Konsep Ilmu Ekonomi (Pengertian, Pembagian Ilmu Ekonomi, Peran dan Manfaat ilmu Ekonomi) Kelangkaan Sumber Ekonomi

KONSEP ILMU EKONOMI

Halo sobat Artikel Pandai, pada kesempatan kali ini admin akan membahas mengenai Konsep Ilmu Ekonomi (Pengertian, Pembagian Ilmu Ekonomi, Peran dan Manfaat ilmu Ekonomi) Kelangkaan Sumber Ekonomi. Semoga bisa menambah referensi belajar sahabat-sahabat ya langsung saja.

A. Deskripsi Ilmu Ekonomi

   Ilmu ekonomi sangat penting dalam kehidupan kita. Jika kita amati, setiap hari kita selalu dihadapkan dengan masalah ekonomi. Dengan masalah ekonomi itu, berarti kita telah menerapkan ilmu ekonomi. Dari kita lahir sampai meninggal dunia kita selalu berhadapan dengan ekonomi.
   Bila kita membelanjakan uang yang kita miliki, itu artinya kita telah menerapkan ilmu ekonomi. Sebagai contoh, dalam membelanjakan uang saku, Ana berperan sebagai konsumen. Ketika Anda mempertimbangkan uang saku anda, Anda selalu mempertimbangkan kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
  Kegiatan ekonomi merupakan salah satu kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh setiap orang. Oleh karena itu, banyak para ahli mempelajari ilmu ekonomi. Jika kita berbicara masalah ekonomi, yang terlintas dalam pikiran kita adalah uang. Pengertian ekonomi secara luas tidak sebatas uang saja, tetapi mencakup beberapa aspek dan kegiatan-kegiatan lainnya.

1. Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli

   Adam smith disebut sebagai Bapak Ilmu ekonomi melalui bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth ofNations yang terbit pada tahun 1776. Adam Smith menguraikan kehidupan ekonomi secara keseluruhan serta menunjukkan bagaimana  semua itu berhubungan satu sama lain. selanjutnya teori tersebut terus berkembang, banyak para ahli ekonomi yang meneliti tentang ilmu ekonomi. Pengertian ilmu ekonomi menurut para ahli ekonomi sebagai berikut.
a. Prof. P.A Samuelson
 Ilmu ekonomi adalah suatu studi bagaimana orang-orang dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa menggunakan uang sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat dipergunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai orang dan golongan masyarakat.
b.Mankiw
 Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana masyarakat mengelola sumber-sumber daya yang selalu terbatas atau langka
c. Adam Smith
Ilmu ekonomi secara sistematis mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu.
d. Alfred Marshall
Ilmu ekonomi adalah ilmu atau studi yang mempelajari kehidupan manusia sehari-hari
e. Von Neuman dan Morgentern
Ilmu ekonomi adalah disiplin ilmu yang sayang sekali bila tidak diperlakukan secara tidak ilmiah, karena para tokoh terkemukanya sibuk mengurusi solusi-solusi untuk menghadapi  masalah-masalah mendesak zaman itu.
f. M. Manulang
Ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran (suatu keadaan di mana manusia dapat memenuhi kebutuhannya, baik barang-barang maupun jasa)
g. Lipsey
Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
    jika disimpulkan lagi dari pendapat-pendapat tersebut walaupun kalimatnya berbeda tersirat bahwa hakikatnya ilmu ekonomi merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam mencapai kemakmuran yang diharapkan dengan  memilih penggunaan sumber daya produksi yang sifatnya langka atau terbatas.
    Dengan kata lain yang sederhana bahwa ilmu ekonomi merupakan suatu disiplin ilmu tentang aspek-aspek ekonomi dan tingkah laku manusia.

2. Pembagian Ilmu Ekonomi

Alfred W.Stonier dan Douglas C.Hague membagi ilmu ekonomi kedalam tiga kelompok, yaituekonomi deskriptip, teori ekonomi, dan ekonomi terapan.

a. Ekonomi Deskriptif

Ekonomi deskriptif adalah bagian dari ilmu ekonomi yang memaparkansecara apa adanya tentang kehidupan ekonomi suatu negara atau daerah pada suatu masa tertentu. Sebagai contoh, keadaan petani di Jawa tengah , keadaan ekonomi indonesia pada tahun 2010, ekonomi Jepang pasca-perang dunia 2, dan sebagainya.

b. Teori Ekonomi

Teori ekonomi adalah ilmu yang menganalisis tentang hubungan antar variabel ekonomi. Teori ekonomi dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1) Teori Ekonomi Mikro
   Berdasarkan pola dan ruang lingkup analisisnya, tori ekonomi mikro dapat didefinisikan sebagai suatu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, seperti penawaran, permintaan dan harga barang atau jasa.
   Teori ekonomi mikro membicarakan dan membahas unit-unit individu seperti perusahaan dan rumah tangga, misalnya bagaimana suatu rumah tangga mengalokasikan pendapatannya untuk membeli berbagai barang dan jasa, serta bagaimana penentuan tingkat produksi suatu perusahaan agar dapat diperoleh laba yang maksimal. Selain itu, tori ekonomi mikro juga membahas tentang biaya perusahaan dalam menghasilkan suatu produk tertentu, jenis-jenis struktur pasar, dan sebagainya. Dengan demikian, objek penelitian teori ekonomi mikro adalah rumah tangga konsumsi (perorangan), rumah tangga produksi (perusahaan), dan cabang perusahaan atau industri.
    Adapun aspek-aspek analisis ekonomi mikro antara lain analisis biaya atau manfaat, permintaan dan penawaran, elastisitas, model-model pasar, industri, serta teori harga dan teori produksi.
Terdapat tiga teori dalam ekonomi mikro, yaitu sebagai berikut.

  • Teori harga, menganalisis tentang interaksi antar permintaan dan penawaran barang dan jasa dalam suatu pasar, bentuk pasar, elastisitas permintaan dan penawaran, dan sebagainya.
  • Teori produksi, menganalisis tentang masalah biaya produksi, jumlah produksi, dan tingkat produksi optimal sehingga dapat mencapai laba maksimal
  • Teori distribusi, menganalisis tentang masalah-masalah pendistribusian faktor-faktor produksi, tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayarkan kepada pemilik modal, dan tingkat keuntungan dari perusahaan.

2)Teori Ekonomi Makro
   Teori ekonomi makro mempelajari tentang totalitas atau keseluruhan masalah-masalah dalam kegiatan perekonomian. secara ringkas, masalah utama ekonomi makro yang dihadapi suatu negara adalah masalah pertumbuhan ekonomi, masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi, masalah pengangguran, masalah infilasi, serta masalah ketimpangan neraca pembayaran dan perdagangan. Disamping menjelaskan masalah masalah ekonomi, teori ekonomi makro juga menerangkan kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
   Bila ditinjau lebih lanjut, ekonomi makro membahas isu-isu pentig yang selalu dihadapi suatu perekonomian. aspek analisis teori ekonomi makro antara lain pendapatan nasional, neraca pembayaran, kesempatan kerja, dan inflasi yang terjadi dalam perekonomian.

c. Ekonomi terapan

     Ekonomi terapan adalah bagian dari cabang ilmu yang membahas secara khusus tentang penerapan ilmu ekonomi dalam suatu rumah tangga produksi, misalnya ekonomi perusahaan, ekonomi perbankan dan sebagainya.
    Ekonomi terapan merupakan penggunaan teori ekonomi pada masalah-masalah ekonomi tertentu untuk merumuskan kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomi. Dengan ekonomi terapan, kita dapat melihat manfaat langsung teori ekonomi itu dalam kehidupan sehari-hari
    Kajian ekonomi terapan memiliki tujuan membantu manusia menyelesaikan masalah yang mereka hadapi sehingga ekonomi terapan bisa disebut sebagai bentuk praktis dari teori yang dikembangkan oleh para ahli ekonomi. ekonomi terapan muncul sebagai bentuk reaksi masalah yang ada di tengah kehidupan manusia. Tujuannya menyelamatkan manusia dari permasalahan yang mereka hadapi tersebut.

3. Peran dan Manfaat Mempelajari Ilmu Ekonomi

    Mengapa kita perlu mempelajari ilmu ekonomi? ilmu ekonomi mempunyai peran yang penting dalam kehidupan kita, yaitu untuk membantu memecahkan masalah ekonomi. secara individu, dengan memanfaatkan ilmu ekonomi kita dapat mengatur kehidupan pribadi kita seperti bagaimana mengalokasikan uang yang terbatas, waktu yang terbats, dan tempat yang terbatas. Setiap individu atau pribadi mempunyai cara-cara tersendiri dalam mengalokasikan keterbatasan pendapatan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
      Adapun peran ilmu ekonomi yang lebih luas adalah membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi pada masyarakat, negara, ataupun dunia internasional karena kelangkaan yang dirasakan oleh semua ppihak.
   Menurut Mankiw, manfaat mempelajari ilmu ekonomi yaitu sebagai berikut.

  • Ilmu ekonomi dapat membantu memahami wujud perilaku ekonomi dalam dunia nyata secara lebih baik.
  • Dengan mempelajari ilmu ekonomi akan membuat seseorang lebih mahir atau lihai dalam perekonomian.
  • Dengan menguasai ilmu ekonomi akan memberikan pemahaman atas potensi dan keterbatasan kebijakan ekonomi.

B. Kebutuhan Manusia

Setiap individu baik perseorangan maupun produsen selalu menghadapi masalah-masalah ekonomi. Setiap individu mempunyai kebutuhan yang beraneka ragam. satu kebutuhan terpenuhi muncul kebutuhan-kebutuhan lain.Setiap hari Anda harus makan, minum, membeli bensin, pulsa dan masih banyak lagi.. Pada dasarnya,inti masalah ekonomi yaitu kebuthan manusia yang banyak dan tidak terbatas jumlahnya, sementara alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa jumlahnya terbatas.

1. Deskripsi Kebutuhan Manusia

a. Pengertian Kebutuhan

   Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup gunamencapai taraf hidup sejahtera. Pada dasarnya kebutuhan berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup manusia.
   Untuk mempertahankan hidup, manusia harus memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Selain itu, ada keinginan hidup layak menyebabkan kebutuhan hidup manusia beraneka ragam dan selalu bertambah. Akibatnya, kebutuhan manusia terjadi tidak terbatas.

b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Manusia Tidak Terbatas.

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.

  1. Sifat alami manusia, manusia memiliki sifat selalu merasa kurang puas. Semakin banyak sarana yang ia miliki akan semakin banyak pula kebutuhan yang ingin dipenuhi. Satu kebutuhan telah terpenuhi muncul kebutuhan-kebutuhan lain.
  2. Tingka pendapatan, semakin tinggi pendapatan seseorang akan semakin banyak kebutuhan yang ingin dipenuhi.faktor lingkungan, lingkungan tempat tinggal mendorong manusia untuk bertindak menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat ia tinggal.
  3. Lingkungan sosial, Dalam hidup bermasyarakat, budaya dan keadaan sosial sangat memengaruhi perilaku anggota masyarakat. Hal ini dapat menimbulkan sifat-atau kebiasaan untuk meniru tingkah laku orang lain(demonstration effect0
  4. Kemajuan teknologi informasi, dengan adanya kemajuan teknologi, informasi tentang barang-barang dengan teknologi dan model terbaru dapat dengan mudah diketahui oleh banyak orang , baik melalui radio, televisi, internet, maupun media cetak sehingga orang-orang akan terdorong rasa ingin tahu dan memilikinya.
  5. Akulturasi budaya, unsur kebudayaan yang satu dapat berpengaruh terhadap kebudayaan yang lain.Dengan masuknya budaya lain terhadap budaya yang sudah ada dapat menimbulkan kebutuhan baru.
  6. PerdaganganInternasional, dengan perdagangan internasional akan terjadi perdagangan antarnegara sehingga arus barang semakin cepat dan beranekaragam yang dapat mendorong meningkatnya kebutuhan.

c.Macam-Macam Kebutuhan Manusia

1)Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaan

  • Kebutuhan primer, adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi oleh setiap orang demi kelangsungan hidupnya.Contoh: makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
  • Kebutuhan sekunder, adalah kebutuhan yang bersifat sebagai pelengkap kebutuhan pokok (kebutuhan primer). Contoh :radio, parabot rumah tangga, meja, dan kursi.
  • Kebutuhan tersier, adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan  primer dan sekunder terpenuhi dengan baik. Pada umumnya, pemenuhan kebutuhan tersier dilakukan oleh orang-orang yang berpenghasilan tinggi untuk menunjukan status sosial dan identik dengan unsur kemewahan. Contoh :mobil mewah, perhiasan, dan berlian.

2)Kebutuhan Menurut waktu Pemenuhannya

  • Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan yang bersifat mendesak dan tidak dapt tidunda pemenuhannya.Contoh :obat untuk orang sakit dan kebutuhan jasa pemadam kebakaran ketika terjadi kebakaran.
  • Kebutuhan masa yang akan datang atau masa depan, adalah kebutuhan yang pemenuhannya masih dapat ditangguhkan pada waktu yang akan datang atau masih dapat ditangguhkan pada waktu yang akan datang atau masih dapat dipersiapkan dari sekarang tanpa mengganggu kebutuhan sekarang. Contoh : menabung untuk biaya pendidikan.

3)kebutuhan Menurut Sifatnya.

  • Kebutuhan jasmani, adalah kebutuhan yang diperlukan oleh fisik atau badan manusia agar dapat hidup secara layak dan baik.Kebutuhan jasmani erat hubungannya dengan kebutuhan fisik, seperti menjaga kesehatan atau penampilan.
  • Kebutuhan rohani, adalah kebutuhan yang dapat memberikan rasa puas pada jiwa, rohani, dan perasaan seseorang. apabila kebutuhan rohani terpenuhi manusia kan merasa senang, aman, tentram dan terhibur. Contoh :rekreasi, beribadah, dan kasih sayang.

4)Kebutuhan Manusia Subjek yang membutuhkan

  • Kebutuhan pribadi, adalah kebutuhan yang digunakan untuk pemenuhan atau pemuasan kebutuhan seseorang secara individu (pribadi). Contoh : kebutuhan  seorang pelajar akan buku pelajaran, serta kebutuhan nelayan akan jala dan perahu.
  • Kebutuhan kelompok, adalah kebutuhan yang dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan umum atau orang banyak. Kebutuhan umum atau kolektif erat hubungannya dengan kesejahteraan, ketertiban, keamanan, keindahan, dan kemakmuran masyarakat. Contoh : jalan raya, jembatan, dnan seragam bagi tim olahraga.

2. Barang dan Jasa sebagai alat Pemenuhan Kebutuhan

     Demi kelangsungan hidup, manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang beraaneka ragam melalui alat pemuas kebutuhan.Alat pemuas kebutuhan tersebut berupa barang atau jasa.
   Macam-macaam barang atau benda sebagai alat pemuas kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

a. Dari Segi Cara Memperoleh

  • Barang ekonomi, adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan (waktu, biaya atau tenaga).
  • barang bebas, adalah barang yang tersedia dalam jumlah berlimpah melebihi jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Oleh karena merupakan barang bebas, untuk memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan, misalnya sinar matahari, dan udara.
  • Barang illith, adalah benda yang jika jumlahnya berlebihan dapat membahayakan dan mendatangkan  bencana. Oleh karena itu, perlu dikurangi penggunaannya. Sebagai contoh , air jika dalam jumlah sedikit dapat berguna bagi kehidupan manusia, tetapi bila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan banjir.

b. Dari Segi Cara Penggunaan

  • Barang konsumsi, adalah barang yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia . Barang konsumsi sering disebut dengan barang jadi atau barang akhir. Barang konsumsi ada dua, yaitu barang konsumsi tidak tahan lama, misalnya makanan, dan barang konsumsi tahan lama , misalnya, misalnya pakaian. Makanan tidak tahan lama akan habis dalam satu kali makan, sedangkan pakaian dapat digunakan lebih dari satu kali.
  • Barang produksi, adalah barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia  secara tidak langsung. Barang produksi digunakan dalam proses produksi lanjutan untuk menghasilkan barang konsumsi atau barang modal lainnya. Barang produksi ada dua, yaitu barang produksi tidak tahan lama (habis dalam satu kali proses produksi0, misalnya cangkul , mesin, dan daging.

c. Dari Segi Hubungannya dengan Barang Lain

  • Barang subtitusi, adalah barang yang dapat dipakai untuk menggantikan fungsi barang lainnya. Barang subtitusi disebut juga barang pengganti, misalnya singkong untuk menggantikan beras, telur untuk menggantikan daging, dan kertas pembungkus untuk menggantikan daun pisang.
  • Barang komplementer, adalah barang yang bersifat sebagai pelengkap bagi kegunaan barang lain. Barang komplementer disebut juga barang pelengkap , misalnya mobil dengan bensin, pulpen dengan tinta dan kopi dengan gula.

d. Dari Segi Proses Pembuatannya

  • Barang mentah, adalah barang yang belum siap digunakan tanpa pengolahan terlebih dahulu , misalnya bijihbesi sebagai bahan mentah pembuatan besi dan baja, serta getah karet untuk pembuatan ban.
  • Barang setengah jadi, bisa digunakan sebagai barang konsumsi akhir maupun sebagai bahan baku produksi, misalnya benang untuk menjahit atau sebagai bahan baku produksi, misalnya barang untuk menjahit atau sebagai bahan baku tekstil , dan kertas untuk membungkus atau sebagai bahan untuk membuat buku.
  • Barang jadi, adalah barang yang siap untuk dikonsumsi langsung, misalnya pakaian, sepatu, dan sebagainya.

3. Nilai Guna Barang

   Suatu barang diperlukan manusia jika barang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, manusia selaluberusaha untuk meningkatkan kegunaan suatu barang. Jika tidak diperlukan, barang tidak mempunyai nilai guna bagi seseorang.Secara umum, kegunaan barang dapat digolongkan menjadi enam, yaitu sebagai berikut.
a. Kegunaan Bentuk (Form Utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika diubah dari bentuk asalnya, misalnya kayu menjadi perabotan rumah tangga (neja, kursi, dan lemari) serta benang menjadi kain.
b. Kegunaan Tempat (Place Utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika berada  pada tempat yang tepat, misalnya pasir yang dipindahkan dari sungai ke toko bangunan.
c. Kegunaan Kepemilikan (Ownership Utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika telah dimiliki atau disewa oleh orang yang membutuhkan. Buku pelajaran di toko buku tidak mempunyai nilai guna, tetapi jika dimiliki oleh pelajar akan berguna menambah ilmu. Kamar hotel akan berguna jika disewa oleh orang yang membutuhkan.
d. Kegunaan Waktu (Time Utility)
Suatu barang akan bermanfaat jika digunakan pada waktu yang tepat, misalnya jas hujan digunakan saat hujan.
e. Kegunaan Pelayanan (Service utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika dapat memberikan jasa, misalnya televisi akan berguna jika ada siaran.
f. Kegunaan Dasar (Elementary Utility)
kegunaan dasar adalah peningkatan dari bahan dasar menjadi bahan jadi yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi daripada barang asalnya, misalnya kapas sebagai bahan dasar pembuatan benang sebagai dasar pembuatan kain.

C. Kelangkaan Sumber Ekonomi

  Kelangkaan sumber ekonomi terjadi akibat kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan berupa barangdan jasa jumlahnya terbatas. Oleh karena terjadi kelangkaan untuk mendapatkan barang dan jasa tersebut, manusia harus melakukan pengorbanan berupa uang maupun pilihan dalam memperoleh barang dan jasa

1. Pengertian Kelangkaan

  Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup tidak pernah ada puasnya. Kebutuhan manusia beraneka ragam dan terus menerus ada. Semakin lama kebutuhan manusia semakin bertambah banyak, baik jumlah, mutu, maupun coraknya. Pertambahan tersebut tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, akan ada sebagian orang yang tidak mendapatkan alat pemuas kebutuhan yang diinginkan, baik karena tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan (harga barang) maupun karena barang sudah habis. Keadaan tersebut disebut sebagai kelangkaan. Jadi kelangkaan dapat diartikan sebagai situasi atau keadaan dimana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kuran gatau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia.
    Kelangkaan tidak hanya berarti segala sesuatu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sulit diperoleh. Kelangkaan dapat juga dapat diartikan sebagai kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dan jumlah kebutuhan hidup yang tidak terbatas. Kelangkaan timbul karena kebutuhan manusia terus bertambah

2. Faktor-faktor yang Menyebabkan Kelangkaan

   Kelangkaan sumber daya ekonomi dialami oleh setiap orang, bangsa, dan negara. Meskipun kondisinya berbeda-beda, pokok permasalahan umumnya sama, yaitu cara manusia memenuhi kebutuhan hidup yang beragam dihadapkan dengan ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas. Masalah kelangkaan timbul karena faktor keterbatasan sumber daya, perbedaan letak geografis, ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk dengan tingkat produksi, rendahnya kemampuan produksi, lambatnya perkembangan teknologi, dan terjadinya bencana alam.

3. Pengalokasian Sumber daya

    Inti pengalokasia sumber daya adalah efisiensi dan pemerataan. Efisiensi menunjuk pada kondisi ideal ketika suatu masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat maksimal dari penggunaan segenap sumber daya yang langka. Adapun pemerataan menunjuk pada kondisi ideal ketika penggunaan sumber daya yang langka terbagikan secara adil diantara segenap warga masyarakat.
Sumber daya terdiri dari tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Sumber daya alam
   Ada dua jenis sumber daya alam, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui tidak akan habis selama masih dikembangbiakan, Contohnya tumbuhan dan hewan. Adapun sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui terbentuk melalui proses alam selama jutaan tahun sehingga tidak dapat diperbaharui oleh manusia, contohnya bahan tambang dan minyak bumi.
   Semua kekayaan alam yang tersedia tersebut harus dimanfaatkan dan dikeola dengan baik sehingga memberi manfaat bagi kemakmuran rakyat.  Sebagai contoh, tanah dapat dimanfaatkan untuk mendirikan bangunan, lahan pertanian, perkebunan, perternakan, dan perumahan. Cadangan mineral seperti emas dan besi digunakan sebagai bahan baku industri batu bara dan minyak bumi dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar.
    Oleh karena sebagian sumber daya alam sifatnya tidak dapat diperbaharui, harus dimanfaatkan secara hemat dan efisien. Jika sumber daya alam tidak dapt diperbahrui terkuras dan akhirnya habis, kelak generasi selanjutnya tidak lagi bisa menikmati kekayaan alam tersebut.
b. Sumber Daya Modal 
    Sumber daya modal atau kapital memberi kontribusi bagi kegiatan produksi ataupun pendukung sarana sosial dan ekonomi. Uang, mesin, peralatan industri, gedung, kendaraan, jalan raya, dan jembatan merupakan contoh modal. Modal digunakan untuk meningkatkan produksi dan pembangunan ekonomi.
   Pengalokasia dan pemanfaatan sumber daya mineral tersebut harus dilakukan secara merata dan efisisen selain itu, sumber daya modal juga harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Salah satu caranya dengan merawat agar tahan lama.
c. Sumber Daya Manusia
   sumber daya manusia memegang peranan penting dalam proses produksi dan pembangunan. Hal tersebut karena manusia itu sendiri adalah pelaksana utama dalam seluruh proses pembangunan ataupun produksi. Dalam proses produksi ada dua unsur dari sumber daya manusia, yaitu tenaga kerja dan kewirausahaan.
    Sumber daya manusia memanfaatkan kekuatan fisik, keahlian, dan kepribadian manusia. Kekuatan fisik manusia tercermin dari kesehatan dan kemapuan fisiknya manusia yang sehat dan kuat tentu dapat bekerja dan belajar dengan baik. Selain fisik yang sehat dan kuat, keahlian yang dimiliki seseorang juga menentukan  kualitas sumberdaya manusia. Sementara itu, kepribadian ditentukan oleh sikap jujur dan keadilan seseorang.

D. Biaya Peluang/Kesempatan (Opportunity Cost)

   Manusia sebagai makhluk ekonomi mempunyai kebutuhan yang beraneka ragam dan tidak terbatas jumlahnya. Untuk mengatasinya, manusia melakukan pilihan dalam mengonsumsi barang atau jasa tersebut sehingga memperoleh kepuasan maksimal. Akibat dipilihnya satu alternatif kebutuhan sehingga harus mengorbankan alternatif kebutuhan lain. Alternatif yang ditinggalkan itulah yang disebut biaya peluang (opportunity cost).

1. Pengertian Biaya Peluang

   Kelangkaan yang terjadi menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang beraneka ragam oleh individu, perusahaan ataupun masyarakat sehingga memaksa untuk melakukan pilihan. Pada setiap kegiatan, mereka harus melakukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif yang dianggap paling menguntungkan. Pilihan-pilihan tersebut dapat berupa pilihan untuk mengonsumsi barang atau jasa dan dapat pula berupa pilihan untuk memproduksi barang atau jasa.
   Pilihan yang dilakukan oleh sekelompok individu ataupun perusahaan dalam mengonsumsi atau produksi karena kelangkaan yang dihadapi. Pilihan yang dibuat  akan menimbulkan dikorbankannya pilihan lain sehingga menimbulkan biaya peluang. Jadi biaya peluang adalah pengorbanan yang dilakukan seseorang karena mengambil sebuah pilihan.

2. Menentukan Pilihan dari Berbagai Alternatif.

     Jika terjadi kelangkaan sumber daya, tidak semua kebutuhan dapat terpenuhi. Oleh karena itu , manusia harus menentukan pilihannya. Pilihan yang dibuat merupakan keputusan ekonomi yang harus diambil guna memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas sebagai akibat dari sumber daya yang terbatas.
   Dalam memilh setiap keputusan ekonomi perlu dibuat sebuah daftar pilihan (skala prioritas) untuk menentukan mana yang hendak diputuskan. Setiap kali memutuskan sebuah pilihan berarti ia harus mengorbankan pilihan lainnya untuk tidak dipilih.
   Untuk mengatasi masalah bagaimana menetapkan pilihan, baik individu, perusahaan, maupun negara mempunyai cara yang berbeda-beda yaitu sebagai berikut.
a. Konsumen/Individu
 KOmsumen dapat membuat daftar urutan barang-barang yang dibutuhkan sesuai dengan kepuasan yang sebesar-besarnya daari sumber keuangan yang tersedia 9pendapatan)
b. Pemilik Perusahaan
  Oleh karena kegiatan perusahaan bertujuan mencari keunungan (profit motive). Untuk mendapatkan keuntungan maksimal harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  • Jenis barang dan jasa banyak mendatangkan keuntungan.
  • Kombinasi jenis dan jumlah faktor produksi yang akan meminimalkan ongkos produksi.

c. Negara
  Oleh karena negara sebagai pelaku kegiatan ekonomi untuk kepentingan umum (social economi), sumber daya yang tersedia harus diatur penggunaannya oelh pemerintah.  Untuk menciptakan kesejahteraaan setinggi mungkin, semua sumber daya yang dimiliki harus dikelola dan dialokasikan  dengan sebaik dan seefisien mungkin. Meski demikian, hal itu tidaklah mudah karena sumber daya memiliki sifat terbatas. Namun, pemanfaatan sumber daya tersebut harus selalu dilakukan dengan mempertimbangkan apakah pengalokasiannya membawa manfaat bagi masyarakat atau tidak.

3. Biaya Peluang pada Tenaga Kerja

    Dalam suatu produksi, biaya peluang sering muncul pada penggunaan tenaga kerja. Tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi memiliki keterbatasan dalam hal waktu, kesempatan dan keahlian. Biaya peluang pada tenaga kerja merupakan nilai dari kesempatan kerja untuk memproduksi barang lain.

One Response

Add a Comment