Produk Pengolahan Kosmetik dari Bahan Nabati dan Hewani (Prakarya)

Produk Pengolahan Kosmetik dari Bahan Nabati dan Hewani – Halo sobat, pada kesempatan kali ini kita akan membahas pelajaran prakarya mengenai “Produk Pengolahan Kosmetik dari Bahan Nabati dan Hewani”.

Indonesia ternyata kaya sumber daya alam nabati. Tidak hanya sumber pangan dan obat-obatan yang bisa digali dan dimanfaatkan untuk kemakmuran bangsa, namun juga terdapat beragam jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber bahan kosmetik alami (natural cosmetic)  atau sebagai antiaging , penghilang bau badan, mengatasi flek hitam, mengobati jerawat, masker untuk wajah, mencegah kanker kulit, melembutkan dan memutihkan kulit, sebagai pewarna alami, penyubur dan penghitam rambut, maupun sebagai antioksidan alami. Bahkan kita dapat membuat sendiri dari buah-buahan dan sayuran yang ada di sekitar kita. Di tengah maraknya peredaran kosmetik palsu yang terbuat dari bahan kimia berbahaya, pemanfaatan kosmetik nabati merupakan solusi praktis dan ekonomis.

Produk Pengolahan Kosmetik dari Bahan Nabati dan Hewani prakarya

A. Produk Kosmetik

Tampil cantik dan tampan merupakan sebuah predikat yang sangat didambakan setiap orang. banyak upaya yang dilakukan yang berhubungan dengan menjaga penampilan, baik itu perempuan ataupun pria. hal ini berkaitan dengan peningkatan rasa percaya diri seseorang sehingga upaya perawatan tubuh, diet, hingga melakukan operasi kecantikan pun dilakukan demi mendapatkan penampilan yang sesuai dengan yang diinginkan. Akan tetapi, jika upaya yang dilakukan terbilang berlebihan maka hasil yang didapatkan tidak selalu sebanding dengan yang diharapkan pada mulanya.

Nilai utama dalam penggunaan kosmetik bukan berasal dari nilai produk kosmetik tersebut, tidak mesti mahal dan berasal dari merek terkenal, melainkan harus bisa menjamin pemakainya dari dampak negatik kesehatan yang ditimbulkan. Jika Anda ingin menggunakan kosmetik, tidak ada salahnya untuk meneliti terlebih dahulu kandungan bahan aktif di dalamnya.

1. Pengertian Produk Kosmetik

Kosmetik kecantikan dengan berbagai ragam bentuk dan merek produk yang saat ini dikembangkan merupakan fenomena yang mesti diterima dan disikapi dengan kearifan. Berdasarkan Menteri Kesehatan yang merujuk pada Federal Food and Cosmetic Act, kosmetik adalah bahan atau campuran bahan yang digosokkan, diletakkan, dituangkan, dipercikkan, disemprotkan pada, atau dimasukkan ke dalam tubuh, digunakan pada tubuh untuk memelihara kebersihan, menambah daya tarik, dan mengubah rupa, tetapi tidak termasuk golongan obat juga tidak mengganggu kesehatan kulit dan kesehatan tubuh.

Berdasarkan Permenkes RI no. 445/Menkes/Per/V1998 yang dimaksud dengan kosmetik adalah kesediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin luar) gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau bahan, tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.

2. Jenis-Jenis Produk Kosmetik

Penggolongan kosmetik menurut peraturan Menteri Kesehatan RI berdasarkan kegunaan dan lokalisasi pemakaian pada tubuh, yaitu sebagai berikut.

  1. Preparat untuk bayi: minyak bayi, bedak bayi, dan lain-lain.
  2. Preparat untuk mandi: minyak mandi, bath capsules, dan lain-lain.
  3. Preparat untuk mata: maskara, eye shadow, dan lain-lain.
  4. Preparat wangi-wangian: parfum, toilet water, dan lain-lain.
  5. Preparat untuk rambut: cat rambut, hair spray, pengeriting rambut, dan lain-lain.
  6. Preparat pewarna rambut: cat rambut, hair bleach, dan lain-lain.
  7. Preparat make-up (kecuali mata): lipstik, rouge, bedak muka, dan lain-lain.
  8. Preparat untuk kebersihan mulut: mouth washes, pasta gigi, breath freshes, dan lain-lain.

Penggolongan kosmetik berdasarkan kegunaannya yaitu sebagai berikut.

  1. Higiene tubuh: sabun, sampo, cleansing, dan lain-lain.
  2. Rias : make-up, hair color, dan lain-lain.
  3. Wangi-wangian: deodoran, parfum, after shave, dan lain-lain.
  4. Proteksi/pelindung : suncreen dan lain-lain.

3. Bahan Nabati atau Hewani sebagai Produk Kosmetik

a. Kunyit (cucuma domestica)

Kunyit tidak hanya untuk kesehatan, namun berkhasiat untuk kecantikan. Bagi wanita, terlihat segar, sehat, dan cantik itu sangat penting. Senyawa THcs (tetrahydrocurcuminoids) pada kunyit bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit, sehingga memilki prospek dalam pembuatan formula kosmetik. Kunyit juga busa digunakan sebagai lulur yang berkhasiat untuk memberi warna segar (kuning langsat) pada kulit tubuh. Selain itu kunyit juga dapat digunajan untuk menghilangkan jerwat. Kunyit sebagai anti septik dan antiradang dapat membantu mengurangi pertumbuhan jerwat bahkan menghilangkannya. Penggunaan kunyit untuk kecantikan khususnya untuk masker mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin, dan bisdesmetoksikurkumin serta zat zat manfaat lainnya. Senyawa kurkuminoid telah diteliti kemampuannya untuk melindungi sel sel, jaringan, dan organ tubuh dari kerusakan yang diakibatkan radikal bebas dengan menetralisir radikal bebas dan mencegah pembentukan radikal yang baru.

b. Lidah Buaya (aloevera)

Lidah buaya mengandung sekitar 72 zat yang dibutuhkan tubuh, di antaranya asam amino, karbohidrat, lemak,air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat seperti lignin, saponin, senyawa antrakuinon, senyawa kuinon, dan senyawa gula. Dalam hal pengobatan, lidah buaya mampu menghilangkan bekas luka bakar pada kulit, karena kandungan saponin yang berfungsi sebagai pembersih dan antiseptik.

Dalam hal kecantikan kulit, lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Lendir lidah buaya mengandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan tetap lembap sehingga terlihat awet muda. Untuk menghaluskan kulit, lidah buaya digunakan sebagai campuran adonan masker.

c. Beras Putih (Oryza sativa)

Beras sebagai alat memperoleh kecantikan sebenarnya sudah dimulai dari zaman dahulu dan tetap digunakan sampai sekarang. Adapun cara yang sering dilakukan para wanita adalah dengan memanfaatkan beras sebagai lulur. Yang terbukti efektif dan mendatangkan hasil yang memuaskan, yaitu lulur bedak dari Kalimantan yang disebut penduduk setempat sebagai berastagi.

d. Tomat

Tomat mengandung beta karotena dan likopena yang merupakan antioksida dan pre-vitamin A, yang memiliki khasiat untuk menghaluskan kulit wajah dan mengobati jerawat. Untuk keperluan perawatan wajah, tomat dicuci dan dipotong menjadi empat bagian lalu dioleskan pada wajah, biarkan sampai kering kemudian dibilas dengan air hangat. Untuk perawatan sehari-hari, tomat yang merah tua diperas dan airnya dioleskan pada wajah, wajah akan terasa segar dan halus.

e. Seledri

Seledri berkhasiat untuk mengatasi kulit berminyak. Caranya, ambil beberapa daun seledri dan iris halus, masukkan ke dalam mangkuk yang berisi air mendidih, biarkan selama 20 menit! Simpan di lemari es agar zat yang terkandung di dalamnya tidak rusak! Pada malam hari, aplikasikan pada wajah menggunakan kuas, dan terakhir bilas dengan air hangat!

f. Mawar (Rosa sp.)

Daun-daun bunga segar dari beberapa jenis keluarga rosa disuling, hingga menghasilkan minyak mawar yang dalam dunia kosmetik tradisional digunakan sebagai bahan untuk membuat penyegar yaitu minyak mawar dicampur dengan air menjadi mawar. Air mawar juga berguna sebagai bahan untuk melarutkan bubuk masker menjadi adonan masker yang siap digunakan.

g. Sari Mentimun

Dalam mentimun terdapat zat saponin, protein, kalsium, garam fosfat, vitamin B, dan vitamin C. Sari mentimun digunakan sebagai cairan pembersih, karena saponin yang terkandung di dalamnya memiliki daya pembersih yang baik. Sari mentimun sangat baik untuk kulit berminyak, kulit yang peka, dan kulit yang terbakar (mendinginkan). Sari mentimun dipakai sebagai bahan penyegar (astringent). Sari mentimun berkhasiat juga untuk memupuk dan memutihkan kulit.

h. Bengkuang

Bengkuang adalah umbi berwarna putih dengan bentuk seperti gasing, merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis amerika dan termasuk suku Fabacea atau polong-polongan. Selain bisa digunakan sebagai bahan kudapan, bengkuang juga bermanfaat bagi kecantikan khususnya kulit. Bengkuang dikenal bisa membersihkan dan memutihkan kulit serta menghilangkan bintik-bintik hitam pada wajah. Buah ini sangat baik bagi kulit karena mengandung vitamin B1, vitamin C, pachyrhizon, fosfor, dan kalium.

i. Jeruk Purut (Citrus hystrix)

Banyak cara yang dilakukan orang untuk mengurangi bau tidak sedap yang keluar dari tubuhnya. Mulai dengan menggunakan bedak, deodoran, atau tawas. Namun, bau badan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan jeruk purut karena kulitnya mengandung minyak asiri yang berbau harum. Jeruk purut dapat digunakan untuk menghilangkan bau badan dengan cara meminum sari campuran kulit jeruk purut dengan sebatang kencur yang dihaluskan bersama-sama dengan air secukupnya.

j. Minyak Zaitun (Oleum olivarum)

Minyak zaitun merupakan minyak buah-buahan diperoleh dari oliva (Olea europaea, keluarga Oleacea), tanaman pohon tradisional dari Lembah Mediterania. Minyak zaitun biasanya digunakan untuk memasak, kosmetik, farmasi, sabun, dan untuk minyak lampu. Selain itu minyak zaitun digunakan untuk kebutuhan ritual. Dalam hal kecantikan, minyak zaitun sanagt bermanfaat karena mengandung vitamin E yang tinggi, maka minyak zaitun sangat efektif untuk melembapkan kulit kering.

4. Teknik Proses Produksi Kosmetik

Ada beberapa teknik proses produksi kosmetik, yaitu sebagai berikut.

  1. Distilasi/penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan kecepatan/kemudahan menguap/volatilitas bahan atau teknik pemisahan kimia berdasarkan perbedaan titik didih. Teknik ini biasanya digunakan untuk menghasilkan zat yang mudah menguap. Contohnya produk kosmetik parfum.
  2. Saponifikasi adalah pencampuran minyak/lemak dengan basa kuat (KOH/NaOH). Contohnya produk kosmetik sabun.
  3. Penghancuran, sedimentasi/pengendapan, dan pengeringan. Contohnya produk kosmetik, masker, dan lulur.
  4. Pencampuran, contohnya produk kosmetik sampo.

B. Pembuatan Bahan Nabati Menjadi Lulur

Lulur tradisional adalah ekstrak bahan alami dari tanaman yang dibuat dalam bentuk scrub yang digunakan untuk kecantikan, dioleskan dan digosok perlahan-lahan ke seluruh tubuh. Khasiat yang bisa diperoleh dari lulur yaitu menghaluskan, menyegarkan, dan melembutkan kulit, membuat bau badan harum dan wangi, serta membantu mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati. Untuk hasil maksimal, gunakan seminggu dua kali.

1. Bahan Pembuatan Lulur Beras dan Kunyit

Dalam pembuatan lulur menggunakan beberapa bahan sebagai berikut.

  1. 5 kg tepung beras putih
  2. 5 kg kunyit
  3. 1 kg bunga mawar
  4. 1 kg bunga melati
  5. 1 kg daun pandan
  6. 1 kg bunga kenanga
  7. 1 kg rempah-rempah lainnya

2. Alat-alta yang Digunakan

  1. 75 botol plastik
  2. 1 rol plastik pembungkus
  3. 75 unit plastik pres
  4. 75 buah stiker plastik
  5. Baskom
  6. gunting
  7. pisau
  8. Tampah
  9. Nampan
  10. Toples besar
  11. Serbet
  12. Jeriken
  13. Keranjang

3. Proses Pembuatan

a. Persiapan Alat dan Bahan

Kegiatan persiapan yaitu melengkapi alat dan bahan yang diperlukan dalam proses produksi hingga pemasaran.

b. Pemilihan Bahan Baku

Tahapan ini sangat penting untuk diperhatikan karena menentukan hasil akhir dari produk. Istilah sederhananya, jika input baik maka output juga baik. Hal-hal yang dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Memilih dan memilah-milah bahan basah maupun bahan kering (simplisia) dan harus bersih serta bebas jamur.
  2. Memastikan kebenaran bahan tersebut, agar bahan yang digunakan tidak tercampur dengan bahan lain yang tidak diperlukan.

c. Pencucian Bahan Baku

Bahan baku yang telah lolos pada tahap pemilihan maka harus melewati tahap selanjutnya, yaitu mencuci simplisia menggunakan air yang mengalir (diulang 2-3 kali pencucian) lalu tiriskan bahan yang telah dicuci, hingga air menetes secara keseluruhan.

d. Pengeringan

Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam bahan (simplisia), sehingga bahan (simplisia) tidak mudah rusak atau berjamur dalam penyimpanan dan khasiat dalam simplisia tidak berubah karena proses fermentasi.

e. Pembuatan Serbuk

Bahan baku yang telah kering dihancurkan menggunakan alat penepung, hingga terbentuk serbuk yang relatif halus.

f. Peramuan

Semua simplisia yang telah menjadi serbuk dicampurkan berdasarkan komposisi lulur. Dalam tahapan ini jenis dan berat simplisia menjadi kunci utama dalam peracikan untuk menghasilkan lulur dengan khasiat optimal dan cocok untuk semua kulit. Menimbang bahan tersebut menurut perbandingan yang diperlukan atau sesuai resep.

g. Pengemasan

Setelah racikan selsesai, dilakukan pengemasan dalam botol. Lulur dikemas dalam wadah botol agar lebih praktis dan menarik dalam pemasarannya.

4. Keselamatan Kerja pada Proses Pembuatan Lulur Beras dan Kunyit

Hal-hal yang harus diperhatikan saat proses pembuatan lulur beras dan kunyit adalah sebagai berikut.

  1. Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja.
  2. Memakai pakaian kerja atau celemek.
  3. Menggunakan penutup kepala.
  4. Memakai sepatu yang tidak terbuka dan dalam keadaan bersih.
  5. Setelah selesei menggunakan alat, bersihkan dan kembalikan ke tempat semula dengan rapi dan bersih.

C. Penyajian dan Kemasan Produk Kosmetik

Kemasan merupakan wadah atau sarana pembungkus yang mempunyai fungsi ganda. Selain dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan di saat distribusi barang, juga sangat berperan dalam menentukan keputusan konsumen untuk melihat atau bahkan membeli produk tersebut.

Menurut Wikipedia, kemasan adalah ilmu, seni, dan teknologi mengemas atau melindungi produk untuk keperluan distribusi, penyimpanan, penjualan, dan penggunaan. Kemasan juga merujuk pada proses desain, evaluasi, dan produksi dari kemasan itu sendiri. Kemasan memuat, melindungi, menjaga, mengangkut, menginformasikan, dan menjual.

Menurut Mendiola B. Wiryawan kemasan memiliki beberapa fungsi ideal, yaitu sebagai berikut.

1. Fungsi Proteksi

Kemasan harus mampu memberikan perlindungan fisik terhadap produknya, termasuk ketahanan  kemasan terhadap benturan, tekanan, temperatur, dan lainnya.

2. Fungsi Pengelompokkan, Penempatan, dan Penyimpanan

Kemasan yang ideal sebaiknya harus menjawab bagaimana sebuah materi dikelompokkan atau ditempatkan. Apakah kemasan tersebut efisien untuk ditumpuk dan dibawa dalam jumlah besar atau tidak.

3. Fungsi Keamanan

Kemasan yang ideal harus sudah terpenuhi kemanannya bagi konsumen serta material yang digunakan harus dipastikan tidak akan meracuni dan mencemari isi produk di dalamnya secara kimiawi.

4. Fungsi Informasi

Kemasan yang ideal sebaiknya memberikan informasi yang sesuai dan dibutuhkan oleh konsumen, baik secara verbal maupun visual, seperti memberikan informasi batas kedaluwarsa, komposisi makanan, halal atau haram, dan lainnya.

5. Fungsi Kemudahan Fisik

Bentuk kemasan yang ideal harus memudahkan, baik saat pengepakan, distribusi, maupun penggunaan oleh konsumen. Faktor ergonomis bisa dibilang sangat berperan dalam pengembangan desain kemasan.

6. Fungsi Marketing

Fungsi yang juga harus dipenuhi yaitu fungsi marketing. Desain kemasan yang baik adalah yang bisa memvisualisasikan brand, membantu branding sebuah produk.

Berikut beberapa bentuk kemasan kosmetik,

Produk Pengolahan Kosmetik dari Bahan Nabati dan Hewani

Beberapa bentuk kemasan kosmetik

D. Wirausaha Produk Kosmetik

1. Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha

Seorang calon wirausaha di dalam mempersiapkan pendirian usahanya tidak mungkin berhasil dengan baik tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan pendirian usaha itu memang harus ada, walaupun sangat sederhana. Mengapa calon wirausaha harus membuat perencanaan usaha? Karena perencanaan usaha merupakan alat yang paling ampuh untuk menentukan prioritas, mengukur kemampuan, serta mengukur keberhasilan dan kegagalan usaha. Perencanaan pendirian usaha akan memberikan uraian tentang langkah-langkahnya dengan sasaran, target, petunjuk pelaksanaan, jadwal waktu, strategi, taktik, program, biaya, dan kebijakannya.

Beberapa hal yang harus dipersiapkan saat akan mendirikan usaha, yaitu mencakup hal-hal berikut.

  1. Nama perusahaan.
  2. Lokasi perusahaan.
  3. Jenis usaha.
  4. Perizinan usaha.
  5. Sumber daya manusia.
  6. Aspek produksi.
  7. Aspek pemasaran.

Berikut adalah contoh perencanaan usaha sederhana untuk pengembangan usaha lulur beras dan kunyit yang merupakan produk kosmetik.

a. Pemilihan Jenis Usaha

Sebelum menentukan jenis usaha kita harus melakukan analisis SWOT. Pemilihan jenis usaha contohnya pembuatan lulur beras dan kunyit. Analisis SWOT-nya sebagai berikut.

1) Strength (Kekuatan)

Bahan baku lulur beras dan kunyit mudah didapat, murah, dan proses pembuatannya mudah.

2) Weakness (Kelemahan)

Proses pembuatan sangat bergantung pada cuaca. Memerlukan cuaca yang panas. Dapat juga menggunakan alat, seperti oven, akan tetapi biaya yang diperlukan relatif besar.

3) Opportunity (Kesempatan)

Seiring perkembangan zaman, penampilan menjadi tolok ukur utama dalam kehidupan. Manusia selalu berkeinginan untuk selalu tampil menarik dan cantik. Manfaat  bahan alami yang terkandung pada kunyit dan tepung beras dapat membersihkan dan mencerahkan kulit, sehingga banyak orang yang membutuhkannya.

4) Treat (Ancaman)

Adanya pesaing dan cuaca yang tidak mendukung menyebabkan produk berjamur.

b. nama Perusahaan

Nama perusahaan harus mencerminkan produk dan mudah dikenal oleh orang. Misalnya untuk produk kosmetik lulur beras dan kunyit, diberi nama CV Pesona Cantika, dengan pendiri usaha sebanyak 3 orang.

c. Lokasi Perusahaan

Lokasi usaha ditentukan di daerah yang dekat dengan bahan baku, tidak jauh dari lokasi rumah pengelola, dan tidak terlalu jauh dari jangkauan pasar yang akan dituju. Tahap awal bisa menggunakan salah satu ruangan di rumah atau menyewa rumah di sekitar tempat tinggal.

d. Perizinan Usaha

Izin usaha yang disiapkan, antara lain NPWP dari kantor pajak, akta notaris dari kantor notaris, SIUP/TDP dari Dinas Perindustrian Kota/Kabupaten, dan izin PIRT dan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.

e. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia (SDM) yang dipersiapkan terdiri dari 3 orang pendiri, yang mempunyai tugas masing-masing sebagai :

  • penanggung jawab produksi.
  • penanggun jawab pemasaran, serta
  • penanggung jawab administrasi dan keuangan.

Seiring dengan perkembangan perusahaan, SDM yang dibutuhkan makin banyak disesuaikan dengan besar kecilnya omzet dari perusahaan tersebut.

f. Aspek Produksi

Aspek produksi usaha produk kosmetik, selain menggunakan kunyit dan tepung beras sebagai bahan utamanya juga diperlukan bahan-bahan dan alat-alat dalam proses pembuatannya. Berikut adalah biaya yang diperlukan dalam proses pembuatan lulur beras dan kunyit dengan asumsi beras dan kunyit yang digunakan sebanyak masing-masing 5 kg per produksinya.

g. Aspek Pemasaran

Metode yang digunakan dalam pemasaran adalah pemasaran secara langsung dan tidak langsung terhadap konsumen. Pemasaran langsung dilakukan promosi atau pameran pada even-even kesehatan serta mendatangi perkumpulan ibu-ibu di berbagai instansi, sedangkan pemasaran tidak langsung melalui salon dan koperasi dengan cara penitipan barang dan pembayaran di belakang atau konsinyasi. Manfaatkan teknologi internet dan media sosial seperti Facebook dan Twitter sebagai sarana penjualan lain, perbanyaklah teman dan followers untuk memperluas pemasaran. Bisa juga dengan membuat blog gratis atau website yang berbayar dengan relatif terjangkau harganya.

2. Karakteristik Wirausaha yang Sukses

Sikap dan perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan. Positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar wirausahawan tersebut dapat maju atau sukses.

Berikut ciri-ciri dan watak wirausahawan yang sukses.

No. Watak Ciri-Ciri
1. Percaya diri Keyakinan, kemandirian, individualitas, dan optimisme.
2. Berorientasi tugas dan hasil Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekutan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik, dan memiliki inisiatif.
3. Pengambil risiko Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
4. Kepemimpinan Bertingkah laku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, serta suka terhadap kritik dan saran yang membangun.
5. Keorisinilan Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serta bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
6. Berorientasi ke masa depan Persepsi dan memiliki cara pandang atau cara berpikir yang berorientasi pada masa depan.
7. Jujur dan tekun Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja.

 

Baca juga : Prakarya Budidaya Pembenihan Ikan Hias : Pengertian, Perencanaan dan Wirausaha

Add a Comment