Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Produk Grafika (Membuka Usaha di Bidang Sablon dan Grafika)

Hallo sobat Artikel Pandai, dalam pembahasan ini kita diharuskan memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil resiko) dalam menjalankan kegiatan usaha. Memahami perencanaan usaha produk grafika meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran.

Rekayasa Produk Grafika

Bagaimana prospek bisnis grafika?
Bagaimana cara memulai bisnis grafika?
Bagaimana cara mempromosikan usaha grafika?
Bagaimana cara membuat usahanya tetap berjalan dan bertahan?

Grafika

      Grafika adalah suatu teknik atau cara penyampaian pesan, gagasan, informasi, pikiran dan kesan perasaan melalui penggandaan dengan cara dicetak dan disajikan kepada khalayak. Grafika merupakan teknologi yang memungkinkan menjadikan buah pikiran-pikiran tokoh, ratusan bahkan ribuan tahun lalu sampai kepada kita berupa hasil cetakan.

      Oleh karena jasa grafika juga, segala urusan manusia modern dipermudah. Bahkan, beberapa tahun setelah manusia di alam kubur masih memerlukannya, terutama yang berkenaan dengan kontrak tanah pemakaman.

      Jika diamati di lingkungan sekitar, mulai dari bungkus korek api, ijazah, buku rapor, surat kabar, majalah, buku pelajaran, koran, sertifikat, surat keterangan, surat nikah, prangko, brosur, folder, spanduk, company profile, formulir, tiket, materai, uang kertas, faktur, kuitansi, STNK, surat pajak, KTP, paspor, dokumen perdagangan, peraturan, kemasan, dan banyak jenis lainnya yang dicetak dengan jumlah barang yang banyak di kalangan maysarakat. Semua adalah hasil karya manusia yang hanya bisa diwujudkan melalui teknologi grafika.

    Sifat grafika adalah menyebar,/merebak, menginformasi, artinya dengan teknologi grafika, suatu informasi cepat menyebar ke khalayak umum. Grafika atau teknik cetak terdiri dari beberapa macam yaitu sebagai berikut.

1. Cetaak Tinggi (Relief)

     Cetak tinggi (relief) adalah proses cetak timbul atau menonjol artinya dimana bagian mencetak (BM) dan bagian tidak mencetak (BTM) dalam acuan cetaknya adalah tidak sma datar atau tinggi di acuan cetak dan bersentuhan langsung pada bahan cetak. Sistem kerja teknik cetak tinggi seperti mesin degel yang terdiri dari dua komponen yaitu fundamen cetak dan penekan.
Beberapa produk grafika yang menggunakan teknik cetak tinggi antara lain sebagai berikut.

  • Stempel, embos (tulisan timbul).
  • Hot leafsteam.

2. Cetak Datar (offset)

     Cetak offset adalah salah satu teknik cetak secara itdak langsung karena menggunakan media perantara dimana bagian mencetak (BM) bertinta ditransfer lebih dahulu dari pelat ke lembaran karet (blanket), lalu ke bahan cetak. Cetak datar/offset adalah cetak yang dimana bagian mencetak (BM) dan tidak mencetak (BTM) pada acuan cetak berada sama datar.

3. Cetak Dalam

     Cetak dalam hampir ada persamaan dengan cetak datar dan cetak digital dengan segala peralatannya serta kapasitas mesinnya hingga menghasilkan produk/barang yang cetakannya seperti ada benang emas, hologram, misalnya uang dan materai.

4. Cetak Saring (Sablon)

     Cetak saring adalah cetak secara langsung dimana acuancetak dan bahan cetaknya bertemu langsung dengan tinta oleh gaya tekan (degel) kuas/rakel dengan bersifat pencurahan tinta secara saring/rembes ke atas bahan cetak. Cetak ini biasanya disebut sablon. Cetak ini terhitung cetak secara manual dengan kapasitas cetakan sedikit standar atau tidak terlalu banyak. Contohnya : berupa kaus, spanduk, badge nama, stiker dan lain-lain.

5. Cetak Digital

      Cetak digital adalah cetak secara send to print berpusat dari perintah data dari komputer. Cetak digital adalah sebuah teknologi cetak saat ini terbilang modern yang mungkin lebih sedikit tenaga kerja karena sebuah teknologi yang sudah canggih hingga beberapa teknis kerja dapat dilakukan oleh komponen mesin cetak tersebut. Saat ini contoh produk digital adalah baliho yang menggunakan media MMT, banner, poster, bahkan cetak-cetak fullcolor lainnya. Namun, biasanya cetak digital tidak terlalu dalam atau banyak daripada cetak offset.

     Salah satu ilmu grafika yang banyak digunakan adalah grafika komputer. Grafika komputer adalah proses untuk menciptakan suatu gambar berdasarkan deskripsi objek ataupun latar belakang yang terkandung pada gambar tersebut.
   Berikut merupakan sistem kerja grafika komputer.

  • Merupakan teknik untuk membuat gambar objek sesuai dengan objek tersebut di alam nyata (realisme).
  • Bertujuan menghasilkan gambar/citra (lebih tepat disebut grafika/picture) dengan primitif-primitif geometri, seperti garis dan lingkaran.
  • Primitif-primitif geomaetri tersebut memerlukan data deskriptif untuk melukis elemen-elemen gambar. Data deskriptif yaitu koordinat titik, panjang garis, jari-jari lingkaran, tebal garis, warna, dan lain-lain.
  • Grafika komputer berperan dalam visualisasi dan virtual reality.

    Bagian dari grafika komputer meliputi sebagai berikut.

  • Geometri : mempelajari cara menggambarkan permukaan bidang.
  • Animasi : mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gerakan.
  • Rendering : mempelajari alogaritma untuk menampilkan efek cahaya.
  • Citra (imaging)  : mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar.

Wirausaha di Bidang Sablon


     Seorang wirausaha adalah seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru dan memasarkannya.

1. Peluang Usaha Produk Grafika

     Jika dicermati dewasa ini banyak muncul distro atau toko merchandise, hal ini merupakan peluang yang besar bagi usahawan di bidang sablon.

2. Menciptakan Peluang Usaha Sablon

a. Ide Usaha
    Faktor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha produk grafika adalah ssebagai berikut.

1) Faktor Internal
    Faktor internal merupakan alat untuk menciptakan sebuah inspirasi atas objek yang dihadapi dengan kemampuan kreativitasnya. Faktor internal ialah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek/pengusaha, antara lain sebagai berikut.
  • Pengetahuan yang dimiliki.
  • Pengalaman dari individu itu sendiri.
  • Pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah.
  • Intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri.
2) Faktor Eksternal
    Faktor eksternal merupakan hal-hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi usaha, antara lain sebagai berikut.
  • Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan.
  • Kesulitan yang dihadapi sehari-hari.
  • Kebutuhan yang belum terpenuhi, baik untuk dirinya maupun orang lain.
  • Pemikiran besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Untuk merintis suatu usaha produk grafika yang baik, seorang wirausaha tentunya harus melihat prospek usaha jangka pendek, menengah, dan panjang.

b. Risiko Usaha
     Dalam menjalankan usahanya, wirausahawan harus memperhitungkan risikonya sehingga dapat diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya. Risiko yang biasanya terjadi adalah sebagai berikut.

1) Risiko Usaha Internal
     Risiko usaha internal adalah risiko yang timbul dari menjalankan usaha dan berdampak pada kelangsungan usaha itu sendiri. Apabila risiko usaha ini timbul, akan berakibat buruk bagi usaha yang sedang dijalankan. resiko bagi usaha biasanya disebut dengan resiko usaha berdampak bagi internal usaha.

2) Risiko Usaha Eksternal
    Risiko usaha eksternal adalah risiko yang timbul dari menjalankan usaha dan berdampak pada kelangsungan lingkungan luar usaha itu sendiri. 
c. Analisis Kemungkinan Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
    Faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha adalah sebagai berikut.

1) Faktor Manusia
    Faktor manusia merupakan faktor yang utama dalam pencapaian keberhasilan usaha karena manusia yang mempunyai ide dan rencana usaha, manusia juga yang akan mewujudkannya. Di sini diperlukan manusia yang beretor kerja tinggi, rajin, optimis, dan pantang menyerah.

2) Faktro Keuangan
     Faktor keuangan merupakan faktor penunjang keberhasilan usaha. Faktor tersebut digunakan untuk modal usaha serta pemenuhan segala pengeluaran untuk kepentingan operasi.

3) Faktor Organisasi
    Dengan adanya faktor organisasi, sumber daya akan masuk pada suatu pola sehingga orang-orang yang dapat bekerja dengan efektif dan efisien sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi.

4) Faktor Perencanaan
    Perencanaan usaha dapat digunakan sebagai alat pengawas dan pengendalian usaha. Oleh karena itu, perencanaan harus dibuat oleh seorang wirausaha sejak usahanya didirikan.

5) Faktor Mengatur Usaha
    Dalam kaitannya dengan kegiatan mengatur usaha, yang perlu dilakukan oleh seorang wirausaha adalah menyusun uraian tugas pokok untuk menjalankan usahanya, menyusun struktur organisasi usaha, memperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan , menetapkan balas jasa dan insentif, serta mengawasi usaha dan pengendaliannya.

6) Faktor Pemasaran
    Faktor pemasaran produk perusahaan adalah daya serap pasar dan prospeknya, kondisi pemasaran dan prospeknya, serta program pengendaliannya.

7) Faktor Administrasi
    Untuk menunjang kelancaran kegiatannya, sebaiknya seorang wirausaha mempunyai catatan yang rapi mengenai kegiatan dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Catatan tersebut dibuat secara kronologis, kemudian didokumentasikan.

3. Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha di Bidang Sablon

a. Tahap Memulai
     Tahap memulai adalah tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin bisa membuka usaha baru, melakukan akuisi, atau melakukan franchising. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan.

b. Tahap Melaksanakan Usaha
    Dalam tahap ini, seorang wirausaha mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya yang mencakup aspek-aspek berikut.

  • Pembiayaan
  • Sumber daya manusia
  • Kepemilikan
  • Organisasi
  • Kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, serta melakukan evaluasi.
c. Tahap Mempertahankan Usaha
    Tahap dimana seorang wirausaha berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
d. Tahap Mengembangkan Usaha
     Tahap dimana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan, perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Membuka Usaha di Bidang Grafika

1. Persiapan Membuka Usaha
  1. Pertama, sama seperti usaha lainnya, persiapan mengenai tempat yang akan dijadikan sebagai lokasi usaha tentu sangat penting. Lokasi atau tempat usaha ini dipersiapkan sebagai modal awal Anda untuk memasarkan produk yang Anda produksi. Selain itu tempat atau lokasi dapat menjadi identitas usaha Anda.
  2. Kedua, ketika Anda membuka usaha kaos sablon, tentu anda memerlukan ide desain kaus yang unik, kreatif, dan menarik dengan kualitas yang baik, sehingga konsumen merasa ingin memiliki produk hasil sablonan Anda atau yang ingin menggunakan jasa sablon kaus di tempat anda.
  3. Ketiga, keterampilan menyablon. Jenis persiapan yang satu ini tentu harus Anda persiapkan secara matang. Bagaimana usaha kaus sablon Anda akan berjalan bila Anda sendiri yang membuka usaha tidak memiliki kemampuan dalam menyablon? Keterampilan menyablon ini dapat Anda lakukan secara otodidak atau minta diajari oleh orang lain yang lebih ahli.
  4. Keempat, mengenai peralatan sablon dan bahan sablon tentu merupakan prioritas awal persiapan usaha kaus sablon Anda, karena usaha ini tidak akan diberi nama usaha kaus sablon jika ada alat dan bahan yang menunjang proses penyablonan. memikirkan dengan baik dari mana Anda akan mendapatkan suplai kaus untuk produk Anda nantinya. Setelah 
  5. Kelima, sebelum Anda memulai usaha, sebaiknya Anda juga memikirkan dengan baik dari mana Anda akan mendapatkan suplai kaus untuk produk Anda nantinya. Setelah usaha Anda menerima pesanan, Anda tidak perlu pontang panting mencari toko grosir kaus yang murah dan berkualitas lagi.
  6. Keenam, persiapkan desain brosur usaha kaos sablon Anda. Brosur yang eksklusif dan provokatif tentunya akan menarik banyak pelanggan. Brosur ini digunakan sebagai media promosi dalam jangka panjang. Setiap ada perubahan pada usaha kaus sablon Anda, Anda juga harus memperbaharui desain brosur yang digunakan.
  7. Ketujuh, persiapkan jenis diskon dan berbagai tawaran yang nantinya dapat menarik pengunjung untuk melihat dan membeli produk atau menggunakan jasa usaha kaus sablon Anda. Hal ini penting dilakukan di awal usaha taupun dalam perjalanan usaha Anda nantinya.
  8. Kedelapan, promosikan usaha kaus sablon Anda, terserah Anda mau kemana mempromosikannya, baik di sekolah, di jalanan, maupun ke perusahaan. Usahakan Anda melakukan promosi ini disertai dengan berbagai penawaran yang menarik, baik itu diskon atau tawaran awal yang akan Anda berikan bagi pelanggan baru.
  9. Kesembilan, persiapkan mental Anda untuk mengalami sesuatu yang di luar perkiaraan, hal ini pasti selalu dialami oleh setiap pengusaha baru. Sesuatu yang diluar perkiaraan ini bukan hanya sesuatu yang buruk, melainkan juga sesuatu yang baik. Misalnya saja usaha kaus sablon Anda mengalami kemajuan yang amat pesat, bahkan sebelum Anda menyadarinya. Tentu keberhasilan seperti ini juga memerlukan mental dalam mengahdapinya, apalagi karena kesuksesan dalam usaha biasanya ditandai dengan melonjaknya angka pemesanan. Disisni tentu mental Anda akan sangat dibutuhkan utnuk menghadapi perubahan yang drastis, begitupun dengan keadaan yang sebaliknya.
  10. Kesepuluh, persiapkan dana darurat, harusnya ini diurutkan di bagian pertama. Ketika Anda memulai usaha, selain memerlukan  dana awal yang cukup, Anda juga memerlukan dana tambahan sebagai dana apabila suatu waktu kepepet dengan tambahan dana ini. Misal tiba-tiba pada suatu hari Anda menerima pesanan dengan jumlah fantastis dari sebuah perusahaan yang t ertarik dengan desain kaus sablon Anda. Dengan pesanan tersebut tentu Anda membutuhkan dana yang lebih banyak untuk produksi. Jadi, dana darurat ini bisa jadi penolong usaha kaus sablon Anda.

Add a Comment