Metode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, dan Keselamatan di Laboratorium Kimia

Metode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, dan Keselamatan di Laboratorium Kimia

Halo sobat Artikel Pandai, kali ini Admin akan membahas mengenai Metode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, dan Keselamatan di Laboratorium Kimia. Semoga bermanfaat ya sobat.

A. Metode Ilmiah 

    Ilmu kimia terdiri dari teoretis dan bagian empiris yang saling mendukung satusama lain. Kajian teoretis merupakan usaha untuk menerapkan hukum-hukum fisika dan teorema matematika guna mengungkap sifat gejala alam. Kajian secara empiris merupakan usaha untuk menemukan keterarturan berdasarkanfakta yang ada di alam menggunakan metode ilmiah. Kedua kajian tersebut menghasilkan konsep atau prinsip-prinsip yang melahirkan hukum-hukum kimia yang kemudian berkembang menjadi model atau teori dalam kimia.
     Kajian yang diterapkan untuk mengembangkan ilmu kimia menggunaka langkah-langkah yang sistematis. Metode ilmiah merupakan metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkap suatu  permasalahan yang ada.
    Tahapan-tahapan dalam metode ilmiah adalah sebagai beerikut.

1. Observasi (melakukan pengamatan)

   Observasi yaitu kegiatan yang menggambarkan pengumpulan informasi yang didata , di klasifikasi masalah-masalahnya, dan dirumuskan menjadi rumusan masalah yang dapat diperkirakan pemecahannya. Pengamatan dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif (pengukuran). Contoh pengamatan kualitatif, seperti langit berwarna biru dan wujud alkohol berupa cair. Contoh pengamatan kuantitatif, seperti tekanan gas pada 1 atm dan suhu air 30 derajat C.

2. Mencari Pola Berdasarkan Pengamatan

     Pola dari hasil pengamatan akan melahirkan rumusan yang disebut hukum alam . Hukum alam adalah hukum yang mengatur alam semesta, yaitu suatu pernyataan yang mengungkapkan prilaku umum suatu objek atau gejala yang diamati. Pengamatan ini dapat digeneralisasikan sebgai hukum alam yang dapat dinyatakan dalam bentuk rumusan matematis
 Contoh : pengamatan mengenai reaksi kimia diperoleh bahwa massa zat-zat sebelum bereaksi dan setelah bereaksi tidak berubah. Hasil pengamatan ini disebut sebagai hukum kekekalan massa.

3. Perumusan Teori

     Teori atau model terdiri dari sejumlah asumsi yang dijadikan sebagai pijakan untuk menerangkan perilaku materi yang diamati. Asumsi dalam perumusan teori disebut dengan hipotesis. Hipotesis yang sejalan dengan kajian-kajian sejumlah percobaan disebut dengan teori atau model.
  Perbedaan antara amatan dan teori sebagai berikut.
a. Amatan adalah fakta yang berlangsung secara seimbang.
b. teori merupakan suatu tafsiran atau spekulasi manusia terhadap kejadian alam. Teori dapat berubah menurut hasil pengukuran mutakhir yang ditemukan. teori merupakan hasil eksperimen yagn menjelaskan kebenaran / kesalahan hipotesis.

4. Pengujian Teori

    Model/ teori yang dikembangkan belum tentu sempurna sesuai dengan keadaan alamiahnya sehingga teori/ model dalam ilmu pengetahuan alam selalu dikoreksi dan dikaji secara berkesinambungan. Model terus-menerus disempurnakan melalui percobaan dengan menyempurnakan metode dan alat-alat yang digunakan dalam pengamatan agar pendekatan yang diharapkan lebih mendekati gejalana lam yang sebenarnya.

Sikap-sikap dalam melakukan penelitian ilmiah di antaranya sebagai berikut.

1. membedakan fakta dan gosip.
2.berani dan santun dalam bertanya atau berargumen .

3.selalu intropeksi (evaluasi diri)
4.mengembangkan keingintahuan.
5.peduli terhadap lingkungan,sosial,budaya,dan fisik.
6.setiap keputusan yang di buat selalu dipertanggungjawabkan.

     Aspek penting dalam penelitian ilmiah adalah eksplorasi.eksplorasi dapat membantu mengorganisasikan pengetahuan dan meramalkan kemungkinan gejala berikutnya.hipotesis merupakan eksplorasi sementara dari beberapa keteraturan alam sehingga hipotesis harus diuji melalui percobaan baru. jika hipotesis dasar ilmiah dan berhasi melewati serangkaian pengujian,hipotesis tersebut menjadi suatu teori.
    berikut merupakan skema tentang hubungan percobaan dengan eksplorasi. Eksplorasi dapat membantu mengorganisasikan pengetahuan dan meramalkan kemungkinan gejala berikutnya. Hipotesis merupakan eksplorasi sementara dari beberapa keteraturan alam sehingga hipotesis harus diuji melalui percobaan baru. jika hipotesis adalah dasar ilmiah dan berhasil melewati serangkaian pengujian , hipotesis tersebut menjadi suatu teori.
Berikut merupakan skema tentang hubungan percobaan dengan eksplorasi.

—>Percobaan —>
(hasil percobaan mendukung atau mengubah eksplorasi)
(eksplorasi yang digunakan sebagai bahan percobaan baru)
<—Eksplorasi<—

B. Hakikat dan Peran Kimia dalam Kehidupan

  Apa ilmu kimia itu? Ilmu kimia adalah ilmu alam yang secara khusus mempelajari tentang susunan, struktur , sifat, perubahan materi , baik perubahan kimia maupun perubahan secara fisika, serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Bidang yang dipelajari dalam ilmu kimia begitu luas  sehingga perlu dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kimia fisika, kimia analitik, kimia organik, kimia anorganik, dan biokimia.
untuk memperdalam pengertian dari ilmu kimia, coba Kamu renungkan pertanyaaan-pertanyaan berikut.
1. Apa pengertian susunan materi?
2. Apa air itu?
3. Apa hakikat perbedaan dan persamaan air dan zat lainnya?
4. Mengapa alkohol da[at terbakar, sedangkan air tidak dapat terbakar?
    Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa, menempati volume, dan mempunyai sifat dapat diindra seperti dapat dilihat, dicium, didengar, dirasa, dan diraba.
    Air adalah senyawa yang tersusun dari dua jenis unsur yaitu hidrogen dan oksigen, sedangkan alkohol merupakan senyawa yang tersusun dari tiga jenis unsur yaitu karbon, hidrogen , dan oksigen.
    Setiap zat memiliki susunan tertentu yang berbeda dari zat lainnya. Pengetahuan tentang susunan suatu zat membantu untuk memeahami sifat zat tersebut.
     Dalam kimia dipelajari tentang struktur materi. Pengertian struktur materi adalah gambaran tentang bagaimana atom-atom saling terkait. Struktur akan memengaruhi sifat-sifat materi tersebut. Materi terdiri dari partikel dasar yang disebut atom. Atom sejenis atau berlainan dapat bergabung membentuk molekul. Atom dan molekul bersifat netral.
     Ilmu kimia juga mempelajari tentang sifat materi. Setiap zat di bumi ini memiliki sifat khas yang membedakan dari zat lainnya. Berdasrkan kemiripan sifat suatu zzat, maka zat tersebut dapat diklasifikasikan sehingga akan sangat memudahkan kita untuk mempelajari ilmu kimia.
    Ilmu kimia mempelajari tentang perubahan materi. Untuk membuat bahan baru dari bahan lain, bahan-bahan tersebut harus dipelajari tentang perubahan materinya, seperti pembuatan obat-obatan dari bahan sintetis (bukan alami), Pembuatan plastik, pembuatan karet, dan sebagainya.

  Peran kimia dalam kehidupan sebagai berikut.

1. Ilmu Kimia Sangat berperan dalam Kehidupan Sehari-hari
   Ilmu kimia banyak memberikan manfaat, kemudahan , dan menyejahterakan kehidupan di bumi, seperti menghasilkan pupuk, sabun, sampo, bahan pengawet, pipa, plasttik, dan lain-lain.

2. Ilmu Kimia Mengatasi Berbagai Gejala Alam yang Merugikan
   Ilmu kimia juga dapat mengatasi berbagai gejala alam yang merugikan , seperti terjadinya korosi karena hujan dan lingkungan yang asam. Logam besi bereaksi dengan oksigen dari udara membentuk karat besi yang berwarna merah coklat. Terjadinya perkaratan sangat merugikan bagi manusia karena bahan mudah rapuh , menelan biaya yang tinggi , dan memboroskan sumberdaya alam . Dengan ilmu kimia terjadinya korosi dapat dicegah sebelumnya dengan metode pengecetan , penyepuhan besi dengan logam yang sukar terkorosi, dan perlingdungan katode (proteksi katodik).

3. Zat-Zat Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari
  Zat kimia dapat bermanfaaat memberikan kemudahan dan kesejahteraan , seperti berikut.

  • Pembuatan pupuk, pupuk digunakan untuk meningkatkan produksi bagi pertanian.
  • Bensin sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor agar dapat bergerak/berjalan dengan mudah serta membantu mobilitas manusia.
  • Untuk memekarkan adonan kue ditambahkan soda kue . Soda kue dalam adonan akan terurai menghasilkan gas karbon dioksida sehingga adonan menjadi mengembang dan berongga.

4. Ilmu Kimia Berperan dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Peralatan-peralatan perubahan kimia yang canggih menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi.

  • Alat untuk mendeteksi tingkat pencemaran udara.
  • Pembuatan microchip komputer dari logam silikon dengan kualitas tinggi.

5. Ilmu Kimia Berperan Menyelesaikan Masalah
 Masalah global yang utama berupa lingkungan hidup dan krisis energi. Pembakaran minyak bumi terus-menerus mengakibatkan tingkat polusi  yang tinggi sehingga cadangan minyak kimia akan habis, dan menyebabkan krisis energi. Untuk mengatasi hal tersebut, manusia berupaya mencari sumber-sumber energi baru, seperti energi surya (matahari) , energi nuklir, geotermal (panas bumi) dan lain-lain.

C. Keselamatan dan Keamanan di Laboratorium

    laboratorium merupakan tempat untuk eksperimen yang sangat membantu dalam mempelajari ilmu kimia. Fungsi laboraturium di sekolah adalah sebagai berikut.
1. Membantu memahami konsep-konsep kimia.
2. Membuktikan berbagai konsep kimia.
3. Tempat melakukan penelitian sederhana.
  Di laboratorium terdapat beberapa zat kimia yang memiliki sifat racun, mudah terbakar, korosif, dan sebagainya. Berikut zat-zat berbahaya yang memiliki label tersendiri pada botol penyimpanannya.

Dalam menggunakan laboratorium ada beberapa aturan tentang alat dan kegunaannya, seperti yang terdapat pada tabel berikut.

Selama di laboratorium Anda harus memakai peralatan perlindungan diri agar tidak membahayakan diri. Peralatan tersebut diantaranya sebagai berikut.

Disetiap laboratorium memiliki aturan-aturan yang harus ditaati dan dijalankan oleh setiap praktikan. Tata tertib tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Siswa yang masuk ke dalam laboratorium harus didampingi oleh guru pembimbing praktikum.
  2. Menggunakan baju khusus untuk kerja laboratorium (jas laboratorium) saat melakukan percobaan.
  3. Dilarang mencicipi bahan kimia.
  4. Mencium bahan kimia tidak boleh langsung menghirup uapnya dari botol atau wadahnya. Cara mencium bahan kimia adalah dengan cara mengibaskan tangan di atas botol atau wadah zat yang mengelurakan uap ke arah hidung sampai bau dapat terdeteksi.
  5. Hendaknya selalu berhati-hati dan menghindari kebakaran. Kayu atau kertas yang terbakar atau membara jangan diletakan atau dibuang pada tempat sampah. Untuk menyalakan pemanas, jangan menggunakan kertas yang dibakar.
  6. Jika terjadi kecelakaan, barang pecah, atau alat rusak, harus segera dilaporkan kepada guru yang sedang bertugas pada waktu itu.
  7. Jangan mencampurkan bahan kimia secara sembarangan. Alat dan bahan kimia harus digunakan menurut petunjuk yang diberikan.
  8. Pada saat memanaskan bahan kimia dalam tabung reaksi, mulut tabung jangan diarahkan ke teman di dekat anda.
  9. Supaya tidak memegang benda panas tanpa diketahui sebelumnya, rasakn suhu benda itu terlebih dahulu dengan mendekatkan telapak tangan ke benda yang dikira masih panas tersebut.
  10. Jika memasukan pipa kaca ke dalam sumbat karet, gunakan gliserin atau pelicin yang lain dan lindungi tangan . Jika reaksi yang terjadi adalah reaksi organik pelicin yang digunakan adalah air.
  11. Setelah digunakan alat-alat harus dibersihkan , kemudian dikembalikan ke tempat semula. Sebelum ditinggal, meja praktikum harus dalam keadaan bersih dan kering.
  12. Setelah praktikum selesai, tangan harus dicuci hingga bersih (dengan sabun).

   Berikut beberapa petunjuk khusus pada saat melakukan percobaan. 

  1. Menyiapkan alat dan bahan percobaan yang diperlukan saja. Lihat dan pahami alat dan bahan dalam petunjuk kerja dalam setiap percobaan. Meletakan peralatan sesuai dengan posisi alat tersebut, Jangan meletakan sembarangan.
  2. Pergunakan kacamata laboratorium pada saat mengamati suatu reaksi / percobaan yang dilakukan.
  3. lakukan  pemanasan cairan dalam tabung reaksi dengan benar. Arah mulut tabung reaksi harus menjauh dari praktikan dan teman Anda.
  4. Lakukan penciuman bahan kimia dengan benar, jangan menghirup bahan kimia secara langsung.
  5. Jangan mengembalikan sisa ke dalam botol stok bahan kimia.

    Add a Comment