Upaya Bangsa Indonesia dalam Membangun Integrasi Nasional

Upaya Bangsa Indonesia dalam Membangun Integrasi Nasional- Masih ingatkah Anda tentang pengertian integrasi nasional serta faktor pendorong dan penghambat integrasi nasional? Berbagai ancaman yang datang bisa dengan mudah mengganggu integrasi nasional, oleh kaena itu bangsa kita harus mengantisipasinya dengan melakukan berbagai upaya. Apa sajakah upaya yang dilakukan bangsa Indonesia dalam membangun integrasi nasional untuk menghadapi berbagai ancaman yang datang?

Berikut akan dijelaskan mengenai upaya dan strategi yang telah dilakukan bangsa Indonesia untuk menghadapi ancaman dalam membangun integrasi nasional.

Upaya Bangsa Indonesia dalam Membangun Integrasi Nasional

Upaya Bangsa Indonesia dalam Membangun Integrasi Nasional
1. Ketahanan Nasional

Upaya Bangsa Indonesia dalam Membangun Integrasi Nasional-. Ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri dari ketangguhan, keuletan, dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan yang datang dari dalam maupun luar, baik secara langsung maupun tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

Adapun konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang dan serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan wawasan Nusantara.

Ketahanan nasional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
a. Mandiri

Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang berprinsip tidak mudah menyerah dan bertumpu pada identitas, integritas, serta kepribadian bangsa. Mandiri bukan berarti tidak menjalin hubungan kerja sama dengan bangsa lain, melainkan kemandirian ini menjadi prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.

b. Dinamis

Ketahanan nasional bersifat dinamis karena bergantung pada kondisi negara dan lingkungan strategisnya. Upaya peningkatan ketahanan nasional senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan demi pencapaian kondisi kehidupan nasioanl yang lebih baik.

c. Manunggal

Ketahanan nasional bersifat manunggal yang berarti ketahanan nasional bersifat integratif, maksudnya terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras antaraspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

d. Kewibawaan

Ketahanan nasional yang bersifat manunggal bisa mewujudkan kebiwaaan nasional yang akan diperhitungkan oleh negara/pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. Kewibawaan suatu negara akan semakin besar jika daya tangkalnya semakin tinggi.

e. Konsultasi dan Kerja Sama

Ketahanan nasional Indonesia tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik, tetapi lebih mengedepankan konsultasi dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

Asas ketahanan nasional Indonesia adalah sebagai berikut.

a. Asas Kesejahteraan dan Keamanan

Asas kesejahteraan dan kemanan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun kelompok/masyarakat. Unsur kesejahteraan dan keamanan menjadi tolok ukur bagi mantap atau tidaknya ketahanan nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

b. Asas Komprehensif/ Menyeluruh Terpadu

Ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan yang berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan yang selaras, serasi, dan seimbang.

c. Asas Kekeluargaan

Asas kekeluargaan bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang ras, dantanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam rangka pembinaan ketahanan nasional antara lain sebagai berikut.

  1. Meningkatkan dan mengembangkan pengalaman Pancasila secara objektif dan subjektif.
  2. Merelevansi dan mengaktualisasikan Pancasila sebagai ideologi terbuka.
  3. Bhinneka Tunggal Ika dan konsep wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila
  4. Menghayati dan mengamalkan Pancasila sebagai dasara negara dan pandangan hidup bangsa
  5. Pembangunan sebagai pengalaman Pancasila harus menunjukan keseimbangan fisik materiel dan pembangunan mental spiritual untuk menghindari timbulnya materialisme dan sekularisme.
  6. Menanamkan pendidikan moral Pancasila pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam seluruh mata pelajaran di sekolah.

Baca Juga : 7 Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

2. Wawasan Nusantara

Upaya Bangsa Indonesia dalam Membangun Integrasi Nasional- Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pelaksanann wawasan Nusantara mengedepankan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinnekaan untuk mencapai tujuan nasional. Perbedaan dipandang sebagai kekayaan bangsa dan wilayah Indonesia dipandang sebagai kesatuan wilayah.

Wawasan Nusantara mempunyai dua tujuan yaitu sebagai berikut.

a. Tujuan nasional, yang dapat kita lihat dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut.

  1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
  2. Memajukan kesejahteraan umum.
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
  4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

b. Tujuan ke dalam, yaitu mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur, serta martabat manusia di seluruh dunia.

Adapun fungsi wawasan Nusantara adalah sebagai berikut.

  1. Wawasan Nusantara berfungsi sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan Nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
  2. Wawasan Nusantara berfungsi sebagai wawasan pembangunan yang mencakup kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan nasional dan politik, serta kesatuan pertahanan dan keamanan.
  3. Wawasan Nusantara berfungsi sebagai wawasan pertahanan dna keamanan negara, yaitu pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
  4. Wawasan Nusantara berfungsi sebagai wawasan kewilayahan. Dalam hal ini wawasan Nusantara berfungsi dalam pembatasan negara supaya tidak terjadi sengketa antarnegara.

Wawasan Nusantara diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan diantaranya sebagai berikut.

a. Kehidupan Politik
Beberapa hal yagn perlu diperhatikan dalam mewujudkan wawasan Nusantara dalam kehidupan politik adalah sebagai berikut.

  1. Pelaksanaan kehidupan politik diatur dalam undang-undang yang mementingkan persatuan bangsa.
  2. Pelaksanaan kehidupan bermaysarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai dengan hukum yang berlaku.
  3. Mengembangkan sikap menghargai hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yang berbeda-beda.
  4. Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan.
  5. Meningkatkan peran Indonesia dalam dunia internasional serta memperkuat korps diplomatik sebagai upaya menjaga wilayah Indonesia.

b. Kehidupan Ekonomi
Perwujudan wawasan Nusantara dalam kehidupan ekonomi diantaranya sebagai berikut.

  1. Wilayah Nusantara berpotensi ekonomi yang tinggi, misalnya wilayah laut yang luas, posisi strategis, hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta berpenduduk cukup besar sehingga perwujudan dalam kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.
  2. Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antardaerah. Melalui otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi.
  3. Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat.

c. Kehidupan Sosial Budaya
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan wawasan Nusantara dalam kehidupan sosial budaya adalah sebagai berikut.

  1. Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antarmasyarakat yang berbeda budaya, daerah, maupun status sosial.
  2. Mengembangkan budaya Indonesia untuk melestarikan kekayaan Indonesia sekaligus dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun daeraah.

d. Kehidupan Pertahanan dan Keamanan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan wawasan Nusantara di bidang pertahanan dan keamanan adalah sebagai berikut.

  1. Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, misalnya meningkatkan kedisiplinan, memelihara lingkungan tempat tinggal, serta melapor kepada pihak berwajib apabila ada hal-hal yang mengganggu keamanan.
  2. Membangun rasa persatuan antardaerah.
  3. Menciptakan TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia khususnya wilayah terluar Indonesia.

3. Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Upaya Bangsa Indonesia dalam Membangun Integrasi Nasional-  Tahukan Anda bunyi pasal 30 ayat (1), (2), (3), dan (4) UUD 1945? Isi pasal tersebut menegaskan bahwa sistem pertahanan dan keamanan negara kita adalah sistem pertahanan dan keamanan rakyat semest (sishankamrata) dengan TNI dan Polri sebagai kekuatan utama, sedangkan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Hal tersebut berarti bahwa sistem pertahanan dan keamanan negara kita melibatkan seluruh rakyat Indonesia, sehingga semua rakyat Indonesia mempunyai kewajiban untuk mendukung terlaksananya sistem pertahanan dan keamanan negara.

Dengan keikutsertaan rakyat secara menyeluruh dalam sishankamrata diharapkan dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut juga menjadi penangkal terjadinya gerakan-gerakan separatisme, yaitu gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Sishankamrata juga menganut prinsip bahwa gangguan terhadap salah satu wilayah atau masyarakat Indonesia, maka hal itu merupakan gangguan terhadap sluruh wilayah dan bangsa Indonesia.

Selain strategi yang dilakukan oleh pemerintah seperti yang dijelaskan di atas, sebagai warga negara kita juga bertanggungjawab dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI yang bisa kita tunjukkan melalui perilaku sebagai berikut.

  1. Mengembangkan sikap toleransi beragama.
  2. Menjauhi sikap fanatisme sempit.
  3. Menjauhi sikap eksterm dan eksklusif.
  4. Menghindari sikap diskriminatif.
  5. Mengembangkan persatuan antarsuku bangsa.

Demikianlah pembahasan kita mengenai Upaya Bangsa Indonesia dalam Membangun Integrasi Nasional. Jangan lupa baca juga Artikel Belajar lainnya.

No Responses

Add a Comment