TEKS EDITORIAL/OPINI (Pembahasan Lengkap) : Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan dan Contoh Singkat Teks Editorial/Opini)

 Apa itu teks editorial? Nah pada pembahasan kali ini kita akan membahas dan mempelajari Pengertian, Struktur,Ciri-ciri dan Contoh teks editorial/opini. 

A. Pengertian Teks Editorial

       Teks editorial/opini atau tajuk rencana adalah teks yang berupa opini atau argumentasi yang ditulis dengan karangan yang berisi sejumlah permasalahan yang baru saja terjadi dan masih hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat. Adapun isi dari editorial atau teks tajuk rencana adalah opini atau pendapat dari seseorang tentang suatu peristiwa yang sedang terkini agar mendapat respon dan perhatian dari masyarakat.  Pada umumnya teks opini/editorialbersifat aktual (asli) yang berisi analisis subjektif berdasarkan fakta dan data.

B. Struktur Teks Editorial

     Struktur teks editorial disusun dengan struktur antara lain pernyataan pendapat, diikuti oleh argumentasi, dan ditutup oleh pernyataan ulang pendapat.

  • Pernyataan pendapat

      Pernyataan pendapat merupakan sebuah gagasan utama sekaligus menjadi prediksi penulis tentang permasalahan yang tengah beredar yang ditulis berdasarkan fakta yang ada. Pernyataan pendapat berisikan topik tentang sebuah permasalahan yang akan dibahas.

  • Argumentasi

     Argumentasi merupakan pendukung yang akan memperkuat opini yang hendak disampaikan. Pada bagian ini penulis berusaha meyakinkan pembaca bahwa apa yang dikemukakan itu benar.Argumentasi dapat ditandai dengan adanya kalimat yang memuat pendapat sang penulis tentang permasalahan yang tengah terjadi dan menjadi topik perbincangan.

  • Pernyataan ulang pendapat

      Pernyataan ulang pendapat (reiteration) merupakan bagaian akhir teks opini yang berisi penegasan kembali pendapat yang telah dikemukakan agar pembaca atau pendengar semakin yakin dengan pandangan kita tersebut.Pada bagian ini umumnya kita bisa menambahkan pernyataan berupa kritik dan saran agar opini penulis dapat terbukti dan semakin kuat.

C.Ciri-Ciri dan Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

    Sama seperti teks pada umumnya, teks ini memiliki ciri-ciri dan juga kaidah kebahasaan agar maksud dari sorang penulis benar-benar dapat tersampaikan kepada pembacanya. Adapaun ciri-ciri dan kaidah teks editorial adalah sebagai berikut:

  • Konjungsi (kata penghubung)

       Konjungsi atau kata penghubung dalam teks edtorial itu sendiri digunakan untuk menghubungkan satu paragraf dengan paragraf lain agar tercipta argumentasi yang saling berhubungan. Hal ini dapat ditandai dengan adanya kata pertama, kedua, selanjutnya, dan terakhir pada awal paragraf teks opini/editorial itu sendiri. Pada umumnya sebuah konjungsi juga menyatakan sebuah ikatan antara sebab dan akibat, harapan dan sebagainya.

  • Kata keterangan

      Kata keterangan merupakan sebuah kata yang menunjukkan sebuah keterangan suatu peristiwa, kata keterangan yang kerap digunakan dalam teks editorial/opini adalah keterangan waktu dan keterangan tempat. Umumnya contoh kata keterangan dalam teks editorial adalah: diaman, kapan, hari, jam, dan sebagainya.

  • Kata kerja

Dalam teks editorial, kata kerja dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu sebagai berikut:

1. Kata kerja relasional (verba relasional) 
      Kata kerja ini berfungsi untuk menghubungkan subjek dan kalimat pelengkap. Sebuah kalimat verb relasional haruslah memiliki pelengkap karena jika tidak maka bunyi kalimat akan terdengar rancu.

2. Kata kerja material (verba material)
     Kata kerja ini menunjukkan adanya aktivitas fisik yang terjadi dan dapat dilihat karena bersifat nyata. Contoh verba material adalah membaca, menulis, menari, bernyanyi.

3. Kata kerja mental (verba mental)
     Kata kerja ini berhubungan langsung dengan mental seseorang, verba yang menerangkan persepsi (misalnya melihat, merasa), kognisi (misalnya berpikir, mengerti), dan afeksi (misalnya suka, khawatir), Pada umumnya verba mental ini digunakan untuk mengungkapkan perasaan si penulis.

4. Pemilihan kata (diksi).
     Pemilihan kata atau penggunaan diksi yang sesuai itu bertujuan untuk mengungkapkan suatu gagasan dan saran dengan menggunakan efek bahasa tertentu.

5. Adverbia.
      Tujuan adverbia adalah agar dapat meyakinkan pembaca bahwa didalam tek terdapat kata-kata yang memerlukan ekspresi kepastian yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif (contohnya : kadang-kadang, biasanya, selalu dan lainnya).

D. Contoh Teks Editorial

    Cara Meningkatkan Mutu pendidikan

Pendidikan yang kita kenal sekarang ini telah menjadi kebutuhan dasar setiap manusia karena pendidikan menjadi kunci kemajuan dan keberhasilan sebuah bangsa. Ya dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka kita akan memiliki kesempatan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Namun pada kenyataanya kualitas pendidikan di negara kita tidak sebagus seperti di negara lain.

Banyak lembaga pendidikan yang berupaya untuk menciptakan lulusan-lulusan yang memiliki kualitas dan daya juang tinggi di masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin sulit. Namun perlu kita ingat bahwa sebuah keberhasilan tidak akan lepas dari segala faktor dan kondisi.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan maka dilakukan berbagai upaya, diantaranya adalah melakukan diagnosis permasalahan. Dengan mengetahui permaasalahan tentunya akan dengan mudah mencari penyelesaian. Usaha untuk meningkatkan tingkat dan mutu pendidikan menjadi sangat penting sebagai cara untuk menghadapi tantangan globalisasi yang terjadi.

Lembaga pendidikan sekarang ini dituntut untuk dapat melahirkan lulusan yang berkualitas , kompetitif  dan produktif karena persaingan dan perlombaan antar bangsa yang tengah berlangsung sangat intensif dan sengit. Para lulusan juga diharapkan memiliki keahlian, kreatifitas dan juga kompetensi yang profesional sehingga dapat menghadapi kompetisi global yang terjadi.

Pada era teknologi sekarang ini, guru tidak hanya menjadi satu satunya sumber informasi bagi siswanya. Namun peran guru telah berubah dan berkembang menjadi seorang motivator, administator dan falisilitator. Selain guru, siswa dapat mencari dan mendapatkan sumber materi dari berbagai media seperti internet.

Namun pada dasarnya dalam keadaan seperti sekarang ini guru diharapakan dapat memberikan peran aktif karena pada dasarnya peran guru sebagai pendidik tidak dapat tergantikan. Untuk mencapai tujuan dan peran tersebut maka perlu dilakukan peningkatan kualitas mengajar dan tentunya usaha-usaha yang jelas.

Sekian pembahasan Artikel Pandai kali ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa share pada teman-teman kita. 

Add a Comment