Prakarya Budidaya Pembenihan Ikan Hias : Pengertian, Perencanaan dan Wirausaha

Budidaya Pembenihan Ikan Hias – Ikan merupakan kelompok vertebrata yang memiliki jumlah spesies yang sangat banyak. Salah satu yang memiliki banyak spesies adalah ikan hias. Ikan hias adalah ikan yang memiliki beragam corak dan warna sehingga setiap jenisnya berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya meningkatkan daya saing produk perikanan nonkonssumsi asal Indonesia, khususnya ikan hias. Saat ini, Indonesia masih berada di posisi kelima, sebagai negara pengekspor ikan hias. Sentra-sentra produksi ikan hias di Indonesia sudah tersebar di 18 wilayah, antara lain Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

A. Budidaya Pembenihan Ikan Hias

Ikan hias termasuk ikan nonkonsumsi, karena ikan ini tidak biasa dikonsumsi manusia. Hal ini disebabkan karena beberapa diantara ikan hias memiliki kandungan atau zat yang merupakan racun dan akan sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia.

1. Jenis Ikan Hias

Ikan hias dibedakan menjadi ikan hias air tawar dan ikan hias air laut. Ikan hias air tawaar adalah ikan hias yang berhabitat di air tawar. Adapun ikan hias air laut adalah ikan yang berhabitat di laut. Untuk dibudidayakan, ikan hias air laut mungkin akan lebih sulit dibandingkan dengan membudidayakan ikan hias air tawar. Menurut catatan KKP, terdapat lebih dari 1.100 spesie ikan hias air tawar yang diperdagangkan secara global. Dari jumlah tersebut, negeri kita memiliki 400 spesies. Namun, hanya sekitar 90 spesies yang dibudidayakan masyarakat. Berikut adalah jenis-jenis ikan hias yang sering dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia.

a. Ikan Cupang (Betta sp.)

Prakarya Budidaya Pembenihan Ikan Hias : Pengertian, Perencanaan dan Wirausaha

Ikan cupang merupakan ikan daerah tropis. Penyebarannya melingkupi wilayah Asia Tenggara, Pasifik, hingga ke Afrika. Cupang dapat dipelihara dalam toples kecil dan tidak perlu mesin penghasil gelembung (aerator). Ikan cupang sangat mudah dibudidayakan. Tidak memerlukan fasilitas mahal dan bisa dilakukan dalam skala rumahan. Sejak usia 1,5-2 bulan, ikan ini sudah dilepas ke pasar. Harga ikan cupang untuk usia tersebut mulai dijual dengan harga Rp10.000- Rp15.000, bergantuk warna dan tipe siripnya.

b. Ikan Arwana (Scleropages sp.)

Prakarya Budidaya Pembenihan Ikan Hias Pengertian, Perencanaan dan Wirausaha

Ikan arwana merupakan salah satu ikan endemik Indonesia. Ikan ini banyak ditemukan di perairan air tawar Kalimantan dan Papua. Ikan arwana terkenal dengan keindahan warnanya dan harganya yang cukup tinggi. Jenis ikan arwana ini memiliki banyak nama seperti ikan naga, ikan payang, siluk, silok, kalikasa, kalasa, dan kayangan. Arwarna super red merupakan jenis ikan arwana merupakan jenis ikan arwana unggulan Indonesia yang dicari hingga mancanegara. Harga per ekornya mencapai jutaan rupiah, terutama untuk jenis tertentu. Untuk jenis ikan arwana super red dengan ukuran 8-10 cm harganya mencapai Rp1.000.000/ ekor. Sentra produksi ikan arwana ada di Kalimantan dan Sumatra.

c. Ikan Koi (Cyprinus carplo)

Prakarya Budidaya Pembenihan Ikan Hias

Ikan koi pertama kali dipopulerkan di Jepang. Ikan koi merupakan ikan hias air tawar yang cocok dipelihara di kolam bukan di akuarium. Karena daya tari ikan koi terdapat pada warna-warni yang indah bila dilihat dari atas. Selain itu, ikan koi juga memerlukan ruang gerak yang luas. Jenis ikan hias air tawar ini cukup mudah dikembangbiakan, namun sulit mendapatkan koi berkualitas. Harga ikan koi pun bervariasi mulai dari Rp10.000 sampai dengan ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, bergantuk ukuran dan keindahan dari warna ikan tersebut. Sentra terbesar ikan koi berada di Blitar, Yogyakarta, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Sumatera.

d. Ikan Mas Koki (Carrasius auratus)

Prakarya Budidaya Pembenihan Ikan Hias koki

Ikan mas koki hidup di perairan dangkal dengan aliran air yang tenang dan berudara sejuk. Ikan mas koki memiliki mata yang besar dan agak menonjol keluar, warna sisik bervariasi dari putih, metalik, merah, kuning, merah kekuningan, hijau, hitam, atau gabungan dari warna-warna tersebut. Sentra produksi ikan mas koki terbesar ada ti Tulungagung, Jawa Timur. Kota ini memperoduksi lebih dari 55 juta ekor ikan mas koki setiap tahunnya. Sebagian besar ditujukan untuk pasar domestik, sebagian lainnya untuk diekspor.

e. Ikan Oskar (Astronotus ocellatus)

Prakarya Budidaya Pembenihan Ikan Hias oskar

Ikan oskar berasal dari Sungai Amazon, Panama, Rio-Paraguay, dan Tio-Negro Amerika Selatan, serta sudah dapat dikembangbiakan di Indonesia. Ikan oskar mempunyai gerak yang agak lamban dan tenang. Ikan oskar memiliki bentuk yang hampir mirip dengan nila dan gurami, tetapi memiliki kombinasi warna yang cantik. Tidak seperti ikan hias lain, ikan oskar memerlukan perlakuan sedikit khusus pada cara pengembangbiakannya, sehingga ikan oskar ini termasuk ikan yang mahal. Ikan oskar berukuran 5-8 cm harganya Rp.25.000-Rp30.000 sepasang, sedangkan ikan oskar berukuran 15-20 cm mencapai harga Rp50.000.

2. Manfaat Memelihara Dan budi Daya ikan Hias

Ikan Hias merupakan jenis ikan yang paling banyak diminati oleh orang orang penyuka ikan hias sebagai hobi. Telah kita ketahui bahwa ikan hias memiliki keindahan dalam bentuk tubuh dan warnanya, sehingga jenis ikan hias ini semakin lama semakin banyak peminatnya. Memelihara ikan hias di akuarium maupun kolam memilki beberapa manfaat, antara lain sebagai berikut.

Memelihara ikan hias di akuarium dapat memperindah ruangan, seperti ruang tamu atau pun di kamar. Ruangan terasa semarak, indah, dan teduh,. Ada sesuatu yang bisa kita pandangi dengan nyaman dan membuat rasa lelah kita berkurang.

Menjernihkan pikiran dan menetralkan perasaan. Melihat ikan hias di akuarium atau duduk di tepi kolam yang berisi ikan hias dapat menghilangkan stre. Gerakan ikan yang indah didukung dengan keindahan bentuk dan warna ikan dapat menjadi hiburan untuk mata.

Mengoptimalkan hobi dan meningkatkan penghasilan. Hobi mengoleksi ikan dapat dimaksimalkan menjadi sebuah usaha budi daya ikan, sehingga jika dijual akan mendapatkan hasil yang menguntungkan.

B. Proses produksi Pembenihan Ikan Cupang

Ikan cupang adalah ikan hias yang sangat dikenal oleh masyarakat khususnya anak anak. para penggemar ikan tidak lagi menggunakan ikan cupang sebagai kan anduan, melainkan sebagai ikan hias yang mengisi akuarium mereka yang diletakan diruang tamu. keindahan bentuk tubuh sirip, dan warnanya yang tidak kalah dengan ikan hias lainnya membuat banyak orang untuk membudidayakannya ikan hias cupang. Berikut adalah proses produksi pembenihan ikan hias cupang.

1. Proses Pembenihan Ikan Hias Cupang

Berikut adalah cara pembenihan ikan hias cupang yang meliputi persiapan, pemijahan, penetasan, dan pemeliharaan benih.

a. Proses Pembenihan Ikan Hias Cupang

  •  Menyiapkan media

Media yang dapat digunakan antara lain akuarium, kolam terpal yang kecil, atau bahkan kita juga bisa menggunakan botol bekas atau baskom plastik. Wadah yang digunakan tidak perlu besar. Bak dapat berukuran 1 kali 2 m atau akuarium ukuran 100 kali 40 kali 50 cm

  •  Menyiapkan ikan cupang indukan.

Sebelum memilih ikan cupang indukan, sebaiknya kita perlu mengetahui perbedaan ikan cupang jantan dan betina. Ikan cupang jantangerakannya lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, serta tubuhnya lebih besar. Adapun ikan cupang betina gerakannya lebuh lamban, sirip dan ekor lebuh pendek, wrna kusam, serta tubuh lebuh kecil.

Berikut adalah syarat ikan cupang untuk indukan.

  1. Badan cupang betina tidak boleh lebuh besar daripada cupang jantan.
  2. Cupang betina juga tidak boleh lebuh galak daripada cupang jantan.
  3. Cupang jantan dan betina harus satu tipe.

b. Pemeliharaan Indukan cupang

Berikan makanan secukupnya kepada ikan cupang yang akan dikawinkan tersebut sebelum dilakukan pemijahan. pemeliharaan ini bertujuan untuk pendekatan lingkungan, pkan, dan hormonal induk ikan cupang jantan yang siap dipijahkan.

Berikut ciri ciri ikan cupang jantan yang siap dipijahkan.

  1. Berumur setidknya 4-8 bulan.
  2. Bentuk badan panjang.
  3. Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif.
  4. gerakannya agresif dan lincah.
  5. Mengeluarkan busa yang cukup banyak.

Berikut ciri ciri ikan cupang betina yang siap dipijahkan.

  1. Berumur setidaknya 3-4 bulan.
  2. Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit.
  3. Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik.
  4. Gerakannya lambat.
  5. Mengeluarkan benda warna putih seperti telur dari saluran pembuangan.

c. Pemijahan Induk

1) Mempersiapkan Wadah Pemijahan

Gunakan akuarium sebagai tempat pemijahan. Kemudian, isilah dengan air dengan kedalaman 8-12 cm dan endapkan selama dua hari agar suhu air dasar tidak terlalu dingin sehingga memudahkan cupang jantan merawat telur yang jatuh dari busa. Untuk pemijahan, suhu ideal yang diperlukan adalah 25° C. Berilah substrat yang berupa tanaman air seperti eceng gondok atau daun ketapang untuk memudahkan cupang mengumpulkan busa dan menenmpatkan telur, selain itu juga bisa digunakan untuk tempat bersembunyi.

2) Pemjiahan

Pemijahan induk merupakan proses pembuahan telur oleh sperma. Berikut adalah proses pemijahan.

  •  Pisahkan induk cupang jantan dan betina. Beri makan cukup selama 4-5 hari.
  •  Masukan induk cupang jantan ke dalam wadah pemjihan yang telah diberi substrat dengan kedalaman air sekitar 25 cm.
  • Keesokan harinya masukan indukan cupang betina dengan cara memasukan indukan cupang betina ke dalam botol transparan, lalu dimasukan ke dalam wadah pemijahan agar cupang jantan tidak menyerang. Dengan melihat indukan cupang tersebut, indukan jantan akan terangsang untuk membuat gelembung gelembung udara seperti busa.
  • Lalu angkat wadah induk betina pada pagi hari sekitar pukul 09.00-10.00. Masukan induk cupang betina ke dalam wadah pemijahan. Jikakeduanya berjodoh, maka akan terjadi pemijahan.
  • Keesokan harinya, akan terlihat telur yang sudah dibuahi menempel pada sarang busa dibawah substrat.
  • Setelah 1-2 jam pemijahan, segera pindahkan indukan cupang betina dan beri makan secukupnya. Bila tidak, akan terjadi perkelahian bahkan cupang betina dapat memakan telurnya.

3) Penetasan Telur Dan Pemeliharaan Benih

  • Induk jantan akan menjaga dan menetaskan telur tersebut. Dalam satu kali pemijahan biasanya ikan cupang akan menghasilkan 400-1.000 butir telur.
  • Bila kualitas air bagus, setelah satu atau 2 hari telur telur tersebut akan menetas menjadi larva yang bergerak cepat yang seukuran jarum dan berwarna kehitanam yang disebut dengan burayak. Selama 3 hari ke depan burayak kecil tidak perlu diberi pakan, karena masih ada persediaan kuning telur di dalam tubuhnya. Ikan cupang betina juga akan berpuasa selama menjadi burayak.
  • Beri pakan burayak berupa infusiora selama tiga hari. Setelah itu, burayak diberi kutu air saring selama 10 hari. Selanjutnya, burayak dapat diberi pakan berupa kutu air tanpa disarin. Bisa juga mengganti pakan dengan pakan buatan yang dapat dibeli di toko ikan.
  • Setelah 2 minggu, Pindahkan burayak kedalam akuarium pendederan. Saat memindahkan dari wadah pemijahan ke wadah pendederan, sebaiknya menuangkan seluruh isi dari wadah pemijahan perlahan lahan agar burayak tidak stres. Pemeliharaan di kolam pendederan dilakukan selama 1 bulan.
  • Setelah 1,5 bulan, anak anak cupang dipindahkan ke akuarium pembesaran. Ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian, pisahkan ikan ikan tersebut ke wadah pembesaran. Karena agresif sebaiknya ikan jantan dipisahkan agar siripnya tidak sobek. Ikan cupang yang berkualitas baik serta lolos tahap penyortiran dipisahkan dan diletakan ke dalam botol botol tersendiri supaya bisa berkembang dengan baik dan terhindar perkelahian.

2. Merancang Produk Pembenihan Ikan Cupang Berdasarkan Prosedur Berkarya

Pembenihan ikan hias cupang banyak dilakukan di dalam akuarium. Namun, saat ini banyak yang memakai botol-botol transparan. Bisa juga memanfaatkan botol bekas air mineral sebagai tempat budi daya. Kita juga dapat memakai toples-toples transparan.

Benih ikan cupang yang dikemas dalam botol, atau plastik transparan tersebut dapat kita pasarkan kepada penggemar ikan hias. Saat ini penggemar ikan hias cupang bukan hanya anak-anak melainkan orang dewasa juga. Budi daya ikan hias ini juga dapat diusahakan dalam skala kecil dan tidak memerlukan area yang luas. Dengan mengetahui cara budi daya ini, kita dapat membuka peluang bisnis budi daya ikan cupang.

3. Penerapan Keselamatan Kerja

Dalam membudidayakan ikan hias cupang, kita menggunakan peralatan sebagai media pembenihan dan pemeliharaan, antara lain pompa air, aerator, seser, dan alat pengukur kualitas air. Kecelakaan kerja sering terjadi pada saat pembersihan akuarium dalam memelihara ikan hias, maka perlu diterapkan prosedur keselamatan kerja yang tepat. Kebersihan alat dan meia harus dijaga agar tidak menimbulkan penyakit.

berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya ikan cupang.

  1. Tanaman air sebelum dimasukan ke dalam wadah sebaiknya disterilisasi dahulu. Sterilisasi dilakukan dengan merendam tanaman air yang telah diberi antibiotik supertetrasiklin sebanyak 2 ppm selama dua jam.
  2. Bagi seekor cupang hias ukuran akuarium yang sempit dapat megnhambat perkembangan tubuh ikan dan air menjadi cepat kotor.
  3. Saat meletakkan toples atau botol transparan ikan cupang, sebaiknya diberi sekat menggunakan tripleks agar ikan cupang tidak saling membenturkan tubuhnya ke dinding toples saat ingin bertarung dan dapat membuat siripnya sobek atau terluka.
  4. Air yang digunakan harus bersih. Jika tidak, ikan cupang akan mudah stres dan mudah terserang penyakit lalu mati. Air, media pemeliharaan akan kotor dengan adanya aktivitas ikan dan pemberian pakan. Hal ini dapat dilihat dengan semakin keruhnya air dan terdapat kotoran yang mengendap di dasar akuarium. Air yang kotor dapat menimbulkan masalah seperti peningkatan kandungan racun yang berbahaya bagi ikan. Kotoran berupa fases ikan dan sisa pakan yang mati akan mengurai dalam air dan menghasilkan racun.

C. Pengemasan dan Transportasi Ikan Hias Cupang

Seorang pengusaha ikan hias tentu harus memperhatikan cara pengemasan dan transportasi ikan  hias yang akan dipasarkan. Bila terjadi kesalahan dalam pengemasan dan transportasi, maka akan menimbulkan kerugian.

1. Pengemasan Ikan Hias

Ketika usia anak cupang sudah memasuki 1 bulan, mulai bisa dilakukan pemanenan sekaligus proses penyeleksian atau penyortiran. Ikan cupang yang berkualitas baik serta lolos tahap penyortiran. Ikan cupang yang berkualitas baik serta lolos tahap penyortiran (jenis, ukuran, dan kesehatan) dipisahkan dan diletakkan ke dalam botol-botol tersendiri supaya bisa berkembangdengan baik dan terhindar perkelahian.

Sebelum dipasarkan, harus dilakukan pemberokan. Pemberokan adalah suatu perlakuan untuk mengistirahatkan ikan setelah  mendapat penanganan tertentu di tempat pemeliharaan, agar kondisi ikan lebih baik dan tidak atau mengurangi stres selama di perjalanan. Syarat ikan hias yang dibeli oleh masyarakat biasanya ikan hias harus sehat, tidak cacat, dan ukurannya seragam.

2. Transportasi Ikan Hias

Pembudidayaan ikan hias dapat pula memasarkan ikannya kepada pengepul atau supplier, yaitu penampung ikan pembudidaya dengan kapasitas pembelian tertentu dan membeli ikan dengan berbagai ukuran. Kemudian, supplier biasanya membeli ikan cupang dengan harga yang lebih rendah dari pengepul dan jumlah pembeliannya bergantung pada permintaan konsumennya. Cupang yang dibeli oleh supplier akan langsung didistribusikan ke pasar ikan hias, pengekspor, dan toko ikan hias. Pengangkutan bisa dilakukan melalui jalan darat, air, atau udara.

Setelah melakukan pengemasan, plastik berisi ikan dikemas terlebih dahulu dengan menggunakan karton agar lebih aman dalam pengangkutan. Karton yang digunakan harus kuat, sehingga tidak mudah rusak saat penanganan dan perjalanan.

Prodes dan prosedur pengiriman khususnya ke tempat yang jauh dimulai dengan mengemas cupang hias ke dalam plastik ganda dengan 2/3 ruang udara di dalamnya. Selanjutnya dikemas lagi dalam boks sterofoam dan boks karton. Bila melalui jalur udara, setelah selesai melakukan pengemasan, pengusaha ikan hias harus melaporkan barang kiriman yang merupakan cupang hias tersebut ke petugas karantina untuk mendapatkan sertifikat.

D. Perawatan Ikan Hias Cupang

Perawatan ikan cupang tidaklah sulit. Cupang tidak membutuhkan pakan khusus. Cupang bisa diberi pakan alami, misalnya kutu air, jentik nyamuk, dan cacing. Pakan buatan misalnya pelet.

Kondisi dan tempat pemeliharaannya harus selalu terjaga. Air yang bersih membuat cupang tahan lama. Bila ikan hias dirawat di akuarium, sebaiknya perhatikan aeratornya. Bila aerator tidak berfungsi selama sejam saja, maka ikan yang ada di akuarium akan sekarat. Untuk ikan hias cupang tidak menggunakan aerator pun sebenarnya tidak masalah, asalkan suhu dalam kondisi normal.

Gantilah air akuarium dengan rajin, setidaknya dua kali seminggu. Bersihkan kotoran dengan menggunakan alat sifon. Berikan daun ketapang kering sebagai pengondisi air.

E. Wirausaha di Bidang Pembenihan Ikan Hias Cupang

Setelah membaca materi pembenihan ikan hias, diharapkan  banyak yang terinspirasi untuk melakukan usaha pembenihan ikan hias karena usaha ini cukup mudah dan akan menghasilkan untung yang lumayan. Prospek penjualan ikan hias sangat besar karena setiap harinya permintaan ikan hias cukup signifikan. Ikan hias khususnya cupang digemari banyak orang dari berbagai kalangan usia, golongan, dan segala lapisan masyarakat. Pemasarannya tergolong mudah karena permintaan atas ikan ini terus ada.

Faktor-faktor pendukung usaha ikan hias, yaitu sebagai berikut.

1. Modal

Modal merupakan aspek penting dalam membangun suatu usaha. Tanpa modal, suatu usaha belum tentu dapat berjalan meskipun syarat-syarat lain untuk membangun suatu usaha telah terpenuhi. Modal dapat diperoleh dengan cara meminjam kredit pada bank, melakukan kegiatan simpan-pinjam di koperasi, ataupun mencari mitra usaha. Modal yang telah diperoleh tersebut digunakan untuk membeli indukan ikan hias, pakan, serta kemungkinan sarana dan prasarana usaha yang dibutuhkan. Modal juga digunakan untuk membeli daun ketapang atau cairan penyembuh luka yang kemungkinan terjadi pada indukan betina setelah melakukan pemijahan.

2. Bahan Baku

Bahan baku dalam budi daya ikan hias meliputi indukan, ketersediaan air bersih, peralatan untuk pemijahan dan perawatan, serta pembesaran benih ikan hias.

3. Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sejumlah karyawan yang bertugas dalam bidang pemijahan, perawatan, pengangkutan, pemberian pakan, pembuatan desain kolam/akuarium, pembuatan desain kemasan, promosi ikan, dan karyawan yang melakukan pembukuan transaksi penjualan dan pemesanan, pembukuan kas dan modal produksi, serta seorang pemimpin produksi.

4. Sumber Energi

Sumber energi adalah energi manusia yang optimal untuk menyiapkan bahan baku, membuat benih, memilih benih, memilah benih, dan merawat ikan hias serta energi matahari atau listrik yang menghasilkan turbin untuk membantu proses sirkulasi dan oksidasi air.

5. Transportasi dan Pemasaran

Kegiatan transportasi dilakukan mulai saat pembeliah benih, pakan, sarana dan prasarana, serta cairan penyembuh luka. Jasa perhubungan seperti transportasi pun digunakan ketika proses distribusi dalam jumlah yang besar. Transportasi dan pemasaran dapat berupa gerobak, sepeda motor, atau mobil pick-up untuk mengangkut benih dan mengangkut ikan hias yang akan dipasarkan. Bila modal memadai, truk kontainer bisa digunakan untuk mengangkut pesanan ekspor ke luar negeri.

6. Distributor

Setelah melakukan pembenihan, seorang pembudidaya harus mempunyai distributor untuk memasarkan produksinya. Selain bisa dipasarkan secara langsung dari tempat budi daya kepada konsumen, dapat pula didistribusikan ke pasar ikan hias, toko ikan hias, ke pengepul, dan supplier ikan hias. Bahkan bisa juga dititipkan ke koperasi ikan hias.

F. Membuat Usaha Pembenihan Ikan Hias Cupang

Cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama, sehingga apabila ikan ini ditempatkan di suatu wadah bervolume air sedikit dan tanpa sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup. Membudidayakan cupang hias sangatlah mudah. Modal yang diperlukan adalah wadah budi daya, benih indukan, dan pakan. Pelaku budi daya ikan hias biasanya penjual benih atau indukan ikan, penjual pakan, peternak, atau pengusaha. Hasil dari usaha budi daya ikan ini pun dapat menjadi komoditas eskpor yang bisa menambah devisa negara. Dalam usaha ini sering mengalami beberapa hambatan berupa manajemen yang kurang terorganisasi, penyakit yang dapat menyerang cupang, sumber modal yang terbatas, serta persaingan yang semakin ketat dengan budi daya ikan hias lain. Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut diperlukan suatu strategi, antara lain merumuskan visi dan misi usaha, merancang sistem manajemen yang terorganisasi, meningkatkan kualitas produk cupang, serta menjalin kerja sama dengan pengusaha ikan hias lain dan distributor.

 

 

 

No Responses

Add a Comment