Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Cara Hidup dan Habitat

Di IPA 1 views

Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta (Yunani, sperma = biji, phyton = tumbuhan) meliputi semua tumbuhan berpembuluh yang bereproduksi secara generatif dengan membentuk biji. Di dalam biji (seed) terdapat calon individu baru (embrio sporofit atau lembaga) beserta cadangan makanan (endosperma) yang terbungkus oleh lapisan pelindung.

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

A. Cara Hidup dan Habitat Spermatophyta

Pada umumnya Spermatophyta bersifat fotoautotrof karena memiliki klorofil untuk berfotosintesis. Contohnya Eucalyptus sp. dan Aster sp. Namun, ada pula yang tidak memiliki klorofil sehingga hidup parasit pada tumbuhan lainnya untuk mendapatkan zat organik, contohnya Cuscuta sp. (tali putri) yang bersifat parasit penuh. Benalu (Dendrophthoe pentandra, Scurrula atropurpurea) bersifat setengah parasit karena mendapatkan air dan faram mineral dari tumbuhan lain, tetapi memiliki klorofil dan dapat berfotosintesis.

tumbuhan berbiji (Spermatophyta) rafresia arnoldi

Rafresia arnoldii merupakan Spermatophyta yang hidup parasit penuh

Spermatophyta merupakan kelompok tumbuhan yang beradaptasi dengan baik di lingkungan darat, meskipun ada pula yang tumbuh di lingkungan air. Spermatophyta yang hidup di air, misalnya teratai dan eceng gongok. Spermatophyta yang hidup di darat dapat hidup bebas di tanah, epifit di pohon, atau parasit pada tumbuhan lainnya. Spermatophyta yang hidup epifit,misalnya Coelogyne pandurata (anggrek hitam).

B. Ciri-Ciri Tubuh Spermatophyta

1. Bentuk dan Ukuran Tubuh Spermatophyta

Spermatophyta tergolong Cormophyta karena dapat dibedakan dengan jelas bagian-bagian tubuhnya yang meliputi akar, batang, dan daun. Tubuhnya makroskopis dengan ukuran yang bervariasi. Ada Spermatophyta yang berukuran hanya beberapa sentimeter, misalnya rumput-rumputan (Graminea), namun ada pula yang berukuran besar hinggal berdiameter 7 m dengan tinggi 115 m, misalnya redwood (Sequoiadndrom giganteum dan Sequoia sempervirensi) di Redwood National and State Park California, Amerika. seperti pada gambar.

Bentuk dan Ukuran Tubuh Spermatophyta

Bentuk tubuh Spermatophyta dapat dibedakan atas semak, perdu, pohon, dan liana.

  • Semak (berbatang pendek, merayap, berumpun), conthonya rumput teki (Cyperus rotundus) dan serai (Andropogon nardus).
  • Perdu (berbentuk seperti pohon tetapi batangnya kecil dan pendek), contohnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) dan cabai (Capsicum annum).
  • Pohon (berbatang besar dan tinggi), contohnya jambu air (Eugenia aquea) dan jari (Tectona grandis).
  • Liana (berbentuk seperti tali tumbang dan tumbuh melilit pada pohon lain, contohnya rotan (Calamus rotang) dan sirih (Piper betle).

2. Struktur dan Fungsi Tubuh Spermatophyta

Tumbuhan berbiji yang kita lihat merupakan generasi sporofit (2n). Sementara generasi gametofit (n) sudah tereduksi dan terikat pada sporofitnya atau dikelilingi oleh jaringan sporofit. Bentuk sporofit tumbuhan berbiji memiliki akar, batang, dan daun. Akar dapat berbentuk serabut atau tunggang. BAtang ada yang berkambium, ada pula yang tidak berkambium. Daun memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Tulang daun berbentuk lurus, menyirip, atau menjari. Tumbuhan berbiji memiliki pembuluh angkut, baik xilem maupun floem, pada akar, batang, maupun daunnya.

Spermatophyta memiliki alat perkembangbiakan generatif berupa strobilum atau bunga. Strobilus dimiliki Gymnopermae (tumbuhan berbiji terbuka), sedangkan bunga dimiliki oleh Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Berdasarkan letak bakal biji atau bijinya, tumbuhan berbiji (Spermatophyta) dikelompokkan menjadi dua divisi, yaitu sebagai berikut.

  • Gymnospermae atau Pinophyta (tumbuhan berbiji terbuka) adalah kelompok tumbuhan yang bakal bijinya tidak terlindung oleh daun buah (karpel) atau bijinya berada pada bilah-bilah strobilus berbentuk sisik.
  • Angiospermae atau Magnoliophyta (tumbuhan berbiji tertutup) adalah kelompok tumbuhan yang bakal bijinya terlindungi oleh daun buah. Daun buah merupakan ovarium (megasporofil) yang sudah matang dan dindingnya menebal atau berdaging.

Perbandingan istilah pada struktur homolog Pteridophyta dan Spermatophyta.

Pteridophyta Spermatophyta
Megasporofil Daun buah (khusus pada Angiospermae)
Megasporangium Nuselus integumen
Gametofit betina Kantong embrio (khusus pada Angiospermae)
Mikrosporofil Benang sari (khusus pada Angiospermae)
Mikrosporangium Kantong serbuk sari (biasanya pada Angiospermae)
Megaspora Megaspora
Mikrospora Gametofit jantan Serbuk sari

C. Gymnospermae (Pinophyta)

Gymnospermae (Yunani, gymnos = terbuka, sperma =biji) yang banyak dikenal yaitu tumbuhan konifer atau pinus yang memiliki konus (strobilus atau runjung). Istilah konifer, berasal dari struktur reproduktif pada tumbuhan tersebut yang merupakan kumpulan sprofil berbentuk sisik.

1. Ciri-Ciri Tubuh gymnospermae

Tumbuhan berbijiterbuka memiliki ciri utama, yaitu bakal bijinya tumbuh dan terletak di luar megasprofil (ovarium). Megasprofil berupa sisik pendukung bakal bji yang terkumpul dalam bentuk dalam bentuk strobilus (runjung) berkayu (kecuali pada Cycas). Sprofil jantan dan betina terpisah sehingga dapat dibedakan ciri-ciri fisiknya. Gymnospermae berumah dua hanya memiliki salah satu strobilus (jantan atau betina), sedangkan Gymnospermae berumah satu memiliki kedua jenis strobilus.

Gynospermae merupakan tumbuhan tahunan yang berkayu,dengan bentuk yang bervariasi. Sistem perakarannya berbentuk tunggang atu seraut. batang dapat tumbuh membesar dan ada yang bercabang-cabang. batang Gymnospermae memiliki trakeid yang tersusun dari sel-sel berbentuk memanjang dan runcing yang berfungsi untuk mengangkut air dari bawah ke atas atau dari akar ke daun. trakeid merupakan bentuk awal xilem. Daun memiliki bentuk yang bervariasi; ada yang kecil dan tebal berbentuk jarum, ada pula yang tipis seperti lembaran.

2. Siklus Hidup Gymnospermae

strobilus jantan dan betina pada pinus sp

Generasi yang dominan pada Gymnospermae adalah sprofit. Pohon pinus merupakan sprofit yang berkromosom diploid (2n). Gymnospermae bereproduksi secara generatif  (seksual) dengan membentuk biji. Alat reproduksi berupa strobilus terbentuk ketika tumbuhan sudah dewasa. Penyerbukan pada umumnya terjadi dengan bantuan angin (anemogani) Gymnospermae mengalami pembuahan tunggal.

Siklus hidup tumbuhan berbiji terbuka, misalnya pinus, dijelaskan sebagai berikut.

  1. Pohon pinus, (sprofit) berkromosom diploid (2n) yang sudah dewasa membentuk strobilus jantan (konus serbuk sari) dan strobilus berita (konus yang berevaluasi).
  2. Strobilus jantan memiliki sprofil berupa daun reproduktif kecil yang mengandung ratusan mikrosporangis. sel sel di dalam mikrosporangia mengalami pembelahan meiosis menghasilkan gametotit jantan berupa butir serbuk sari haploid (n).
  3. Strobilus betina memiliki sprofil berbentuk sisik. Setiap sisik memiliki dua bakal biji. Masing-masing bakal bji memiliki megasporangium (nuselus) yang terlindungi oleh lapisan integumen, dengan sebuah bukaan berbentuk lobang kecil yang disebut mikropil.
  4. Penyerbukan terjadi bila serbuk sari terjatuh pada strobilus betina, kemudian terisap masuk kedalam bakal biji melalui mikropil. Namun proses pembuahan ovum oleh sel sperma baru akan terjadi sekitar satu tahun setelah terjadinya penyerbukan.
  5. Di dalam strobilus betina terjadi pembelahan meiosis sel induk mengaspora (2n) yang terdapat di dalam nuselus; dihasilkan empat sel haploid (n). Namun demikian, hanya satu sel yang bertahan hidup dan tumbuh menjadi megaspora (n), sedangkan tiga sel lainnya mengalami reduksi, lalu mati.
  6. Megaspora (n) membelah secara mitosisi berulang ulang dan tumbuh menjadi jaringan gametofit betina (n). Jaringan gametofit betina yang berdekatan dengan mikropil akan membentuk arkegonium. Arkegonia yang terbentuk berjumlah dua atau tiga yang masing masing mengandung satu ovum.
  7. Sementara itu, serbuk sari yang jatuh pada liang bakal biji (mikrofil) akan berkecambah membentuk tabung atau buluh serbuk sari, menembus nuselus menuju ke ruang arkegonium. Di dalam buluh serbuk sari terdapat satu sel generatif yang membelah menjadi dua sel, yaitu sel steril (dislokator) dan sel spermatogen. Sel spermatogen membelah menjadi dua sel spermatojoid dengan ukuran yang berbeda (satu sel berukuran besar dan satu sel berukran kecil). Saat mencapai ovum, sel steril (dislokator) dan sel spermatozoid yang berukuran kecil mati, sedangkan sel spermatozoid (n) yang berukuran besar membuahi salah satu ovum (n) sehingga terbentulah zigor (2n).
  8. Zigot (2n) akan tumbuh menjadi embrio (2n) yang merupakan sprofit baru. Embrio tersebut memiliki akar yang belum sempurna dengan beberapa daun embrionik. Embrio mendapatkan makanan dari jaringan gametofit (n). Embrio (2n) dan cadangan makana (n) dikelilingi oleh selaput biji (2n) yang berasal dari integumen sprofit induk, jadi, sebuah biji Gymnospermae terdiri atas tiga generasi, yaitu dua generasi sprofit (2n) dan satu generasi gametofit (n).

Siklus hidup Gymnospermae (Pinus merkusii)

3. Klasifikasi Gymnospermae

Divisi Gymnospermae dibagi menjadi empat kelas yaitu, Cycadinae, Coniferae, Gnetinae, dan Gikgoinae.

a. Cycadinae

Tumbuhan ini disebut juga “palem sagu” karena bentuk fisik tubuhnya yang mirip dengan palem, tetapi bukan golongan palem sejati, Cycadinae memilki batang pendek dan tidak bercabang dengan pertumbuhan yang sangat lambat. Cycadinae memiliki daun majemuk dengan helaian daun menyirip. Daun muda menggulung seperti pada tumbuhan paku. Di bawah tanah terdapat akar tunggang yang panjang dan berumbi. Pada batang dekat pangkal akar, tumbuh tunas (calon individu baru) yang merupakan cara perkembangbiakan vegetatif.

Cycadinae termasuk tumbuhan berumah dua (diesis) karena mikrospora dan megaspora dihasilkan oleh tumbuhan yang berbeda. Mikrospora dihasilkan oleh tumbuhan yang berbeda. Mikrospora dihasilkan oleh tumbuhan jantan, sedangakan mikrospora dihasilkan oleh tumbuhan betina. Contoh Cycadinae antara lain Cycas rumphii (pakis haji), Cycas revoluta, dioon edule, dan Zamia floridana.

b. Coniferae

Coniferae atau lebih dikenal sebagai kelompok tumbuhan konifer diduga tumbuh melimpah pada masa Mesozoikum. Hingga saat ini Coniferae merupakan tumbuhan dominan penyusun hutan konifer di belahan bumi utara, dan sebagian tumbuh di pegunungan tropis. Coniferae pada umumnya berupa pohon yang tinggi, contohnya General Sherman (Sequoiadendron giganteum) yang merpakan pohon tertinggi di dunia.

Daun konifer berbentuk kecil, tebal, seperti jarum atau sisik, dan tampak selalu berwarna hijau (evergreen). Coniferae pad umumnya berumah satu karena memiliki dua jenis konus; jantan dan betina. Namun biasanya konus jantan dan betina terletak pada cabang yang berbeda. Konus jantan berukuran lebih kecil dibandingkan konus betina. Konus jantan tumbuh secara bergerombol. Contoh konifer antara lain Pinus merkusii (Ordo Pinales), Taxus baccata (ordo Taxales), Agathis dammara (damar) (ordo Araucariales), dan Podocarpus neriifolius (ki putri) (ordo Podocarpales)

c. Gnetinae

Gnetinae merupakan tumbuhan berbentuk pohon atau liana dengan batang bercabang atau tidak bercabang. Gnetinae memiliki daun tunggal berbentuk lembaran dengan susunan daun berhadapan dan tulang daun menyirip. Strobilus tidak berbentuk kerucut. Gnetinae merupakan tumbuhan berumah dua atau berkelamin tunggal. Contoh Gentinae antara lain Gnetum gnemon (melinjo) (ordo Gnetales), Ephedra sinica (ordo Ephedrales), dan Welwitschia mirabilis (ordo Welwitschiales). Ephedra merupakan Gymnospermae yang melakukan pembuahan ganda seperti pada Angiospermae sehingga dikatakan memiliki hubungan kekerabatan paling dkat dengan Angiospermae.

d. Ginkgoinae

Ginkgoinae merupakan tumbuhan berbentuk pohon dengan tinggi mencapai 30 m – 50 m. Batangnya bercabang-cabang dengan tunas yang pendek. Daun Ginkgoinae berbentuk kipas dengan tangkai yang panjang, tulang daun bercabang (menggarpu), dan  daun mudah gugur. Ginkgoinae merupakan tumbuhan berumah dua. Tumbuhan tersebut dapat bertahan hidup pada lingkungan dengan tingkat polusi udara tinggi. Contoh Ginkgoinae antara lain Ginkgo biloba (ordo Ginkgoales), Ginkgo adiantoides dan Ginkgo gardneri merupakan jenis  Ginkgoinae yang sudah punah dan menjadi fosil.

4. Manfaat Gymnispermae

Tumbuhan Gymnospermae memiliki beberapa manfaat yang penting dalam kehidupan manusia, antara lain sebagai berikut.

contoh tanaman gymnospermae

  • Bahan industri kertas, contohnya Podocarpus, Pinus, Sequoia, dan Agathis.
  • Obat-obatan, contohnya Ginkgo biloba dan  Pinus (getahnya untuk obat luka).
  • Kosmetika, conthonya Ginkgo biloba, sebagai agen ati penuaan.
  • Bahan makanan, contohnya Gnetum gnemon (daunnya untuk sayuran dan bijinya untuk membuat emping)
  • Tanaman hias, contohnya Cycas, Dioon edule, dan Cupressus.
  • Bahan industri terpentin, contohnya Pinus.
  • Bahan kayu bangunan, contohnya Podocarpus, Sequoia (kayu merah), dan Agathis (untuk bahan kayu lapis atau tripleks).

D. Angiospermae (Magnoliophyta)

Angiospermae (Yunani, angeion = wadah, sperma = biji) disebut juga Anthophyta (Yunani, anthos = bunga, phyton = tumbuhan), yang memiliki bunga sebagai alat perkembangbiakan secara generatif. Berdasarkan kajian fosil yang pernah ditemukan, diduga Angiospermae ada di bumi sejak awal masa Kretaseus (sekitar 130 juta tahun silam) dan telah menyebar luas menjadi tumbuhan dominan di bumi pada akhir masa Kreatesus (sekitar 65 juta tahun silam).

1. Ciri-Ciri Tubuh Angiospermae

Angiospermae memiliki ciri utama, yaitu bakal bijinya berada di dalam megasporofil yang termodifikasi menjadi daun buah (karpel) sehingga serbuk sari harus menembus jaringan daun buha untuk mencapai bakal biji dan membuahi ovum. Pada umumnya daun buah berdaging tebal misalnya pada mangga, jeruk, dan semangka. Pada kacang-kacangan, misalnya buncis, kapri, kacang panjang, daun buah berupa kulit polong yang tipis. Daun buah berfungsi melindungi biji agar tidak kekeringan pada saat mengalami dormasi (tidak aktif).

Tubuh Angiospermae memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Ada yang berupa tumbuhan berbunga terkecil berdiameter sekitar 2 mm, misalnya Wolffia, hingga pohon raksasa dengan tinggi lebih dari 100 m, misalnya pohon gom (Eucalyptus regnans) dari Australia. Tubuhnya terdiri dari bagian akar, batang, daun, dan tunggang. Akar Angoispermae berbentuk serabut atau tunggang. Batangnya ada yang berkambium atau tidak berkambium, serta memiliki pembuluh xilem yang diperkuat oleh serat dengan dinding sel yang tebal dan berlignin. Daun Angoispermae memiliki tipe tulang daun yang bervariasi; lurus, menyirip, dan menjari. 

Bunga sebagai alat reproduksi generatif tumbuh dari tunas yang mampat dengan empat lingkaran daun yang termodifikasi menjadi kelopak (sepal) yang pada umumnya berwarna hijau, mahkota (petal) yang pada umumnya berwarna cerah, benang sari (statemen), dan putik (karpel). Pada bunga kastuba (Euphorbia pulcherrima) dan bugenvil (bougainvillea spectabilis)  terdapat daun pelindung (braktea) yang besar dan berwarna lebih cerah daripada bungannya sendiri yang berukuran kecil.

2. Siklus Hidup Angoispermae

Tumbuhan berbunga yang kita lihat sehari hari merupakan generasi sprofit (2n) yang dominan. Seperti pada Gymnospermae, generasi gametofit pada Angoispermae juga mengalami reduksi. Angoispermae bersifat heterospora. Bunga sprofit akan menghasilkan megaspora dan mikrospora.

siklus hidup angiospermae tumbuhan biji spermatophyta

Siklus hidup Angoispermae adalah sebagai berikut.

  1. Bunga pada sprofit(2n) memiliki kepala sari yang didalamnya terdapat sel induk mikrospora (2n).
  2. Sel induk mikrospora (2n) mengalami pembelahan secara miosis menghasilkan mikrospora yang haploid (n).
  3. Mikrospora (n) mengalami pembelahan miosis menghasilkan gametofit jantan berupa butir serbuk sari yang haploid (n).
  4. Pada bakal biji terdapat sel induk megaspora (2n), Sel induk megaspora membelah secara meiosis menghasilkan empat sel megaspora (n). namun, hanya satu sel megaspora yang hidup, sedangkan tiga lainnya mengalami degenerasi (mati).
  5. Megaspora yang hidup akan membentuk gametofit betina (sel kandung lembaga atau sel kantong embrio). Inti kandung lembaga membelah secara miosis tiga kali berturut turut. Pembelahan inti tersebut tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma; disebut kariokineis. Dari kariokinesis dihasilkan 8 inti (nukleus) yang akan tumbuh menjadi satu ovum (n), dua sinergaid (n), tiga antipoda (n), dan dua inti polar yang bersatu disebut inti kandung lembaga sekunder (2n).
  6. Bila terjadi penyerbukan, serbuk sari (n) akan berkecambah membentuk buluh (tabung) serbuk sari yang intinya akan mengalami kariokinesis dan menghasilkan dua inti;, yaitu satu inti vegetatif (n) dan satu inti generatif (n). Inti sperma II (n).
  7. Setelah buluh serbuk sari sampai di mikropil, inti vegetatif mengalami degenerasi. Inti sperma I (n) membuahi ovum (n) dan menghasilkan zigot (2n). Inti sperma II (n) membuahi inti kandung lembaga sekunder (2n) dan menghasilkan endosperma (3n). Pembuahan (fertilisasi) pada Angoispermae disebut pembuahan ganda.
  8. Zigot (2n) akan tumbuh menjadi embrio (2n). Endosperma (3n) berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio. Struktur yang meliputi embrio, endosperma, dan selaput biji, ovarium disebut biji. Ketka bakal biji tumbuh menjadi biji, ovarium akan berkembang menjadi buah yang melindungi biji dan membantu pemencarannya. Bila biji jatuh di tempat yang cocok, maka akan tumbuh menjadi tumbuhan sprofit baru.

Tabel perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae

No. Faktor Gymnospermae Angiospermae
1. Pembuluh angkut dari bawah ke atas Trakeid Xilem
.2 Alat reproduksi generatif Strobilus (konus) Bunga
3. Bakal biji Tidak dilindungi oleh daun buah (karpel) Dilindungi oleh daun buah (karpel)
4. Pembuahan Tunggal Ganda

3. Klasifikasi Angiospermae

Divisi Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu Dicotyledoneae (Magnoliopsida) dan Monocotyledoneae (Liliopsida).

a. Dicotyledoneae (Magnoliopsida)

ciri-ciri tumbuhan dikotil tumbuhan biji spermatopthyta

Ciri-ciri tumbuhan dikotil

Dicotyledoneae (tumbuhan dikotil) memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut.

  • Keping biji berbelah dua.
  • Bekas vaskuler (pembuluh angkut) pada batang bertipe kolateral terbuka (antara xilem dengan floem terdapat kambium). Sementara berkas vaskuler pada akar bertipe radial (letak xilem dan floem di dalam batang tersusun melingkar dengan kedudukan xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luarnya).
  • Batang dan akar memliki kambium sehingga terjadi pertumbuhan sekunder dan dapat tumbuh membesar.
  • Batang bercabang-cabang dengan ruas batang yang tidak jelas.
  • Berakar tunggang yang bercabang-cabang.
  • Tidak memiliki pelindung ujung akar (koleoriza) dan pelindung ujung batang (koleoptil).
  • Berdaun tunggal atau majemuk, dengan urat daun menyirip atau menjari, dan umumnya tidak berpelepah.
  • Bagian bunga (kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari) berjumlah 4 atau 5, atau kelipatannya.

Berikut contoh famili dalam suatu ordo pada kelas Dicotyledoneae (Magnoliopsida) serta contoh tumbuhannya.

contoh famili suatu ordo pada kelas Dicotyledoneae serta contoh tumbuhannya

1) Ordo Casuarinales

Famili Casuarinaceae

Casuarinaceae berbentuk pohon, berumah satu atau dua, memiliki ranting jarum yang hijau dengan sendi antar-ruas yang beralur. Daun Casuarinaceae tereduksi (kecil), bunga dalam bulir berbentuk kerucut, dan buah bongkol berbentuk kerucut. Terdapat sekitar 70 spesies Casuarinaceae. Contohnya Casuarina equisetifoliai (cemara laut, banyak tumbuhan di pantai berpasir) dan Casuarina junghuhniana (cemara gunung).

2) Ordo Capparales

Famili Capparaceae

Capparaceae berbentuk perdu, pohon, atau liana berkayu. Daunnya tunggal atau majemuk menjari, dan berukuran kecil. Buah berbentuk kapsul memanjnag (disebut buah buni). Contohnya Gynandropsis speciosa dan Capparis spinosa.

3) Ordo Malvales

Famili Malvaceae

Malvaceae berbentuk perdu atau pohon. Daunnya tunggal, menjari atau berurat daun menjari di bagian pangkal. Bunganya memiliki 5 daun kelopak dan 5 daun mahkota, berkelamin dua, benang sari banyak, tangkai sari bersatu dan tangkai putik berada di atasnya. Contohnya kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) kapas (Gossypium sp.), dan Abutilon sp.

4) Ordo Myrtaceae

Myrtaceae berbentuk pohon atau perdu. Daunnya tampak selalu hijau dan beraroma jika diremas. Contohnya Eucalyptus dan Eugenia caryophyllus (cengkih).

5) Ordo Fabales

Famili Leguminosae (Fabaceae)

Leguminosae berbentuk perdu atau pohon, ada pula yang memanjat. Leguminosae memiliki daun buah memanjang yang akan berkembang menjadi polong (legum). Sebagian besar Leguminosae memiliki bintil-bintil pada akar yang merupakan bentuk simbiosis dengan bakteri penambat nitrogen (Rhizobium sp.). Leguminosae terdiri atas tiga subfamili, yaitu Mimosoideae, Caesalpinioideae, dan Papilionoideae (Faboideae). Contoh Mimosoideae, yaitu Mimosa pudica (putri malu) dan Leucaena leucocephala (petai cina). Contoh Caesalpineae, yaitu Caesalpinia pulcherrima (bunga merak) dan Delonix regia (flamboyan). Contoh Papilionoideae (berbunga bentuk kupu-kupu), yaitu Arachis hypogaea (kacang tanah) dan Crotalaria juncea (orok-orok).

6) Ordo Gentianales

a. Famili Apocynaceae

Apocynaceae berbentuk pohon, perdu, atau liana berkayu. Batangnya bergertah putih. Pada umumnya memiliki bunga dengan warna mecolok, berukuran besar, dan berbau harum. Contohnya Catharanthus roseus (tapak dara) dan allamanda cathartica (alamanda)

b. Famili Compositae (Asteraceae)

Compositae berbentuk perdu atau pohon. Bunganya memiliki bonggol berbentuk tabung. Contohnya Lactuca sativa (selada) dan Chrysanthemum.

7) Ordo Piperales

Famili Piperaceae

Piperaceae berbentuk perdu atau semak, ada yang memanjat dengan akar lekat. Daun memiliki bau aromatik atau rasa pedas. Contohnya Piper betle (sirih) dan Piper nigrum (lada).

8) Ordo Rosales

Famili Rosaceae

Rosaceae merupakan kelompok mawar, berbentuk semak namun ada pula yang memanjat, berkayu, berduri tempel atau tidak berduri. Contohnya Rosa hybrida (mawar) dan Malus sylvestris (apel).

9) Ordo Solanales

Famili Solanaceae

Solanaceae merupakan kelompok terong-terongan. Berbentuk perdu atau semak basah. Bunganya berbentuk terompet. Contohnya Datura metel (kecubung) dan Solanum lycopersicum (tomat).

10) Ordo Magnoliales

Famili Magnoliaceae

Magnoliaceae berbentuk pohon atau perdu. Daun tunggal dan pada saat rontok meninggalkan bekas berbentuk cincin pada ranting. Kelopak dan mahkota tidak selalu dapat dibedakan dengan jelas. Contohnya Michelia champaca (cempaka atau kantil).

11) Ordo Caryophyllales

Famili Nyctaginaceae

Nyctaginaceae berbentuk pohon, perdu, atau memanjat; berdaun tunggal; ada yang memiliki daun pelindung berwarna hijau atau berwarna lain. Contohnya Bougainvillea spectabilis dan Mirabilis jalapa (bunga pukul empat).

12) Ordo Nymphaeales

Famili Nymphaeaceae

Nymphaeaceae merupakan tumbuhan air atau rawa. Daun tenggelam atau mengapung. Contohnya Nymphaea nouchali (teratai kecil) dan Nelumbium nelumbo (teratai besar).

13) Ordo Sapindales

Famili Rutaceae

Rutaceae berbentuk pohon atau perdu. Daun memiliki kelenjar minyak. Contohnya Citrus maxima (jeruk bali) dan murraya paniculata (kemuning).

b. Monocotyledoneae (Liliopsida)

Monocotyledoneae (tumbuhan monokotil) memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut.

ciri-ciri tumbuhan monokotil tumbuhan biji spermatopthyta

  • Keping biji tunggal atau satu
  • Berkas vaskuler (pembuluh angkut) pada batang bertipe kolateral tertutup (antara xilem dengan floem tidap terdapat kambium). Letak xilem dan floem tersebar atau tidak teratur.
  • Pada umumnya batang dan akar tidak memiliki kambium sehingga tidak terjadi pertumbuhan sekunder dan tidak tumbuh membesar. namun, ada pula tumbuhan monokotil yang berkambium, misalnya sisal  (Agave sisalana).
  • Pada umumnya batang tidak bercabang, memiliki rambut rambut halus, dan ruas ruas pada batang tampak jelas.
  • Berakar serabut.
  • Ujung akar dilindungi oleh koleoriza dan ujung batang dilindungi oleh koleoptil.
  • Pada umumnya berdaun tunggal, kecuali pada kelompok palem, Urat daun sejajar atau melengkung dan berlepah daun.
  • Bagian bunga (kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari) berjumlah tiga atau kelipatan tiga.

Berikut contoh famili dalam suatu ordo pada kelas Monocotyledoneae (Liliopsida) serta contoh tumbuhannya.

contoh famili suatu ordo pada kelas cotyledoneae serta contoh tumbuhannya

1) Ordo liliales

Famili Liliaceae

Liliaceae merupakan semak basah, ada yang memanjat; memiliki akar rimpang, umbi atau umbi lapis. Contohnya Lilium regale (bunga lili) dan bunga tulip.

2) Ordo Asparagales

a. Famili Amaryllidaceae

Amaryllidaceae merupakan semak basah menahun. Memiliki umbu, umbi lapis, atau akar rimpang. Contohnya polianthes tuberosa (bunga sedap malamdan Zephyranthes rosea (kembang cokelat).

b. Famili Orchidaceae

Orchidaceae merupakan kelompok anggrek yang merupakan tumbuhan semak menahun. Sebagian Orchidaceae hidup epifit, memiliki akar rimpang, dan memiliki daun berdaging. Contohnya Vanda tricolor dan Spathoglottis plicata (anggrek tanah).

3) Ordo Arecales

Famili Palmae (Arecaceae)

Palmae berbentuk pohon atau memanjat. Pada batang terdapat bekas daun berbentuk cincin. Daun Palmae menyirip atau berbentuk kipas, dengan pangkal pelepah daun yang melebar. Contohnya Metroxylon sagu (sagu) dan Cocos nucifera (kelapa).

4) Ordo Poales

a. Famili Gramineae (Poaceae)

Gramineae merupakan kelompok rumput-rumputan. Gramineae memiliki batang silindris, agak pipih, persegi, dan berongga; berdaun tunggal dan berpelepah; dan bunga tersusun dalam bulir, berbiji satu, dan batang berbuku-buku. Contohnya Imperata cylindria (alang-alang) dan Oryza sativa (padi).

b. Famili Bromeliaceae

Bromeliaceae termasuk kelompok nanas-nanasan yang berbentuk semak basah. Contohnya Annas comosus (nenas).

5) Ordo Zingiberales

a. Famili Musaceae

Musaceae merupakan kelompok pisang-pisangan. Musaceae memiliki bentuk semak atau pohon, berbatang semu yang terdiri atas pelepah daun; anak tulang daun menyirip; dan bunga membentuk karangan. Contohnya Musa paradisiaca (pisang).

b. Famili Zingiberaceae

Zingiberaceae merupakan kelompok jahe-jahean. Zingiberaceae berbentuk semak basah menahun, memiliki batang tegak dengan daun berpelepah yang memeluk batang. Contohnya Zingiber officinale (jahe) dan Alpinia galanga (lengkuas).

6) Ordo Caryophyllales

Famili Cactaceae

Cactaceae merupakan kelompok kaktus, memiliki batang yang menyimpan air (sukulen). Daunnya kecil, berbentuk sisik (rambut) atau berbentuk duri tempel. Contohnya Opuntia elatior (buahnya dapat dimakan).

7) Ordo Pandales

Famili Pandanaceae

Pandanaceae berbentuk pohon, perdu, atau semak. Daun Pandanaceae terkumpul rapat dan bertulang daun sejajar. Daun yang ronrtok meninggalkan bekas berbentuk cincin pada batangnya. Contohnya Pandanus tectorius (pandan).

Klasifikasi Angiospermae sistem terbaru, yaitu sistem APG III (Angiosperm phylogeny group III) tahun 2009, mengelompokkan Angiospermae berdasarkan filogenetik (hubungan kekerabatan evolusioner). Angiospremae dikelompokkan menjadi beberapa klad (clade). Klad adalah suatu kelompok taksonomi yang anggotanya merupakan tumbuhan-tumbuhan dengan leluhur yang sama. Sistem klasifikasi ini telah memindahkan beberapa tumbuhan anggota kelompok monokotil ke dalam kelompok tumbuhan dikotil, misalnya Hydatellaceae dari kelompok Poales, sekarang dianggap lebih dekat kekerabatannya dengan Nymphaeales.

Baca juga : Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

4. Peranan Angiospermae

Tumbuhan Angiospermae dapat dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan manusia, antara lain sebagai makanan pokok (padi, jagung, ubi jalar, singkong), bahan sayuran (bayam, katuk, labu siam, kacang panjang), dan bahan obat-obatan  (kina, jahe, kunyit, sambiloto, adas. Namun demikian, ada pula tumbuhan Angiospermae yang merugikan, misalnya rumput yang tumbuh liar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya pertanian.

 

Tags: #Bentuk dan ukuran Tubuh Spermatophyta #Struktur dan Fungsi Tubuh Spermatophyta

author
Penulis: 
    Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
     Pengertian Mollusca, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Annelida, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan
    Pengertian Nematoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Nematoda, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Nematoda (Yunani, nema = benang, ode = seperti) adalah cacing yang
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan Peranan
    Pengertian Platyhelminthes, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Habitat, dan

    Tinggalkan pesan "Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Cara Hidup dan Habitat"

    Baca Juga×

    Top