Pengertian Kingdom Protista ( Ciri-ciri, Protista Mirip jamur,Protista Mirip Hewan, Protista Mirip Tumbuhan alga atau ganggang)

KINGDOM PROTISTA

Halo sobat, kali ini Admin akan membahas Artikel Pandai mengenai “Kingdom Protista”, semoga bisa menambah referensi belajar sobat sekalian.

A.Ciri-Ciri Umum Protista

Apakah Anda suka makan agar-agar? Tahukah Anda bahwa agar-agar merupakan spesies alga. Alga termasuk organisme Protista, yaitu termasuk ke dalam Protista mirip tumbuhan. Selain alga, yaitu protista mirip jamur, protista mirip tumbuhan (alga), dan protista mirip hewan (protozoa).

Kingdom protista merupakan kelompok organisme eukariotik yang bersifat uniseluler atau multiseluler. Anggota dari kingdom protista memiliki kemiripan ciri dengan tumbuhan, hewan, maupun jamur. Organisme protista hidup bebas di air tawar aatau air laut, atau parasit di cairan tubuh atau parasit di jaringan makhluk hidup lain.

Protista berkembang biak secara seksual dan aseksual. Secara seksual, arganisme protozoa berkembang biak dengan pembelahan biner, sedangkan secara aseksual, organisme protozoa berkembang biak dengan cara konjugasi ataupun dengan cara gametogami, baik isogami ataupun anisogami.

B.Protista Mirip Jamur (Jamur Protista) , meliputi :

  • Filum Oomycota (jamur air)
  • Filum Myxomycota (jamur lendir plasmodial)
  • Filum Acrasiomycota (jamur lendir seluler)

Protista mirip jamur (jamur protista) adalah protista heterotrof yang memperoleh makanan dari organisme lain dengan cara menguraikan atau menelan (fagositosis) makanan. Macam-macam jamur protista yang dikelompokkan dalam beberapa jenis yang meliputi kelompok jamur lendir dan jamir air (Oomycota). Jamur lendir terbagi menjadi dua jenis yaitu jamur lendir plasmodial (Myxomycota) dan jamur lendir seluler (Acrasiomycota).

Ciri-Ciri Protista Mirip Jamur (Jamur Protista)

  1. Memiliki sel flagela pada waktu dalam siklus hidupnya
  2. Bersifat heterotrof
  3. Umumnya parasit atau saprofit
  4. Khususnya pada jamur air, memiliki dinding sel yang tersusun oleh selulosa, sedangkan jamur tersusun oleh zat kitin
  5. Membentuk spora diploid dan hasil miosis berupa gamet. Pada jamur air menghasilkan zoospora
  6. Fagositik

Protista mirip jamur tidak dimasukan dalam kelompok jamur karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda dengan jamur. Akan tetapi, protista mirip jamur memiliki beberapa ciri yang sama dengan jamur, yaitu mempunyai struktur yang menghasilkan spora, bersifat heterotrof, dan hidup sebagai parasit atau pengurai dengan mengeluarkan enzim.

Protista mirip jamur dibedakan dalam tiga filum, yaitu sebagai berikut.

1.       Oomycota ( Jamur Air)

   Anggota filum Oomycota biasanya memiliki tubuh berupa benang hifa yang berinti banyak (hifa tak bersekat) dan kebanyakan hidup di habitat akuatik dan terestrial. Selain itu, jamur air bersifat heterotrof dengan cara parasit atau sporofit yaitu mengambil makanan dengan cara memasukan hifa ke dalam jaringan inang, mengeluarkan enzim pencerna, kemudian menghisap larutan hasil pencernaan.

  Oomycota berkembang biak secara seksual dan aseksual. Secara seksual perkembangbiakan terjadi dengan penyatuan gamet jantan (dihasilkan oleh anteridium) dan gamet betina (dihasilkan oleh ooginum), sedangkan secara aseksual dengan membentuk zoospora berflagela.

Contoh anggota yang termasuk filum Oomycota, antara lain Phytophthora infestans, Phytium debaryanum, Saprolegina, Saccharomyces cerevisiae, Plasmospora viticola, dan Downy mildew.

2.       Myxomycota (Jamur Lendir Plasmodial)

Filum Myxomycota mempunyai ciri-ciri seperti hewan dan jamur, yaitu pada fase vegetatifnya yang berupa massa sitoplasma yang telanjang (Plasmodium) dan multinukleat (sperti sifat Amoeba), tetapi pada stadium badan buah seperti jamur. Hal tersebut terjadi jika Plasmodium merayap ke tempat yang kering akan membentuk badan buah (fruiting body) yang kemudian badan buah tersebut akan berkembang dan membentuk spora berinti satu yang diselubungi dinding sel.

   Dalam keadaan lingkungan yang sesuai , Myxomycota terus bergerak seperti Amoeba, tetapi jika keadaan lingkungan menguntungkan jamur jenis ini akan membentuk sporangia yang bertangkai yang berisi spora. Spora akan tumbuh menjadi myxamuba atau myxoflagella. Myxomycota bereproduksi secara seksual dengan spora yang dibentuk dalam sporangia bertangkai. Myxomycota banyak dijumpai di hutan basah, baatang kayu membusuk, tanah lembab, dan kayu lapuk. Beberapa contoh Myxomycota , Aethalium septicum, Dictyostelium discodeum, Physarium, Fuligo varians, dan Tubifera sp.

3.       Acrasiomycota (Jamur Lendir Seluler)

Filum Acrasiomycota merupakan jamur lendir yang memiliki inti bersekat. Jamur kelompok ini memiliki tahapan (fase) makan yang berupa sel-sel hidup soliter, tetapi setelah makanannya habis sel-sel tersebut membentuk agregat (koloni) dalam suatu unit. Jamur ini bereproduksi secara seksual dengan singami sel ameboid dan secara aseksual dengan membentuk tubuh buah (fruiting body). Contoh anggota filum ini yaitu Coenonia sp, Dictyostelium discoid, Polysphondylium sp.

C. Protista Mirip Hewan (Protozoa), meliputi :

  • Filum Rhizopoda (Protista berkaki semu)
  • Filum Flagellata (protista berbulu cambuk)
  • Filum Ciliata (Protista bersilia)
  • Filum Sporozoa (Protista berspora)

Protista mirip hewan (protozoa) adalah protista yang bersifat heterotrof yang memperoleh makanannya dari organisme lain dengan cara “menelan” atau memasukkan makanan tersebut ke dalam sel tubuhnya (intraseluler). Macam-macam contoh protista mirip hewan dikelompokkan dalam beberapa jenis yaitu Mastigophora (protista berbulu cambuk), sarcodina (protista berkaki semu), Ciliphora (protista bersilia), dan Sporozoa (protista berspora).

1.      Ciri-Ciri Protista Mirip Hewan (Protozoa)

  • Organisme bersel satu
  • Mempunyai inti eukariotik
  • Ukuran tubuh antara 100-300 mikron
  • Umumnya memiliki anggota gerak
  • Alat gerak protozoa antara lain kaki semu (pseudopodia), bulu getar (silia), dan bulu cambuk (flagelum),
  • Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
  • Hidup bebas, saprofit, atau parasit
  • Habitat di air laut, air tawar, tempat lembab, tubuh hewan atau tubuh manusia.
  • Kebanyakan hidup soliter atau berkoloni di tempat-tempat yang berair (akuatik)

2.      Reproduksi Protozoa

Secara umum protozoa berkembang biak secara aseksual yaitu dengan membelah diri, tetapi ada beberapa anggota dari Protozoa yang berkembang biak secara seksual dengan konjugasi, yaitu perpaduan antara dua individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya, dimana kedua Protozoa melakukan pertukaran inti sehingga terjadi (perbedaan sifat) pada kedua Protozoa tersebut.
a.      Filum Rhizopoda (Sarcodina)
Anggota dari filum Rhizopoda mempunyai ciri khas yaitu memiliki alat gerak yang berupa pseudopodium (kaki semu yang merupakan penjuluran protoplasma. Rhizopoda biasanya hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat berlumpur, dan ada yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Contoh filum Rhizopoda Amoeba, Entamoeba coli, Entamoeba gingivalis, Entamoeba histolytica, Entamoeba dysentriae, Difflugia, Foraminifera, Arcelia, Radiolaria, dan Heliozoa.
b.      Filum Ciliata
Ciliata memiliki ciri-ciri sebagai berikut

  • Bergerak dengan silia (rambut getar) yang menutup seluruh permukaan tubuhnya
  • Merupakan hewan bersel satu/monoseluler , yaitu sel-selnya dilapisi palikel sehingga bentuknya tetap.
  • Selnya memiliki dua macam nukleus, yaitu mikronukleus yang diperuntukan selama konjugasi dan makronukleus yang berperan dalam pertumbuhan , berkembangbiakan, dan fungsi seluler.
  • Hidup di air tawar, air laut, dan di dalam usus vertebrata sebagai parasit.

3. Flagellata

Flagellata adalah protozoa yang menggunakan bulu cambuk (flagelum) sebagai alat geraknya. Umumnya flagellata memiliki dua flagelum yaitu di depan dan di belakang. Contoh flagellata adalah Trypanosoma gambiense. Berikut adalah ciri-ciri flagellata:
  1. Alat gerak berupa flagelum (bulu cambuk)
  2. Reproduksi as3ksual dengan pembelahan biner
  3. Hidup di air, bersimbiosis, atau menjadi parasit di dalam tubuh hewan

4. Sporozoa

ciri-ciri sporozoa siklus plasmodium
Sporozoa adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Semua jenis sporozoa hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan manusia. Contoh sporozoa adalah Plasmodium sp. Berikut adalah ciri-ciri sporozoa:
  1. Tidak memiliki alat gerak
  2. Pembelahan ganda
  3. Tidak memiliki vakuola kontraktil
  4. Memiliki daur hidup kompleks
  5. Dapat bereproduksi secara s3ksual maupun as3ksual
  6. Memiliki spora

B.      Protista Mirip Tumbuhan (Alga atau Ganggang), meliputi :

  • Filum Chlorophyta (alga hijau)
  • Filum Rhodophyta (alga merah)
  • Filum Phaeophyta (alga cokelat)
  • Filum Chrysophyta (alga keemasan)
  • Filum Euglenophyta
  • Filum Pyrrophyta (alga api)

Protista mirip tumbuhan (alga atau ganggang) adalah protista fotoautotrof yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara fotosintetis. Macam-macam alga yang dikelompokkan dalam beberapa jenis antara lain Euglenophyta (euglena), Chrysophyta (alga keemasan), Phyrrophyta (alga api), Chlorophyta (alga hijau), Phaeophyta (alga cokelat), dan Rhodophyta (alga merah).

1. Ciri-Ciri Protista Mirp Tumbuhan (Alga atau Ganggang)

  • Organisme eukariotik
  • Bersifat uniseluler dengan yang berbentuk benang/pita dan ada juga yang bersifat multiseluler yang berbentuk lembaran
  • Tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun.
  • Tubuhnya berupa talus
  • Bereproduksi secara aseksual dan seksual
  • Habitat di perairan, tempat lembab, dan epifit
  • Dapat berfotosintetis

2.  Klasifikasi Alga

Klasifikasi Protista mirip tumbuhan berdasarkan piqmen warna, meliputi :
a. Euglenophyta

Euglenophyta merupakan kelompok protista yang unik karena dia memiliki sifat mirip tumbuhan dan hewan. Dianggap mirip tumbuhan karena memiliki klorofil a dan b, juga ditemukan karotin sehingga dia akan berfotosintesis. Euglenophyta dianggap mirip hewan karena dapat bergerak aktif dengan pertolongan satu atau beberapa bulu cambuk (flagela) yang keluar dari selnya. Karena mempunyai alat gerak, dia dapat hidup di perairan, misalnya air tawar dan air tergenang.

Contoh : Euglena viridis

b.  Phyrrophyta (Alga Api)

Sering disebut Dinoflagellata karena memiliki 2 flagel. bersifat uniseluler, memiliki piqmen berupa klorofil a dan c. Memiliki dinding sel berupa selulosa dan ada juga yang tidak memiliki dinding sel. Disebut ganggang Api, karena mampu memancarkan cahaya (bioluminesens) pada kondisi gelap. Hidup di air laut dan ada yang di air tawar

Contoh : Noctiluca sp, Ceratium sp, Gonyaulax sp, Perridium sp

c.    Chlorophyta (Alga Hijau)

Ada yang uniseluler (soliter – koloni) dan multiseluler. Tubuhnya mengandung klorofil (klorofil a dan b), dan piqmen warna lain (karoten, xantofil). Hidup melayang-layang di air tawar atau air laut sebagai fitoplankton. Memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa dan lignin. Bentuk tubuh (benang, lembaran, dan berkoloni). Ada yang bersimbiosis (mutualisme) dengan fungi membentuk lichenes (lumut kerak).
Reproduksi secara aseksual (dengan pembelahan biner untuk yang bersel satu dan   fragmentasi untuk yang berbentuk benang, pembentukan zoospora), dan secara seksual  dengan konjugasi. Konjugasi adalah perpaduan gamet yang membentuk zigospora.

Contoh :
1)     Chlorococcum sp

Struktur tubuhnya uniseluler, tidak memiliki alat gerak, hidup di air tawar, secara vegetatif berkembang biak dengan membentuk zoospora. Dan setiap zoospora memiliki sepasang flagella atau berflagel dua

2)     Chlorella sp

Ganggang uniseluler berbentuk seperti bola, kloroplasnya menyerupai mangkuk. Memiliki pyrenoid yang mengandung protein tinggi (Protein Sel Tunggal/PST). Habitat Chlorella di air tawar, laut maupun di tempat-tempat yang basah. Reproduksi secara vegetatif dengan membelah.

3)     Spirogyra sp

Habitatnya di air tawar, ukuran kloroplasnya besar  menyerupai pita yang melingkar-lingkar di dalam sel. Kloroplasnya mengandung banyak pyrenoid untuk menyimpan hasil berupa fotosintesis  amilum.
Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedang secara seksual dengan cara konjugasi yang berlangsung sebagai berikut : Dua sel filamen yang berbeda jenis (+ dan –) berdekatan,  kemudian filamen tersebut membuat tonjolan yang akhirnya bergabung membentuk sebuah saluran/pembuluh yang menghubungkan plasma selnya. Selanjutnya plasma sel berjenis + mengalir menuju plasma – dengan demikian terjadilah penyatuan plasma (plasmogami), yang kemudian diikuti oleh penggabungan inti sel (kariogami). Penyatuan ini menghasilkan zigospora yang diploid. Zigospora bermeiosis menghasilkan empat sel baru yang haploid. Keempat sel ini biasanya satu sel tumbuh menjadi filamen Spirogyra yang baru.

4)     Ulva sp

Habitat Ulva di air laut, air payau, menempel pada kayu atau batu-batu karang sepanjang pantai.. memiliki bentuk thalus (berupa lembaran).

5)     Chlamydomonas sp

Memiliki bentuk bulat telur, berflagel dua di ujung depan, kloroplas berbentuk seperti  mangkuk atau pita, terdapat stigma (bintik mata)

d.    Chrysophyta (Alga cokelat-keemasan)

Ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler, dan banyak yang berflagel. Memiliki piqmen warna yang dominan adalah  karotin, fukosantin (coklat kuning) dan piqmen warna lain klorofil a dan b.  Sebagian besar kelompok ini adalah  Diatom. Diatom mempunyai bentuk kotak dan memiliki dinding sel. Sel tersusun atas dua belahan, yaitu : wadah (hipoteka) dan tutup (epiteka). Dinding sel mengandung zat kersik, sehingga sering disebut ganggang kersik atau tanah diatom.  Manfaat : untuk bahan penggosok, bahan isolasi, bahan dasar kosmetik, dan penyekat dinamit, penyaring kolam renang

Contoh : Diatom, Navicula, Cyclotella, dan Pinnularia

e.   Phaeophyta (Alga Coklat)

Tubuhnya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi, bersifat multiseluler, memiliki piqmen berupa xantofil, fukosantin, klorofil a dan c, habitat di dasar laut, reproduksi secara metagenesis (pergantian keturunan antara vegetatif dan generatif). Vegetatif dengan cara  fragmentasi, zoospora. Sedangkan generatif dengan cara oogami (peleburan antar ovum dan            spermatozoid).

Contoh :

  • Laminaria sp,  penghasil asam alginat (untuk produksi tekstil, kosmetik dan makanan)
  • Sargassum sp,
  • Fucus sp,
  • Turbinaria sp,
  • Macrocystis sp

f.   Rodhophyta (Alga Merah)

Bersifat multiseluler, memiliki piqmen fikobilin yang terdiri dari fikoreitrin (merah) dan fikosianin (biru), klorofil. habitat di dasar laut, seperti rumput sehingga sering disebut dengan   rumput laut (sea weed). Reproduksi secara  Vegetatif dengan  pembentukan spora, dan secara generatif dengan  peleburan antar ovum dan spermatozoid. Sering dimanfaatkan untuk bahan makanan (agar-agar) dan kosmetika.

Contoh : Euchema spinosum, Glacilaria sp, Gelidium sp, Gigartina mammilosa, Erytrophylum sp, Macrocladia sp

One Response

Add a Comment