Renang : Pengertian,Macam-Macam,Teknik,Sejarah, dan Nomor Renang

Halo sobat Artikel Pandai, kali ini kita akan membahas mengenai olahraga “Renang”. Renang dan olahraga air lainnya memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak dan masyarakat, bahkan merupakan salah satu olahraga yang paling disukai. Namun, alangkah baiknya jika memahami teknik-teknik berenang sebelum beraktifitas di air.

olahraga renang dan pembahasannya

A. Pengertian Renang

Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat.

Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di lomba-lomba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.

B. Macam-macam gaya renang yang dilombakan berdasarkan nomor perlombaa menurut jarak tempuh, jenis kelamin

1. Nomor renang putri putra dan yang lombakan dalam Olimpiade:

  • Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra)
  • Gaya kupu-kupu: 100 m, 200 m
  • Gaya punggung: 100 m, 200 m
  • Gaya dada: 100 m, 200 m
  • Gaya ganti perorangan: 200 m, 400 m
  • Gaya ganti estafet: 4 x 100 m
  • Gaya bebas estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m
  • Marathon 10 km

2. Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:

  • Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
  • Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
  • Gaya ganti estafet: 4×100 m
  • Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m

Baca Juga : “Kebugaran Jasmani: Pengertian, Latihan, Manfaat, Tujuan, Contoh, Unsur, dan Komponen”

C. Renang Gaya Dada

Renang gaya dada atau gaya katak dikenal dengan istilah breast stroke ialah renang dengan posisi menghadap ke permukaan air, tetapi berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua kaki menendang ke arah luar sementara kedua tangan diluruskan ke depan. Kedua tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki. Teknik-teknik dalam renang gaya dada adalah sebagai berikut.

1  Teknik Meluncur

Gerakan meluncur dalam gaya dada dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Ketika melakukan luncuran diusahakan posisi tubuh selalu lurus segaris dengan permukaan air.
  • Meluruskan tubuh ke depan.
  • Lengan dan tangan menggapai ke muka.
  • Kedua kaki lurus ke belakang

2. Teknik Gerakan Kaki (Kicking)

  1. Gerak kaki pada gaya dada saat ini adalah gerakan kaki yang cenderung membentuk gerak kaki dolfin (whip kick), dimana pada fase istirahat yaitu fase ketika kedua tungkai kaki bagian bawah ditarik serentak mendekati pinggul dan kemudian setelah fase itu dikerjakan pergelangan kedua kaki diputar mengarah keluar sehingga membentuk sudut ±50°, kemudian dari posisi ini kedua kaki melakukan gerak menginjak dan diakhiri dengan istilah propeler dimana pergelangan kaki dan tungkai kaki bagian bawah berfungsi sebagai alatnya.
  2. Beberapa perenang ada yang melakukan akhir dari gerakan kaki menginjak dan menendang hingga tumit kaki sedikit naik ke atas permukaan air, hal ini disebabkan oleh kaki yang bersangkutan sangat lentur (fleksibel)
  3. Keuntungan yang diperoleh oleh perenang yang mempunyai kelentukan kaki tinggi, biasanya dimanfaatkan pada akhir dari lecutan dengan membuat gerak kaki dolfin dibawah permukaan air.
  4. Usahakan pada saat kedua kaki ditarik mendekati kedua pinggul dilakukan semaksimal mungkin sehingga sikap ini dapat melakukan rangkaian gerak berikutnya dengan lebih kuat. Apabila pada waktu melakukan gerak menarik tungkai kaki bawah agak berat dilakukan, gerak itu dikerjakan dengan bantuan sedikit kedua paha dibuka.
  5. Meningkatkan kecepatan pada saat melakukan gerak kaki sangat diperlukan dan penting. Kaki akan mendapat akselerasi dan mencapat tingkat kecepatan maksimumn, hanya karena kedua kaki setelah mengerjakan tendangan dan menutup lurus ke belakang. Gerak yang dilakukan kaki itu akan memproduksi tenaga gaya angkat (lift force) ke arah depan.

Beberapa bentuk latihan gerakan kaki renang gaya dada adalah sebagai berikut.

  • Di tepi kolam renang dengan memegang parit/tepi, dilakukan rangkaian gerak secara berjenjang.
  • Bila menggunakan papan latihan sambil jalan di kolam dangkal.
  • Tanpa menggunakan papan latihan, kedua lengan lurus ke depan.
  • Bisa diberikan dengan sikap telentang, lakukan rangkaian gerak kaki gaya dada.

3. Pernapasan (Breathing)

Gerakan pengambilan nafas yaitu suatu proses menghirup udara. Menghirup udara dilakukan pada akhir pull dari gerakan lengan, yaitu pada saat tangan siap didorong ke depan, kepala diangkat sampai batas mulut keluar permukaan air dan segera menghirup udara, badan harus tetap diusahakan pada posisi horizontal dan bahu jangan sampai keluar dari permukaan air. Mengeluarkan udara atau napas dilakukan pada saat recovery lengan, yaitu pada saat tangan didorong ke depan lurus, mulut dan hidung masuk ke permukaan air, segera setelah itu udara dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui hidung.

Bentuk-bentuk latihan pernapasan renang gaya dada adalah sebagai berikut.

  • Di kolam dangkal, membelakangi dinding atau menghadap dinding, kedua lengan dilipat di belakang punggung. Lakukan irama mengambil napas dari permukaan air melalui mulut dengan sikap pandangan ke depan, dada sedikit diangkat, kemudian masukan bagian muka ke permukaan air dengan menundukan kepala. Buanglah sisa-sisa pembakaran di bawah permukaan air melalui hidung. Latihlah rangkaian gerak ini hingga menjadi terbiasa, dan biasanya apabila sudah terlatih dengan gaya kupu-kupu, latihan tidak dikerjakan sebab langsung dapat menguasai.
  • Untuk memperoleh gerak pernapasan yang baik pada gaya dada, cukup dikombinasikan dengan kaki.
renang, pengertian, teknik, latihan gaya bebas, gaya katak, gaya punggung

salah satu bentuk latihan pernapasan renang gaya dada

4. Koordinasi Kaki dan Napas

Koordinasi gerak antara kaki dan napas dikerjakan dengan dua pendapat. Ada yang mengerjakan kepala sebagai kendali, dimana kepala diangkat kedua kaki mengikuti dengan menarik ke arah pinggul dan kepala kembali masuk permukaan air, kedua kaki melalui sikapkedua pergelangan kaki mengarah ke luar mengerjakan injakan dan tendangan hingga berakhir lurus ke belakang. Pendapat lain dan juga banyak dikerjakan yaitu saat kedua kaki mengerjakan proses menginjak dan menendang hingga lurus ke belakang, kepala diankgat dan selanjutnya kepala masuk ke permukaan air justru kedua kaki ditarik mendekati pinggul (saat melakukan fase istirahat).

Beberapa bentuk latihan koordinasi antara kaki dan napas adalah sebagai berikut.

  1. Di kolam dangkal, kedua tangan memegang tepi atau parit kolam, dilakukan rangkaian gerak menggunakan prinsip gerak koordinasi antara kaki dan napas.
  2. Menggunakan papan latihan, kedua tangan memegang papan latihan, gunakan rangkaian gerak baik menurut pendapat pertama maupun mengikuti pendapat kedua.
  3. Untuk memperoleh koordinasi yang baik bisa diberikan tanpa menggunakan papan latihan, kedua tangan berada lurus di samping tubuh, prinsip yang sama sperti menggunakan papan latihan dapat dilakukan di sini.
  4. Bisa juga tanpa menggunakan papan, kedua lengan tidak lurus di samping tetapi dilipat di punggung. Hal ini dikerjakan terutama untuk menghindarkan tangan melakukan gerak ekstra untuk membantu tubuh maju sehingga latihan yang dikerjakan tidak efektif lagi.

5. Teknik Gerakan Tangan

a. Tahap Pertama

  1. Kedua lengan lurus di depan, kemudian dibuka ke samping melebihi bahu.
  2. Waktu akhir dari sikap membuka, ambilah sikap dengan siku tinggi dan tetap di bawah permukaan air untuk melakukan tarikan.

b. Tahap Kedua

  1. Kedua lengan melakukan tarikan membentuk sudut pada siku.
  2. Tarikan telapak tangan sehingga membentuk di bawah dada dan dagu.

c. Tahap Ketiga

  1. Waktu kedua lengan saling bertemu, kemudian mengapit kedua siku pada satu bidang datar secara serentak di depan dada.
  2. Siap melakukan luncuran dengan tangan ke depan.
  3. Waktu kedua siku berdekatan, kedua bahu diangkat dengan bantuan kedua lengan saat menutup dan dibantu mengangkat leher supaya bahu di atas permukaan air.

d. Tahap Keempat

  1. Susudah bahu terangkat naik ke atas, lanjutkan dengan telapak tangan menghadap ke atas pada waktu diluruskan.
  2. Pada waktu meluruskan lengan ke depan, lakukan perputaran tangan yang pada awalnya menghadap ke atas menjadi telungkup.
  3. Lakukan dengan meluncur.

6. Kesalahan yang Sering Terjadi

Seperti pada gaya renang lainnya, beberapa bentuk kesalahan sering terjadi pada gaya dada. Adapun bentuk-bentuk kesalahan yang terjadi seperti berikut.

a. Posisi Lutut Turun Akibatnya Pinggul Naik

Apabila terjadi kasus seperti ini, upaya penanggulangannya adalah berlatih menggunakan papan latihan dengan prinsip gerakan yaitu saat melakukan fase istirahat pada kaki yaitu saat kedua tungkai kaki bawah dilipat hingga mendekati pinggul, dikerjakan dengan konsep tidak membentuk sudut sebagai akibat lutut yang diturunkan ke bawah, melainkan sebagai akibat lipatan tungkai kaki bawah ke atas hingga mendekati pinggul.

b. Mengambil Napas Terlalu Dini

Bila terjadi semacam ini dilakukan bentuk perbaikan dengan mengulang kembali rangkaian gerak pada koordinasi napas dengan lengan.

c. Kaki Tidak Mampu Maksimal Melakukan Lipatan dan Membuka ke Samping

Penanggulangan dengan melatih kaki menggunakan papan atau mengambil sikap telentang untuk mengerjakan kaki gaya dada di mana saat melipat, lakukan gerak kaki menarik ke arah pinggul dan bukan dilakukan sebagai akibat turunnya lutut.

d. Melakukan Tarikan Terlalu Dalam

Melakukan tarikan terlalu dalam pada gaya dada, bisa berakibat terhentinya gerakan di saat akhir tarikan. Selain itu, bentuk tarikan ini tidak saja menjadi tahanan bagi daya luncur renang, tetapi yang jelas hal semacam ini akan mengurangi akselerasi dari renang yang bersangkutan.

7. Variasi Gerakan Kaki dan Lengan Renang Gaya Dada

a. Latihan Gerakan Tungkai sambil Berpegangan ke Pinggir Kolam Renang

Latihan ini dilakukan dengan berpegangan pada parit kolam.

b. Latihan Gerakan Lengan Berpasangan

Latihan ini merupakan teknik dasar gerakan lengan dan pernapasan renang gaya dada.

salah satu bentuk latihan gerakan lengan berpasangan

Baiklah itu dia pembahasan singkat mengenai olahraga renang. Renang memiliki empat gaya, yaitu gaya punggung, gaya dada, gaya bebas, dan gaya kupu-kupu. Di setiap gaya memiliki ciri khas tersendiri termasuk cara start sebelum perlombaan. Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.

Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk diantara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet. Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Sekian pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan postingan ini pada teman kalian dan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tuliskan di kolom komentar.

Baca juga : “Menganalisis Rangkaian Gerakan Senam Lantai dan Irama”

No Responses

Add a Comment