Pengertian Model Pendidikan Gerak

model pendidikan gerak

Pendidikan Gerak (movement education)  adalah sebuah model pembelajaran dalam penjas yang menekankan pada pengajaran konsep dan komponen gerak. Berbeda dengan model pelajaran penjas yang umumnya mengajarkan berbagai cabang olahraga dengan seluruh teknik dasar, peraturan, serta strateginya, dalam pendidikan gerak anak tidak diperkenalkan dengan konsep dan komponen olahraga. Oleh karena itu, guru yang mengajar Pendidikan Gerak tidak menyebutkan dan mengajarkan istilah-istilah yang berhubungan dengan olahraga seperti teknik dasar, peraturan, batas-batas lapangan, alat olahraga seperti raket, bola atau net yang formal. Akan tetapi guru lebih memperkenalkan Konsep Gerak yang terdiri dari sub konsep tubuh (bagian tubuh apa yang digunakan), konsep ruang (arah, bidang atau ketinggian), konsep usaha (lambat, cepat, kasar, halus, lanar, tersendat dsb), serta konsep keterhubungan (seperti sendirian, berpasangan, berkelompok, dsb)

Oleh karena itu pula, dalam Pendidikan Gerak, guru tidak dianjurkan untuk memberi contoh tentang gerakan yang harus dilakukan anak; tetapi lebih banyak memberikan pertanyaan kepada anak tentang gerakan yang dapat dilakukan mereka. Hal itu berlangsung demikian, karena dalam pendidikan gerak tidak dikenal apa yang disebut teknik dasar, sehingga tidak perlu guru memberi contoh atau demonstrasi tentang gerakan yang dianggap benar . Justru anak seharusnya mencari sendiri (mengeksplorasi) gerakan yang mampu dipikirkannya, dan melakukannya sesuai dengan kemampuan sendiri tanpa harus membandingkannya dengan gerakan dari anak yang lain.

 Oleh karena itu para ahli menyebut bahwa model pendidikan gerak lebih bersifat eksploratif, karena lebih mengarahkan anak-anak untuk mencari sendiri (bereksplorasi) terhadap gerakan yang mampu dipikirkannya dan ditantang untuk mampu mengubah dan mengembangkannya juga sesuai dengan kemampuan sendiri. Semakin banyak dan semakin variatif anak menemukan dan mengembangkan gerakannya, maka semakin baik manfaat pembelajaran bagi mereka.

Dari perspektif sejarah, pendidikan gerak yang berkembang saat ini disarikan dari gagasan dan konsep gerak yang dikembangkan oleh Rudolf von Laban , yang pertama kali mengembangkan gagasannya untuk pengajaran gerak tari dalam pembelajaran tarian. Ketika gagasannya berkembang, kerangka dasar untuk pengajaran pendidikan gerak menjadi lebih kompleks sesuai dengan perkembangan jaman. Banyak para profesional dalam bidang Penjas yang tidak setuju begitu saja dengan penggunaan atau makna dari istilah pendidikan gerak (movement education)  . Alasannya , konsep gerak manusia dan sajian awal dari pendidikan gerak dirasakan terlalu jauh berbeda dari trend sebelumnya, bahkan sebagian dari mereka menganggap bahwa konsep tersebut sangat mengganggu dan sulit digunakan dalam tataran praktisnya. Hal ini bisa jadi merupakan salah satu alasan mengapa pendidikan gerak kehilangan momentum dan secara umum banyak digantikan oleh model kurikulum lain.

Namun demikian, mengingat kelebihan pendidikan gerak yang bukan hanya memberikan kerangka dasar untuk pendidikan jasmani, tetapi juga menjadi dasar bagi seluruh proses pendidikan umum, pendidikan gerak tetap dipandang perlu untuk diterapkan dan diperkenalkan di Indoonesia sebagai fondasi penerapan Penjas yang lebih menekankan pada perkembangan menyeluruh dari anak, yang meliputi perkembangan kognitif, perkembangan fisik, serta perkembangan afektifnya. 

Add a Comment