australia hanya memakan daun Eucalyptus (kayu putih).

Berdasarkan pengertiannya, keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu keanekaragaman gen (genetik), keanekaragaman spesies (jenis), dan keanekaragaman ekosistem.

A. Keanekaragaman Gen

Keanekaragaman gen adalah variasi atau perbedaan gen yang terjadi dalam suatu jenis atau spesies makhluk hidup. Contohnya, buah durian (Durio zibethinus ada yang berkulit tebal, berkulit tipis, berdaging buah tebal, berdaging buah tipis, berbiji besar, atau berbiji kecil. Demikian pula buah pisang (Musa paradisiaca) memiliki ukuran, bentuk, warna, tekstur, dan rasa daging buah yang berbeda-beda. Pisang memiliki berbagai varietas, antara lain, pisang raja sereh, pisang raja uli, pisang raja molo, dan pisang raja jambe. Varietas mangga (Mangifera indica) , misalnya mangga manalagi, cengkir, golek, gedong, apel, kidang, dan bapang. Sementara keanekaragaman genetik pada spesies hewan, misalnya warna rambut pada kucing (Felis silvertris catus), ada yang berwarna hitam, putih, abi-abu, dan cokelat.

Keanekaragaman sifat genetik pada suatu organisme dikendalikan oleh gen-gen yang terdapat di dalam kromosom yang dimilikinya. Kromosom  tersebut diperoleh dari kedua induknya melalui pewarisan sifat. Namun demikian, ekspresi gen suatu organisme juga diengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat hidupnya. Contohnya bibit yang diambil dari batang  induk mangga yang memiliki sifat genetik berbuah besar, bila ditanam pada lingkungan yang erbeda (misalnya tandus dan miskin unsur hara) kemungkinan tidak menghasilkan buah mangga berukuran besar seperti sifat genetik induknya.

Peningkatan keanekaragaman gen dapat terjadi melalui hibridisasi (perkawinan silang) antara organisme satu spesies yang berbeda sifat, atau melalui proses domestikasi (budidaya hewan atau tumbuhan liar oleh manusia). Contohnya adalah hibridisasi tanaman anggrek untuk mendaatkan bunga anggrek dengan warna beraneka ragam, hibridisasi sapi Fries Holland dengan sapi Bali, dan hibridisasi berbagai jenis yang tahan terhadap penyakit. Dengan hibridisasi akan diperoleh sifat genetik baru dari organisme-organisme pada satu spesies. Keanekaragaman gen pada organisme dalam satu spesies disebut varietas dan ras.

Keanekaragaman hayati itngkat gen

B. Keanekaragaman Jenis (Spesies)

Keanekaragaman jenis (spesies) adalah perbedaan yang dapat ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai spesies yang hidup di suatu tempa. Contohnya di suatu halaman terdapat pohon mangga, kelapa, jeruk, rambutan, bunga mawar, melati, cempaka, jahe, kunyit, burugn, kumbang, lebah, semut, kupu-kupu, dan cacing. Keanekaragaman jenis yang lebih tinggi umumnya ditemukan di tempat yang jauh dari kehidupan manusia, misalnya di hutan. Di hutan terdapat jenis hewan dan tumbuhan yang lebeih banyak dibanding dengan di sawah atau di kebun.

Beberapa jenis organisme ada yang memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama. Misalnya tumbuhan kelompok palem (Palmae) seperti kelapa, pinang, aren, dan sawit yang memiliki daun seperti pita. Namun, tumbuhan-tumbuhan tersebut merupakan spesies yang berbeda, kelapa memiliki nama spesies Cocos nucifera, pinang bernama Areca catechu, guineensis. Hewan dari kelompok genus Panthera, terdiri ats beberapa spesies, antara lain harimau (Panthera tigris), singa (Panthera leo), macan tutul (Panthera pardus), dan jaguar (Panthera onca).

Keanekaragaman hayati tingkat jenis (Spesies)

Keanekaragaman jenis pada genus Panthera; singa (panthera leo), Harimau (Panthera tigris), Macan tutul (Panthera pardus), Jaguar (Panthera onca)

C. Keanekaragaman Ekosistem

Ekosistem terbentuk karena berbagai kelompok spesies menyesuaikan diri dengan lingkungannya, kemudian trerjadi hubungan yang saling memeNngaruhi antra satu spesies dengan spesies lain, dan juga antara spesies dengan lingkungan abiotik tempat hidupnya, misalnya suhu, udara, air, tanah, kelembapan, cahaya matahari, dan mineral. Ekosistem bervariasi sesuai spesies pembentuknya. Ekosistem alami antara lain hutan, rawa, terumbu karang, laut dalam, padang lamun (antara terumbu karang dengan mangrove), mangrove (hutan bakau), pantai pasir, pantai batu, estuari (muara sungai), danau, sungai, padang pasir, dan padang rumput. Ada pula ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia, misalnya agroekosistem dalam bentuk sawah, ladang, dan kebun. Agroekosistem memiliki keanekaragaman spesies yang lebih rendah dibandingkan dengan ekosistem alamiah, tetapi memiliki keanekaragaman genetik yang lebih tinggi.

Jenis organisme yang menyusun setiap ekosistem berbeda-beda. Ekosistem hutna hujan tropis, misalnya diisi pohon-pohon tinggi berkanopi (seperti meranti dan rasamala), rotan, anggrek, paku-pakuan, burung, harimau, monyet, orang utan, kambing hutan, ular, rusa, babi, dan berbagai jenis serangga. Pada ekosistem sungai terdapat ikan, kepiting, udang-udang, ular, dan ganggang air tawar.

Keanekaragaman ekosistem di suatu wilayah ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain posisi tempat berdasarkan garis lintang, ketinggian tempat, iklim, cahaya matahari, kelembapan, suhu, dan kondisi tanah. Contohnya Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan terletak di khatulistiwa, memiliki sekitar 47 macam ekosistem di laut maupun di darat.

Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem

Baca juga : Klasifikasi Jamur : Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuteromycota (Beserta Ciri,Contoh)

author
Penulis: 
    Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
     Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan
    Pengertian Nematoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Nematoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Nematoda (Yunani, nema = benang, ode = seperti) adalah cacing yang
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan
    1. Keanekaragaman Hayati Indonesia Flora dan Fauna beserta Penyebarannya - ARTIKEL BELAJAR4 bulan yang lalu

      […] Keanekaragaman Hayati Tingkat (Gen, Jenis, Ekosistem) beserta Gambar dan Contoh […]

      Balas

    Tinggalkan pesan "Keanekaragaman Hayati Tingkat (Gen, Jenis, Ekosistem) beserta Gambar dan Contoh"

    Baca Juga×

    Top