Prakarya dan Kewirausahaan Budi Daya Tanaman Hias (Pengertian, Jenis, dan Peluang Usaha)

Pada Artikel Pandai kali ini kita akan membahas pelajaran prakarya mengenai “Budi Daya Tanaman Hias”. Untuk Anda yang ingin mempelajari atau bahkan ingin terjun langsung dalam salah satu kewirausahaan ini, artikel dibawah ini wajib Anda baca dan pelajari.

Tanaman Hias, Prakarya dan Kewirausahaan Budi Daya Tanaman Hias (Pengertian, Jenis, dan Peluang Usaha)
Anggrek, mawar, melati, aglaonema, dan sebagainya merupakan contoh tanaman hias yang tumbuh subur di Indonesia. Keadaan iklim Indonesia membuat banyak tanaman cocok untuk hidup di Indonesia. Hal ini seharusnya menjadikan motivasi bagi para usahawan untuk menciptakan ladang agrobisnis.

1. Pengertian Tanaman Hias

         Pengertian tanaman hias adalah semua jenis tanaman yang bermanfaat untuk menambah keindahan dan kecantikan baik itu tanaman hias bunga, daun, batang, maupun akar. Dari penjelasan ini jelas tanaman hias adalah segala tanaman yang ditanam untuk estetika keindahan sehingga jenis-jenisnya pun ada beraneka ragam. Bisa berupa tanaman bunga, pohon, bahkan buah-buahan dan sayuran pun dapat digolongkan sebagai tanaman hias selama mereka memberikan unsur keindahan.

     Tanaman hias umumnya sengaja ditanam dengan tujuan memberikan kesan indah baik untuk dalam ruangan maupun untuk di luar ruangan. Tanaman hias tidak hanya memberikan unsur keindahan saja, tetapi juga memberikan berbagai manfaat. Manfaat yang didapatkan ini akan bergantung dari jenis tanaman yang dipilih.

        Tanaman hias ada yang dapat dijadikan sebagai pengusir serangga terutama nyamuk. Adapun beberapa tanaman hias yang dapat dipilih sebagai pengusir nyamuk antara lain sebagai berikut.
a. Lavender
        Bunga lavender memiliki kandungan linalool dan lynalyl acetat yang membuatnya tidak disukai oleh nyamuk.

b. Zodia
     Tanaman zodia mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine yang membuat nyamuk tidak mau mendekat.

c. Tanaman Dara
     tanaman tapak dara ini mengandung zat yang disebut geraniol dan sitroneol yang ampuh digunakan untuk mengusir nyamuk.

d. Rosemary
     Tanaman ini baunya mirip dengan minyak telon yang sangat tidak disukai nyamuk. Tanaman ini dapat Anda tanam di luar rumah karena mampu tumbuh subur di bawah sinar matahari.

e. Serai
    Serai memiliki kandungan zat geranjol dan sitroneol sehingga banyak digunakan untuk mengusir nyamuk. Saat ini tanaman ini juga banyak digunakan sebagai lotion pengusir nyamuk.

f. Citrosa Mosquito
    Citrosa moaquito berasal dari Belanda, dengan aroma lemon yang kuat sehingga serangga tidak menyukai akan baunya.

g. Marigold Flower
     Bunga dari tanaman ini sangat tidak sedap yang membuat nyamuk bahkan manusia pun tidak mau  mendekat saat Anda mengoleskan tanaan ini ke tubuh Anda.
h. Akar Wangi

     Tanaman akar wangi memiliki bau yang kuat dan menyengat sehingga tidak disukai oleh nyamuk dan bahkan ekstrak tanaman ini mampu membunuh nyamuk Aedes aegypti.

      Selain beberapa tanaman hias sebagai pengusir nyamuk, terdapat tanaman hias yang dapat Anda gunakan sebagai sayur, contohnya tomat dan cabai. Tanaman tomat dapat mempercantik taman Anda karena buahnya yang merah menarik sehingga akan semakin memperindah taman Anda, begitu juga dengan buah cabai lombok, merah hijau dari tanaman ini akan menambah suasana asri.

       Selain keindahan, tanaman hias sayuran akan memberikan manfaat bagi Anda. Anda tidak perlu berbelanja di pasar karena telah memiliki sayuran di rumah Anda. Beberapa buaah juga sering dijadikan pilihan sebagai tanaman hias. Beberapa buah yang sering dijadikan sebagai tanaman hias antara lain jambu air, sawo, kedondong, jambu biji, mangga, dan masih banyak lagi jenis tanaman buah lainnya yang sering dijadikan sebagai tanaman hias untukmenghias taman rumah.

2. Jenis Tanaman Hias

      Ada banyak sekali macam dan nama jenis tanaman hias di dunia ini. Sangat banyak ragamnya dan jenis tumbuhan akan berbeda sesuai cuaca di suatu negara. Di negara Indonesia kurang lebih ada ratusan nama tanaman hias dan mungkin bisa muncul baru kapan saja jika seseorang menganggap bisa dijadikan hiasan.

a. Jenis Tanaman Hias Bunga

     Bunga adalah yang paling populer dan sangat identik dengan hiasan, tetapi tidak semua bunga masuk kategori hiasan. Tanaman bunga bisa ditanam di pot, taman, atau di teras rumah. Biasanya kurang cocok di taruh di dalam ruangan, kaena bunga butuh sinar matahari untuk mekar. Contoh bunga hias adenium, melati, bugenvil, kenanga, alamanda, mawar, dan amarilis.

b. Jenis Tanaman Hias Daun

     Tidak hanya bunga, jenis daun bahkan lebih disukai menjadi hiasan karena bentuknya yang unik dan lebih awet atau tidak gugur. Ini cocok jika ingin hiasan di dalam rumah karena daun tidak adai mudah layu, mudah dibersihkan, dan awet. Yang paling disukai adalah jenis Aglaonema, puring, dan pakis.

c. Jenis Tanaman Hias Pohon

     Jenis tanamn hias ini biasanya ditaruh di pot atau di tanah di halaman rumah. Contoh jenis tanaman ini adalah bonsai. Bonsai merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sangat populer. Bentuk bonsai beraneka ragam.

d. Jenis Tanaman Hias Gantung

     Tanaman hias gantung adalah tanaman hias yang diletakan dengan cara digantung. Tanaman hias jenis ini biasanya tanaman yang bagian tubuhnya menjalar panjang sehingga sangat bagus jika di gantung. Contoh : begonia, lantana, pelargonium, atau geranium.

Budi Daya tanaman Mawar

       Mawar merupakan tanaman hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga rose atau ratu bunga merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Bunga ini banyak ditanam di halaman rumah. Bunga yang berwarna merah yang menghiasi rumah menjadi lebih indah ini mudah untuk ditanam.

      Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Mawar yang banyak peminatnya dalah tipe hybrid tea dan meium,memiliki varisasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat produkstivitas tinngi :120-280 kuntum bunga/tahun.

1. Syarat Tumbuh

a. Iklim

  • Angin tidak memengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar.
  • Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Memerlukan sinar matahari 5-6 jan perhari.
  • tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh dapat ditanam di daerah beriklim dingin/subtropis maupun di daerah panas/tropis.
b. Media Tanam
  • Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir, subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi, dan drainase baik.
  • Pada tanah laatosol dan andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.
  • Derajat keasaman tanah yang ideal adalah pH = 5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur dolomit, calcit, ataupun zeagro dosis 4-5 ton/hektare.
  • Pemberian kapur bertujuan menaikkan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan al, serta menambah ketersediaan unsur-unsur P dan Mo. tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.

2. Pembibitan

a. Persyaratan Bibit
     Supaya bibit tumbuh dengan baik, pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan teggelam, yang mengapun dibuang).
b. Penyiapan Benih
  • Pemilihan buah
  • Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.
  • Petih buah mawar terpilih yang sudah matang (masuk) di pohon
c. Teknik Penyemaian Benih
  • Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah mambusuk dalam media semai.
  • Pilih biji-biji mawar yang bai, yaitu yang tengggelam bila dimasukan ke dalam air
  • Cuci biji mawar dengan air bersih
  • Tiriskan biji-biji mawar terpilih di tempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian.
  • Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak anatarbaris 5-10 cm. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.

3. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

  • Siram media persemaian mawar secara kontinue 1-2 kali sehari.
  • Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah, pasir, dan pupuk organik (1 : 1 : 1)

4. Pemindahan Bibit

    Pindahkan bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun atau tempat penanaman yang tetap (permanen).

5. Pengolahan Media Tanam

     Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun, taman, dan dalam pot. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag.
a. Penyiapan Lahan Kebun/Taman
  1. Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur, subur, dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka)
  2. Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil
    b. Penyiapan Media dalam Pot
    1. Siapkan media tanam berupa tanah suur, pupuk organik (pupuk kandang, kompos, super TW plus) dan pasir. Komposisi media campuran adalah tanah, pupuk kandang, kompos dan pasir. Campuran tanah dengan super TW plus perbandingan 6 : 1
    2. Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar! Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat  dari bahan tanah dan tidak dicat.
    3. Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah, genting, atau arang! Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu memindahkan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru.
    c. Pengisian Media Tanam ke Dalam Pot
    1. Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.
    2. Basahi pot dengan air hingga cukup basah.
    3. Isikan pecahan bata merah, genting, atau arang pada dasar pot setebal 1 cm sampai sepertiga bagian pot, lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat.
    4. Isikan serasah (humus) secara merata setebal 1 cm di atas lapisan bata merah atau genting.
    5. Isikan media tanam campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang/kompos ( 1; 1; 1)
    6. atau campuran tanah dengan produk organik super TW plus (6 :1) ditambah sedikit abu dapur. Pengisian media sampai 90% penuh atau 0,5-1,0 cm dibawah batas permukaan pot sebelah atas. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar.
    d. Pembukaan lahan
    1. Tanah dicangkul/dibajak sedalam -+30 cm hingga gembur.
    2. Biarkan tanah dikeringkan selama 15-30 hari agar matang dan bebeas dari gas-gas beracun.
    e. Pembentukan Bedengan
    Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar-bedengan 30-40 cm, dan panjanganya bergantung padakeadaan lahan. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris, penyiapan lahannya dibuat betnuk-bentuk yang diinginkan, misalnya lingkaran atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya.

    f. Pemupukan
       Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau super TW plus 4-5 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan. Pemberian pupuk organik dengan dimasukan ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman.

    6. Teknik Penanaman

    a. Penentuan Pola Tanam
        Buat lubang pada jarak 60 x 60 cm atau 70 x 70 cm, bergantung jenis warna dan kesuburan tanahnya.

    b. Pembuatan Lubang Tanam
          Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45 x 45 x45 cm. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakan dalam lubang , kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam, maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam, cukup 45055 cm.
          Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil), subsoil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakan di tempat teduh, untuk digunakan sebagai pupuk, dengan memasukannya ke dalam lubang

    7. Cara Penanaman

         Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila airnya memadai dapat dilakukan sepanjang usim/tahun). Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah) dan bibit berasal dari polybag.
        Cara penanaman bibt mawar dari kebun pembibitan secara cabutan.
    • Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya, sisakan 20-25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek).
    • Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril.
    • rendam bibit mawar dalam air atau larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti dekamon 1-2 cc/liter selama 15-30 menit.
    • Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Timbun (uruk) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.
    • Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akar-akarnya dapat kontak langsung dengan air tanah.
    • Siram tanah di sekelliling perakaran tanaman hiingga basah.
    • Pasang naungan sementara d
    • ]ari anyaman bambu atau bahan lain untuk melindungi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore.
         Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. tatacara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut.
    • Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.
    • Angkat polybag kemudian balikan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila polybag berukuran besar, pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.
    • Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam, kemudian uruk dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan.
    • Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayunan atau istirahat dahulu.

    8. Pemeliharaan Tanaman

    a. Penyiangan
        kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Penyiangan sebulan sekali (bergantung pertumbuhan gulma), dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul.

    b. Pemupukan
          Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10 : 10 : 5. Bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK ditambah 400 kg P2O5, ditambah 120 kg K2O/ha/tahun. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro), tanaman mawar perlu dipupuk dengan NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7-15 hari setelah tanam. pemupukan berikutnya secara continue tiap 3-4 bulan sekali, bergantung keadaan pertumbuhan tanaman.

    c. Pengairan dan Penyiraman
       Berikut peraturan pada saat pengairan dan penyiraman.
    1. Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara kontinue setiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau bergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media).
    2. Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi.
    3. Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor)

    9. Panen

    a. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga
          Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong adalah kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Untuk tujuan bunga tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh.
          Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari.

    b. Cara Pemetikan Bunga
        Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam, bersih dan steril.

    c. Periode Panen
        Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau bergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembungaan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun.

    10. Pascapanen

    a. Pengumpulan
    1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar
    • Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih. Posisi tangkai bunga diatur berada di bawah terendam air.
    • Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya.
    2)Pengumpulan pascapanen bunga mawar tidur
        Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam satu wadah (keranjang plastik, tampah, atau ember berisi air bersih).

    b. Penyortiran dan Penggolongan
    • Sortir bunga yang rusak, layu, dan busuk, pisahkan secara tersendiri.
    • Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis, ukuran bunga, panjang tangkai bunga warna yang seragam. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai bunga dipisahkan ke dalam dua grade. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm dan grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm.
    c. Penyimpanan
    • Untuk bunga potong mawar, simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembapan relatif stabil 90%.
    • Untuk bunga mawar tabur, simpan di tempat/ruang teduh, dingin, lembap, dan sirkulasi udara baik.
    d. Pengemasan dan Pengangkutan

    • Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi sutau ikatan-ikatan. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga.
    • Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dus karton dan sirkulasi udara baik.
    • Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar.
    • Alasi tangkai bunga dengan kapas basah atau masukan ke dalam botol plastik berisi air, terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh.
    • Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruanganalat angkut cukup dingin dan lembap.

    e. Pengemasan
         Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kukuh, bik, bersih dan kering, serta berventilasi. Jumlah tangkai sebanya 15-20 tangkai diikat dan dibungkus, kemudian dimasukan ke dalam kemasan karton. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atas dasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. Ujung tangkai bunga dimasukan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet.

    Peluang Usaha Budi Daya Tanaman Mawar

    1. Peluang Pasar

    Jenis tanaman hias bukan hanya mawar, bunga lainnya seperti Anthurium, aglaonema, anggrek , dan soka dapat dibeli dalam bentuk bibit yang relatif murah. Usahawan harus rajin, tekun, dan bersabar dalam merawat baik-baik bibit tanaman hias tersebut tumbuh sampai besar dan berharga jual tinggi.

    a. Memulai Bisnis

    1. Tentukan lokasi usaha yang agak luas dan strategis. Anda dapat memanfaatkan halaman rumah Anda atau menyewa lahan di pinggi jalan besar yang ramai.
    2. Pikirkan jenis-jenis tanaman hias yang akan Anda koleksi untuk dijual. Selain itu, perhitungkan secara matang biaya operasional dalam merawat bibit tanaman hias tersebut, mulai dari pupuk, tanah, atau sekam, dan keperluan lainnya.
    3. Terampil merawat tanaman hias dan memahami seluk-beluk tentang tanaman hias. Ada salah satu cara merawat dan membudidayakan tanaman hias dengan baik, yaitu mednggunakan media daun bambu dan sekam sebagai media tanam tanaman hias. Daun bambunya pun bukan sembarang  daun bambu, melainkan daun bambu yang biasa dipakai untuk anyaman. Hal tersebut bermanfaaat agar tanaman tidak rontok.
    4. Matangkan konsep berpromosi Anda, baikmelalui brosur ataupun kartu nama, ikut pameran-pameran tanaman hias, maupun iklan-iklan di media cetak atau radio.

    b. Hambatan Bisnis
        Merintis usaha tanaman hias bukan tanpa resiko atau hambatan. Berikut hambatan yang ada dalam bisnis tanaman hias.

    1. Tanaman hias Anda mati karena perawatan yang salah atau terbengkalai kaena kesibukan yang lain.
    2. Pasaran pembeli yang sepi sehingga penjualan pun merosot.
    3. Harga tanaman hias yang fluktuatif, disesuaikan dengan kondisi pasar, persaingan usaha, dari jumlah bibit yang tersedia pada petani.
    4. Cuaca yang tidak bersahabat, baik musim kering atau panas yang berkepanjangan maupun musim hujan yang tidak bisa dikompromi.
    5. Persaingan ketat antar sesama pengusaha tanaman hias. Hal ini dapat terjadi melaui perang harga jual.

    c. Strategi Bisnis
         Beberapa strategi berikut dapat Anda gunakan untuk meningkatkan usaha tanaman hias Anda.

    1. Semakin baik perawatan yang dilakukan, semakin bagus pula penampilan tanaman hias sehingga dapat mendongkrak harga penjualan.
    2. Ingatlah bahwa lokasi atau lingkungan tempat Anda merawat tanaman hias harus diperhatikan. Karena jika kualitas tanaman Anda terjaga, pembelipun akan puas dan semakin tertarik untuk membeli tanaman hias yang Anda rawat.
    3. Mengikuti perkembangan informasi mengenai tanaman hias dengan membaca majalah khusus tentang tanaman hias dan seluk-beluknya, bahkan Anda juga dapat ikut dengan komunitas atau perkumpulan tanaman hias yang disebut Perhimpunan Holtikultura Indonesia.
    4. Mampu menghimpun informasi mengenai pameran-pameran tanaman hias yang kini banyak diselenggarakan. Hal ini dapat menjadi ajang promosi tanaman hias sekaligus menambah wawasan Anda mengenai tanaman-tanaman hias baru atau yang sedang tren.
    5. Berikan layanan antar atau delivery bagi pembeli yang tidak memiliki alat transportasi.
    6. Berikan bonus pupuk atau bahan lain kepada pembeli jika membeli suatu jenis tanaman hias tertentu dengan kisaran harga yang wah.

    No Responses

    Add a Comment