Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan

Di IPA 11 views

 Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan – Mollusca (Latin, molluscus = lunak) adalah hewan bertubuh lunak, tidak beruas ruas, triploblastik, dan selomata (berongga tubuh sejati).  Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.

Cara Hidup dan Habitat Mollusca

Pada umumnya Mollusca hidup secara bebas, sebagai herbivor maupun karnifor, dengan memakan ganggang, tumbuh tumbuhan, udang, kepiting, ikan, hewan Mollusca lainnya, dan sisa sisa organisme. Akan tetapi, ada pula Mollusca yang hidup sebagai parasit. Mollusca hidup di perairan dangkal (laut, air tawar, air payau) dan ada pula yang hidup di darat.

Ciri Ciri Tubuh Mollusca

a. Ukuran dan bentuk tubuh Mollusca

Ukuran tubuh Mollusca bervariasi, ada yang berukuran beberapa milimiter hingga panjang 18 m, Bentuk tubuh Mollusca bervariasi, simetri bilateral, tertututp mantel yanng menghasilkan cangkang atau tidak, ada pula yang berbentuk hampir bulat, atau silindris seperti cacing.

b. Struktur dan fungsi tubuh Mollusca

Meskipun terdapat perbedaan ciri tubuh, pada umumnya Mollusca memilki tiga bagian utama yang sama, berupa kaki, massa visera, dan mantel. kaki Molluca berotot dan di bagian telapak kaki mengandung banyak lendir dan silia yang digunakan untuk pergerakan, Massa visera mengandung organ organ internal, seperti organ pencernaan, eksresi, dan reproduksi. Mantel merupakan lipatan jaringan yang menutupi massa visera dan berfungsi menyekresikan cangkang.

Sistem pencernaan makanan Mollusca lengkap, terdiri atas mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Kecuali pada Pelecypoda, di dalam rongga mulut Mollusca terdapat radula (lidah parut). Radula terdiri atas tulang muda (odontophore) yang diatasnya terdapat beberapa baris gigi kitin yang ujungnya mengarah ke dalam. Radula berfungsi untuk menggorok lumut, merumput, mengebor, dan menangkap mangsa. Anus terletak di tepi dorsal rongga mantel, di bagian posterior. Sisa pencernaan berupa pelet yang padat, sehingga tidak mencemari rongga mantel.

Mollusca memilki jantung yang terdiri atas dua serambi (aurikel) dan satu bilik (ventrikel). Mollusca memilki peredaran darah terbuka, karena darah tidak beredar di dalam pembuluh darah tetapi di dalam sinus darah (rongga diantara sel sel organ). Pigmendarah hemosianin yang larut dalam plasma darah mengandung Cu, bukan Fe; berwarna biru pucat bila menagndung oksigen dan tidak berwarna bila kekurangan oksigen. Alat pernapasan berupa sepasang insang atau lebih, yang disebut ktenidium, paru paru, atau keduanya. Alat eksresi berupa sepasang protonefridium.

Sistem saraf berbentuk cincin saraf yang melingkari esofagus dengan beberapa pasang ganglion dan dua pasang benang saraf yang berhubungan dengan kaki, mantel, dan organ organ dalam. Alat indra berupa osfradiummata, dan statioska. Osfradium berfungsi sebagai kemoreseptor.

Struktur tubuh Mollusca (Gastropoda)

Struktur tubuh Mollusca (Gastropoda)

Cara Reproduksi Mollusca

Mollusca bereproduksi secara seksual. Pada umumnya gonokoris (organ kelamin jantan dengan betina terdapat pada individu yang berbeda), namun ada pula yang hermafrodit. Fertilisasi terjadi secara internal di dalam tubuh betina atau eksternal (di luar tubuh).

Klasifikasi Mollusca

Terdapat sekitar 100.000 spesies Mollusca yang teridentifikasi. Berdasarkan bentuk tubuh, tipe kaki dan cangkangnya, filum Mollusca dibagi menjadi bebrapa kelas, antara lain Polyplacophora, Pelecypoda (Lamellibranchiata, Bivalvia), Gastropoda, Scaphopoda, dan Cephalopoda.

a. Polyplacophora

Polyplacophora dikenal dengan nama chiton. Tubuh berukuran panjang 3 mm – 40 cm, berbentuk lonjong, pipih dorsoventral, berwarna gelap, memilki 8 keping cangkang pipih yang tersusun seperti genting. Polyplacophora tidak memilki mata dan tentakel, namun memilki radula yang besar, kaki lebar, dan datar, serta 6 – 88 pasang insang. Alat ekskreasi berupa sepasng nefridium yang besar. Alat indra berupa organ subradula aesthetes yang dapat dijulurkan untuk mendeteksi adanya makanan. Alat reproduksi bersifat gonokoris dan pembuahan terjadi di dalam tubuh atau di luar induk. Telur disimpan di dalam rongga mantel. Telur menetas menjadi trokofor yang berenang bebas, kemudian turun ke substrat dan mengalami metamorfosis menjadi anak chiton.

Terdapat sekitar 800 speies chiton yang teridentifikasi, antara lain Chiton sp., Chaetopleura, dan Lepidopleurus.

b. Pelecypoda (Lamellibranchiata, Bivalvia)

Pelecypoda dikenal sebagai kerang, remis, tiram, kijing, atau scallop. Pelecypoda disebut juga Lamellibranchiata (latin, lamella = lembaran, branchia = insang). Pelecypoda hidup bebas, komensialisme, atau parasit di laut pada daerah pasang laut pada daerah pasang surut dan perairan air tawar.

Pelecypoda tidak memiliki kepala. Tubuh Pelecypoda berbentuk pipih secara lateral dan ditutupi oleh sepasang cangkang. Puncak cangkang disebut umbo. Garis garis melingkar di sekitar umbo menunjukan garis pertumbuhan cangkang. Tubuh Pelecypoda ada yang berukuran kecil 2mm, ada pula yang berukuran besar hingga lebih dari 1 m, misalnya Tridacna (kerang raksasa).

Cangkang Pelecypoda tersusun dari tiga lapisan, yaitu periostrakum (paling luar), prismatik (lapisan kapur di bagian tengah), dan nakreas (lapisan mutiara). Di bawah cangkang terdapat mantel berbentuk jaringan tipis dan lebar yang menutup seluruh tubuhnya. Di antara epitel mantel dan permukaan cangkang bagian dalam (nakreas) terdapat rongga berisi cairan ekstrapalial. Bila benda asing masuk ke rongga berisi cairan ekstrapalial, benda tersebut akan dilingkupi oleh cairan yang lama kelamaan mengendap menjadi lapisan lapisan mutiara.

Makanan bersama air masuk melalui sifon air masuk (sifon inhalan). Air yang telah disaring oleh lembaran insang akan keluar melalui sifon air keluar (sifon ekshalan). Sisa makanan dibawa ke usus, ke rektum, kemudian dikeluarkan melalui sifon ekshalan.

Pelecypoda memilki peredaran darah terbuka. Alat indra terdapat di tepi mantel berupa tentakel pada sifon inhalan dan ekshalan, sepasang statosista pada kakinya, oseli di sepanjang tepi mantel untuk mendeteksi cahaya, dan osfradium di dalam sifon ekshalan.

Pelecypoda bereproduksi secara seksual, dengan gonokoris atau hermafrodit. Gamet dikeluarkan melalui sifon ekshalan. Pembuahan terjadi secara eksternal (di air) menghasilkan larva trokofor yang kemudian bermetamorfosis menjadi kerang muda.

Terdapat sekitar 20.000 spesies Pelecypoda, antara lain kerang mutiara (pinctada margaritifera), kerang air tawar (Anodonta), pengebor kayu, dikenal sebagai cacing kapal (Teredo), dan pengebor batu karang laut (Lithophaga).

Struktur tubuh Pelecypoda

Struktur tubuh Pelecypoda

c. Gastropoda

Gastropoda (Latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah Mollusca yang berjalan dengan menggunakan perutnya, dan dikenal sebagai siput atau keong . Gastropoda hidup bebas di berbagai habitat (darat, perairan tawar dan laut) sebagai karnivor atau herbivor. Gastropoda herbivor memakan ganggang, rumput laut, tumbuhan air yang lunak atau yang membusuk. Gastropoda karnivor memakan cacing, ikan, atau kerang. Ada pula Gastropoda yang hidup ednoparasit, misalnya Entoconcha yang hidup di dalam tubuh timun laut dan Stilifer yang hidup pada dinding tubuh bintang laut. Gastropoda yang hidup sebagai ektoparasit, misalnya Brachystoma yang mengisap darah kerang atau cacing Polychaeta. Pada umumnya Gastropoda memiliki cangkang berbentuk kerucut atau tabung yang melingkar seperti konde (gelung). Cangkang terdiri atas empat lapisan, yaitu periostrakum (lapisan terluar, berpigmen, mengandung zat tanduk conciolin), prismatik (lapisan kalsium karbonat terluar, mengandung kalsit, lamela (lapisan kalsium karbonat tengah, mengandung aragonit), dan nakre (lapisan kalsium karbonat terdalam, berupa lembaran aragonit).

Kaki Gastropoda memiliki telapak yang datar dengan silia dan berbagai sel kelenjar yang menghasilkan lendir. Gastropoda bernapas dengan insang sejati, insang sekunder, permukaan tubuh, atau paru paru. Sistem pencernaan makanan lengkap. Pada radula terdapat gigi gigi. Sistem peredaran darah terbuka dan jantung terdapat di dalam perikardium. Gastropoda memilki sepasang ganglion otak dan benang saraf. Alat indra berupa mata (untuk mendeteksi cahaya) yang terdapat di pangkal tentakel, sepasang atau dua pasang tentakel (sebagai alat peraba),osfradium sebagai komoreseptor pada rongga mantel, dan statiosta pada kaki. Alat eksresi berupa sepasang protonefridium.

Gastropoda bereproduksi secara seksual. Pada umumnya gonokoris atau diesis, artinya alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Pembuahan terjadi secara eksternal dan internal. Telur dilindungi oleh semacam agar dan albumin dan cangkang, serta dilekatkan pada substrat.

Terdapat sekitar 60.000 spesies Gastropoda, antara lain bekicot (Achatina), siput laut tanpa cangkang (Viginula dan Choromodoris), dan siput air tawar (Lymnaea).

d. Scaphopoda

Scahopoda disebut juga siput taring karena memilki bentuk cangkang yang mirip gading gajah atau taring, berwarna putih atau kekuningan. Cangkang terbuka pada kedua ujungnya. Siput taring hidup membenamkan diri pada pasir atau lumpur di laut. Ukuran tubuh biasanya 4 mm, misalnya Cadulus mayori.

Pada kepala terdapat mulut dan kapatakula yang berbentuk filamen untuk menangkap makanan. Scahopoda memilki rahang dan radula pada rongga mulutnya, namun tidak memilki mata maupun tentakel. Sistem saraf ganglion tidak berpusat. Scahopoda tidak memilki insang, oleh karena itu pertukaran udara terjadi pada permukaan mantel. Sistem peredaran darah berupa sistem sinus darah karena Scahopoda tidak memilki jantung. Alat eksresi berupa sepasang nerfridium.

Reproduksi Scahopoda terjadi secara seksual dan gono koris. Pembuahan terjadi secara eksternal, menghasilkan larva trofokor yang berenang bebas, yang kemudian menjadi larva veliger dan bermetamorfosis hingga menjadi anak Scahopoda. Terdapat sekitar 350 spesies Scahopoda, antara lain Dentalium dan Cadulus mayori.

e. Cephalopoda

Cephalopoda (yunani, kephale = kepala, podus = kaki) adalah Mollusca yang kakinya berada di kepala, dan dikenal sebagai cumi cumi dan guritaSemua Cephalopoda hidup di laut. Ukuran tubuh bervariasi, dari beberapa sentimeter hingga cumi cumi raksasa berukuran panjang 20 m dan diameter 4 m. Cephalopoda tidak memilki cangkang luar, kecuali Nautilus. Cangkang dalam tersusun dari zat tanduk, bersifat ringan dan transparan, yang disebut pen.

Semua Cephalopoda merupakan hewan penenang yang memiliki gaya dorong jet untuk memburu mangsanya. Pada umumnya Cephalopda bergerak mundur; pergerakan mundur lebih cepat pada pergerakan maju. Pergerakan terjadi dengan cara menarrik (menghisap)  air ke dalam rongga mantelnya, kemudian meyemburkan airnya keluar melalui corong (sifon dan funnel). Cephalopoda memilki penglihatan yang tajam untuk mencari mangsa. Jumlah tangan maupun tentakel bervariasi. Nautilus memilki 90 buah tentakel, dan Octopus memilki 8 tangan yang sama panjangnya.

Sistem pencernaan Cephalopoda lengkap, mulai dari mulut, esofagus, lambung, sekum (usus buntu), usus, dan anus yang bermuara di rongga mantel. Cephalopoda memilki dua macam kelenjar pencernaan, yaitu hati dan pankreas. Mulut dilengkapi oleh rahang dan radula.

Cephalopoda bernapas dengan insang dengan seluruh tubuhnya. Sistem peredaran darah tertutup atau darah mengalir di dalam pembuluh. Cephalopoda memilki jantung dan darah yang mengandung hemosianin. Alat eksreasi berupa nefridium. Sistem saraf berupa beberapa pasang ganglia yang memusat membentuk otak yang dilindungi oleh kapsul tulang rawan dan mengelilingi esofagus. Alat indra berupa mata yang berkembang alat keseimbangn.

Struktur tubuh Cephalopoda

Struktur tubuh Cephalopoda (Loligo sp.)

Semua Cephalopoda, kecuali Nautilus, memilki kantong tinta dengan saluran yang bermuara pada rektum dekat anus. Cairan tinta mengandung pigmen melanin, berwarna cokelat atau hitam. Dalam keadaan bahaya, tinta dikeluarkan melalui anus dan keluar tubuh melalui corong (sifon), sehingga air di sekitarnya menjadi gelap. Kulit Cephalopoda mengandung kromatofor berwarna kuning, kingga, merah, biru, dan hitam. Sepia officinalis mampu mengubah warna tubuh menyesuaikan dengan warna lingkungan, seperti pada bunglon. Loligo vulgaris dalam keadaan tenang berwarna pucat, tetapi bila terganggu berubah menjadi gelap.

Cephalopoda bereproduksi secara seksual dan gonokoris. Sperma terbungkus oleh kapsul yang disebut spermatofor. Telur mengandung banyak kuning telur berukuran 20 mm dengan jumlah yang bervariasi, antara 100 – 1.500 butir. Terdapat sekitar 650 spesies Cephalopoda, antara lain Nautilus pompilius, sotong (Sepia officinalis) , cumi-cumi (Loligo), dan Octopus.

Peranan Mollusca dalam kehidupan Manusia

Peranan Mollusca yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut.

  1. Sumber makanan yang mengandung semua jenis asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh, contohnya cumi-cumi (Loligo), kerang darah (Anadara granosa) dan kerang hijau (Mytilus edulis).
  2. Penghasil mutiara, contohnya Pictada maxima, Pinctada martensii, dan Pinctuda margaritifera.
  3. Sebagai bahan hiasan dinding, pajangan rumah, kancing, contohnya cangkang berbagai siput dan kerang.

Peranan Mollusca yang merugikan, antara lain sebagai berikut.

  1. Siput air tawar (Lymnaea) merupakan inang perantara cacing Fasciola hepatica (cacing hati).
  2. Hama tanaman budidaya, contohnya bekicot (Achatina fulica) dan keong sawah.

Baca juga

  1. Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
  2. Pengertian Nematoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
  3. Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
author
Penulis: 
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan
    Pengertian Nematoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Nematoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Nematoda (Yunani, nema = benang, ode = seperti) adalah cacing yang
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan
    Cnidaria (Coelenterata): Pengertian, Ciri, Habitat, Reproduksi, Fisiologi, Klasifikasi, dan Peranan
    Cnidaria (Coelenterata): Pengertian, Ciri, Habitat, Reproduksi, Fisiologi, Klasifikasi, dan Peranan
    Cnidaria (Coelenterata): Pengertian, Ciri, Habitat, Reproduksi, Fisiologi,

    Tinggalkan pesan "Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan"

    Baca Juga×

    Top